Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 34


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


Aldi sengaja pulang terlambat, bukan karena banyaknya pekerjaan melainkan sibuk menyiapkan eksekusi rencananya.


Saat membuka pintu kamar pandangannya langsung jatuh pada Riska yang sedang selonjoran diatas kasur sambil cekikan menatap handphone nya, tak menyadari kehadiran Aldi.


Gotcha! Aldi tersenyum tipis. Melangkah mendekati Riska, duduk dipinggir ranjang menatap Riska dengan tatapan yang sulit diartikan. "Lagi apa? "


Riska mengerit heran, tumben sekali Aldi sok perhatian seperti sekarang. Alarm tanda waspada mulai berbunyi.


" Lagi makan. Nggak liat lagi main handphone? pake nanya lagi." Jawab Riska ketus


" Oh. Aku mandi dulu." Aldi berdiri dan masuk ke kamar mandi


Riska meletakkan handphonenya dimeja samping ranjang. Ya, selesai mendapatkan gaji Riska pergi ke Konter membeli handphone android bekas. Menjadi istri yang baik, menyiapkan pakaian ganti suaminya, lalu beranjak duduk kembali diranjang.


Aldi keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk dipingang, tetesan air dari rambutnya jatuh sampai ke dada bidangnya. Sesaat Riska menatap tak berkedip. "Riska nikmat mana yang kau dusta kan?" hanya terpesona akan dada bidang suaminya, lalu dengan cepat Riska memalingkan pandangannya.


Aldi menunjukkan senyum simrk nya, waktunya menjalankan rencana. Aldi berjalan mendekati ranjang untuk mengambil pakaiannya yang Riska letakkan. tinggal selangkah lagi tiba dikasur, Aldi berpura-pura terpleset dan hampir menimpa perut Riska jika dia tidak menopang tubuhnya dengan tangan.


Riska melotot tajam menatap Aldi. " Jalannya gimana sih? kamu mau nyakitin anak aku? iya?" Riska langsung membentak tak terima


Aldi lekas duduk lalu mengusap pelan perut Riska. "Maafin papa yang sayang, papa nggak sengaja. Mana mungkin papa nyakitin anak papa, maaf yah sayangnya papa." Ujar Aldi lalu menatap dalam Riska


Riska balas menatap Aldi tanpa ekspresi, Riska mulai gelagapan saat Aldi mulai mendekatkan wajahnya. Namun mata jeli Riska melihat jika Aldi sempat menyeringai, seketika Riska terkekeh dalam hati. Rencana balas dendam kah?


Aldi lebih dekat, melihat Riska yang seperti takut dan ingin menjauh. Aldi dengan cepat menempelkan bibirnya ke bibir kenyal Riska beberapa detik ingin melihat respon Riska, tak mendapatkan perlawanan Aldi dengan berani mulai me***at bibir bawah Riska. Riskapun membalas l***tan Aldi, Aldi tersenyum disela lu***anya. Pikirnya rencananya berhasil.


Oh tidak semudah itu Ferguso.. Riska masih membalas l***tan lembut Aldi, hingga Aldi mulai terbuai oleh permainannya sendiri.


Dengan cepat Riska mendorong tubuh Aldi hingga terlentang, lalu naik ke atas tubuh Aldi. Aldi yang mulai tersadar mulai akan bangkit, namun Riska dengan cekatan menekan bahu Aldi, dan membungkam mulut Aldi dengan lu***an.

__ADS_1


Riska pun mulai tak sadar jika dia juga terbuai, mungkin pengaruh hormon kehamilan membuat libidonya naik. Lu**tan mereka yang tadinya lembut mulai kasar dan menuntut, Riska melepaskan lu***anya lalu beralih mencium leher Aldi. Tanpa sadar Aldi memeluk pinggang Riska dengan tangan kiri dan tangan kanannya mulai meremas pelan payu**ra Riska.


Aldi mengeram tertahan akibat Riska yang tak sadar membuat tanda dileher Aldi. Engghhhh...


Mendengar erangan Aldi, Riska langsung duduk dan merasakan ada yang mengeras dibawah dudukannya. Tangan Aldi yang masih stay didada Riska tak berpindah. Tersadar mereka sama-sama terjebak akan permainan mereka, Riska langsung melompat masuk ke selimut dan Aldi menarik pakainya dan lari ke kamar mandi.


****!! Aldi mengumpat melihat kawan kecilnya yang sudah bangun. terpaksa Aldi harus mandi kembali untuk menidurkan kawan kecilnya.


