Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Bab 79


__ADS_3

Sesuai dengan yang sudah di sepakati pagi tadi, sore harinya Aldi benar membawa Riska untuk periksakan kehamilan pada dokter Aulia. Sore ini Aldi nampak semangat sekali membawa istrinya ke rumah sakit, padahal sampai siang tadi badannya terlihat lemas.


"Ibu Riska Nadya, silakan masuk Bu." Seru suster yang bertugas mengurus antrian pasien.


Aldi sudah lebih dulu memberitahukan akan datang sebelumya pada dokter Aulia, dan sengaja datang lebih sore agar antrian pasien sudah selesai.


"Makasih sus"


"Wahh .. Ada apa ini, kok rame sekali? bukan mau tawuran kan yah?"


Dokter Aulia sengaja bergurau menyambut masuknya Aldi dan Riska. Dokter Aulia sampai geleng kepala, bagaimana tidak yang Riska datang bawah pasukan. Bukan hanya berdua, tapi kali ini lengkap dengan Raka, Elsa, sampai Renata pun ikut.


"Bukan mau tawuran dok, tapi mau nobar! Nonton bareng sih calon ponakan yang nanti bakal launching." Jawab Renata dengan cepat menyela.


"Launching .. launching .. emang ini produk? barang jualan?"


"Iya, dedek bayi by Aldi dan Riska made in Indonesia."


"Kampr--"


"Eittss .. Calon Papa nggak boleh berkata kasar! Si dedeknya denger loh yah kak .."


"Sudah .. sudah .. ini kapan di periksanya kalo kalian berdua ngoceh terus?" Sela Elsa melerai perdebatan kakak beradik itu. pusing sekali kepalanya melihat tingkah dua anaknya.


"Ya sudah, kalau begitu ayo sekarang kita periksa keadaan si dedek bayi. kayaknya oma opa, tantenya sudah tidak sabar." kata dokter Aulia sambil berdiri mengajak pindah ke tempat pemeriksaan. "Riska-nya berbaring ya .. yang lain boleh berdiri di samping." lanjut dokter Aulia.


Dokter Aulia pun mulai melakukan pemeriksaan mulai dari pengecekan tekanan darah, pengecekan denyut jantung. kemudian dokter Aulia mengoleksi gel di permukaan perut Riska yang sebelumnya sudah disingkap sedikit bajunya sampai batas dada untuk proses pemeriksaan USG.

__ADS_1


"Kondisi janinnya sehat ya, itu yang saya tandai di layar monitor itu adalah janinnya." ucap dokter Aulia mengerakkan arah kursor pada titik bulatan kecil yang belum terlalu jelas.


"Yang mana dok? kok wajahnya nggak kelihatan?" Tutur Renata bertanya dengan polos.


Dokter Aulia terkekeh, sedang lainnya berusaha menahan tawa. Merasa lucu dengan pertanyaan Renata.


"Belum bisa terlihat, mbak. Nanti di usia kehamilan 24 minggu baru bisa terlihat, karena normalnya wajah janin mulai terbentuk ketika memasuki usia 20 minggu atau 5 bulan. Untuk saat ini janin masih berupa biji wijen, masih kecil sekali." Jelas dokter Aulia.


"Oh, gitu." Renata manggut-manggut saja, entah mengerti atau tidak.


"Mari kita kembali ke ruangan, nanti saya jelaskan lebih lanjut." lanjut dokter Aulia, setelah membersihkan gel dan merapikan kembali alat medisnya.


***


"Sekarang usia kandungan mbak Riska sudah memasuki 5 minggu, masih trimester pertama. Tolong jaga asupan makanan, makan makanan yang sehat, hindari mengkonsumsi makanan mentah, perbanyak konsumsi air putih, kurangi aktivitas yang membuat mudah lelah. Nanti akan saya resepkan vitamin juga, diminum rutin ya. Hindari juga hal-hal atau pikiran yang bisa menyebabkan stress karena bisa mempengaruhi kondisi janin, apalagi trimester pertama ini kondisi janin masih sangat rentan mengalami keguguran." Jelas dokter Aulia. Riska dan lainnya menyimak dengan seksama penjelasan yang dokter Aulia sampaikan.


"Saya juga pasti akan membantu menjaga calon cucu saya, Dok." Ucap Elsa menimpali, "Nanti Mama yang urus makanan buat kamu, nanti bilang aja ke Mama, kalo pengen di masakin sesuatu." lanjut Elsa menatap lembut menantunya.


"Emang Mama bisa masak?"


"Ya kan nanti bisa minta tolong bibi buat masakin, Pa."


Dokter Aulia mengulum senyum melihat keluarga temannya ini. Kompak dan terlihat saling menyayangi satu sama lain.


"Ada keluhan apa, Ris? Pusing atau mual sekarang?" Tanya dokter Aulia.


"Enggak ada si dok, nggak ada gejala-gejala kehamilan kayak kehamilan sebelumnya, makanya aku sempat kaget pas dokter Adrian nyuruh tes tadi pagi. Aku juga lupa kalo udah sebulan telat datang bulan." Jawab Riska dengan wajah berbinar.

__ADS_1


"Malah saya ini, Lia, yang muntah-muntah, badan lemes banget." Sambung Aldi.


"Kayaknya kehamilan yang ini, si Papanya ini yang ngalamin morning sickness. Itu namanya Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik. Jadi ada beberapa kasus kehamilan, yang mengalami ngidam itu ayah dari janin. Nanti sekalian saya resepkan obat peredah mual buat kamu, Al." Ujar dokter Aulia.


"Hasil pemeriksaan hari ini sudah saya masukan ke dalam buku KMS ya, nanti setiap cek kandungan jangan lupa bukunya." Dokter Aulia menyerahkan buku bersampul merah muda, "Dan ini resepnya, nanti tinggal di tebus di apotik depan."


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu, dok." Pamit Riska berdiri dari duduknya, di ikuti Aldi dan yang lain.


"Iya, hati-hati yah."


"Assalamualaikum ..."


"wassalamualaikum .."


Aldi kemudian berhenti, ada yang ia lupa tanyakan.


"Tunggu! Tapi Dok, saya masih bisa kan nanti kalo mau jenguk calon bayinya?"




Maaf baru bisa update sekarang, beberapa bulan ini lagi sibuk banget🙏


Yang masih nunggu lanjutan ceritanya Aldi dan Riska, di usahakan mulai besok mau daily update lagi🤗


Babaiiiđź‘‹

__ADS_1


__ADS_2