Sampai Aldi selesai dengan ritualnya dikamar mandi, dan mulai terlelap disofa Riska tetap berdiam dalam selimuti. tak mau menunjukkan wajahnya, hingga dirinya ikut terlelap.


***


Pagi hari diruang makan keluarga Narendra nampak heboh oleh Ledekan Renata. Bagaimana tidak jadi bahan ejekan, jika Aldi lupa menutup kissmark Riska dileher bagian atas yang tak tertutup kera kemeja.


" Acieee.. berapa ronde kak semalam? kak Riska ganas juga yah? Haha.." Ledek Renata.


Riska menunduk malu, tapi Aldi tetap stay cool dengan wajah datar balas menatap Renata. " 2 ronde cukup, kasian bayinya nanti kenapa-kenapa." balasan Aldi semakin membuat Riska tak mau mengangkat wajahnya.


Raka terkekeh dan Elsa menatap penuh amarah ke arah Riska, sedang Renata tertawa terbahak-bahak.


Setelah melewati drama sarapan yang memalukan, Riska terpaksa berangkat bersama Aldi. Dalam mobil hanya ada keheningan, tak ada yang berani bersuara. Hingga Aldi memarkirkan mobilnya dipakiran khusus petinggi perusahan.


Riska melotot karena Aldi tak menurunkannya diluar gedung. " Kenapa melotot gitu? Ini masih pagi banget, nggak akan ada yang lihat. Tenang aja. " Ujar Aldi lalu menatap wajah Riska yang kesal


Riska keluar terlebih dahulu lalu masuk kedalam gedung, Kemudian diikuti Aldi yang keluar dan berjalan tegap masuk kedalam gedung.


Jihan yang akan membuang sampah diluar, hampir menjatuhkan kantong sampahnya karena terkejut tak sengaja melihat Riska yang keluar dari mobil atasannya. Selang beberapa detik jihan melotot melihat Aldi yang ikut keluar dari mobil setelah kepergian Riska.


Ada yang tidak beres batin Jihan, pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh Riska.


***

__ADS_1


Jihan dengan cepat menarik tangan Riska menuju toilet, melihat kanan kiri tak ada siapa-siapa. Jihan pun langsung menyuarakan penasarannya.


" Ris jawab yang jujur sama gue, elu ada hubungan apa sama pak Aldi? " Todong Jihan langsung ke intinya


Riska langsung gelagapan. "Eng-enggak ada ap-apa apa kok." Riska lekas membuang pandangan ke arah lain. Dan itu lebih menambah kecurigaan Jihan.


"Jujur aja Ris, gue nggak akan ember ke yang lain kok." Bujuk Jihan


" Eng-- Aku tadi lihat kamu datang bareng pak Aldi tadi pagi satu mobil " Elakan Riska langsung dipotong Jihan.


Huhhh ..


Riska membuang nafas lebih dulu, merasa tersudut tak bisa lagi mengelak. Riska menatap sendu jihan. "Tapi Jihan nggak boleh kasih tau siapa-siapa yah? janji?" Dan dibalas anggukan oleh Jihan.


Riska pun menjelaskan semuanya, dari dia yang sudah menikah dengan Aldi dan alasan mengapa mereka menikah. Jihan sampai melotot emosi mendengar alasan dibalik pernikahan mereka. Tak terima..


"Wah, parah pak Aldi. Biar gue bogem wajahnya itu Ris." Riska lekas menahan tangan Jihan yang akan berjalan menghampiri Aldi.


" Nggak usah Han, gue nggak pa-pa kok. Dia nggak pernah jahatin gue dan anak gue kok. Udah yah, tenang.. " Bujuk Riska merendahkan amarah Jihan


"Tapi Ris.. " Tekan Jihan tak terima


" Nggak pa-pa kok. Ingat yah Han, jangan kasih tau yang lain. cuma kamu yang tau masalah ini."


" Iya bumil.. pantesan mual, ada Aldi juni*r ternyata." Jihan terkekeh diakhir kalimatnya


Riska menutup mulut Jihan dengan tangannya. "Jangan ngomong gitu, nanti ada yang dengar." Ucap Riska dengan wajah pemohonan


Setelah itu mereka sepakat merahasiakan dan kembali keluar melaksanakan pekerjaan.


Bersambung...

__ADS_1


Maaf yah kalo fellnya gak dapet, perut nggak nyaman pengaruh tamu bulanan🙏


See you next chapter, bye...


__ADS_2