Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Bab 86. Bian yang malang


__ADS_3

Malam harinya setelah makan malam, Aldi dan Riska memilih bersantai duduk berdua di sofa di kamarnya.


Mungkin karena pengaruh hormon kehamilan, saat ini Riska bisa bermanja-manja pada Aldi. Sejak mereka duduk Riska sudah menempel bagai perangko, dengan tangan yang ikut bergelayut manja.


Aldi hanya bisa terkekeh melihat tingkah manja istrinya yang sangat jarang terjadi, sambil tangannya mengelus-ngelus rambut lembut istrinya. Sedang dalam pikirannya, ia tengah memikirkan bagaimana caranya untuk menyampaikan hal yang Dian katakan tadi pagi. Aldi takut istrinya marah atau tertekan.


"Sayang, ada yang mau aku omongin rumah mau aku diskusikan dengan kamu," ujar Aldi membuka obrolan.


Riska yang tadinya menyender di pundak Aldi, langsung mendongak kan kepalanya menatap suaminya penuh tanya. Dari nada yang ia dengar, sepertinya pembicaraan ini cukup serius, "mau ngomong apa? Ngomong aja," ujarnya.


"Kamu kenalkan yang sama pacarnya Bian?" Riska mengangguk sebagai jawaban, " .. nah kan pacarnya Bian itu adiknya Serly, kamu juga tahu itu kan yang?" Lanjut Aldi.


"To the point aja Mas, nggak usah berbelit-belit. Sebenarnya apa yang mau kamu omongin sama aku?" Tanya Riska yang kini sudah duduk dekat menghadap suaminya.


Dapat Riska simpulkan jika apa yang akan suaminya sampaikan ini sangat penting, atau mungkin sebuah masalah besar. Melihat dari gelagat suaminya yang bertele-tele, seperti antara takut dan mau untuk menyampaikannya.


"Itu sayang, tadi pagi Bian datang nemuin aku, katanya pacarnya minta tolong sesuatu ke dia buat di sampein ke kita," nanti sengaja menjeda kalimatnya untuk melihat respon istrinya terlebih dahulu.


"Mau minta tolong apa?" Tanya Riska penasaran juga sekaligus was-was.


"Kata Bian Sherly ingin ketemu sama kita berdua, yang," kembali Aldi menggantungkan kalimatnya namun yang iya tangkap istrinya masih tetap tenang.


"Serly katanya mau minta maaf sama kita berdua secara langsung, kata adiknya dia sudah menyesali perbuatannya dan sudah sadar akan kesalahan yang ia buat tempo hari. Aku sih terserah kamu aja yang, kamu mau ketemu Serly atau nggak. Kalau nggak mau juga ya nggak apa-apa, jangan dipaksain nanti kamu stress terus berpengaruh sama bayi kita." Jelas Aldi dengan tatapan yang terus memperhatikan istrinya.


Namun respon tidak Aldi duga sebelumnya, Riska sungguh mengejutkan Aldi.


"Aku mau ketemu dia," jawab Riska dengan tenang, tanpa adanya emosi juga amarah yang di tahan.

__ADS_1


"Beneran? Kalo nggak suka, nggak usah di paksain. Bisa kita tolak kok!"


"Nggak, aku serius mau ketemu dia, mas!" Tekan Riska karena suaminya sepertinya kurang yakin akan jawabannya.


"Apa alasannya? Maksud aku, kamu sempat trauma karena kejadian itu, yang intinya penyebabnya adalah Serly. Kamu udah bisa terima semua hal terjadi dulu? Soal keguguran," desak Aldi seperti tidak terima dengan keputusan istrinya.


Riska terkekeh, katanya keputusannya tergantung Riska, setelah ia setuju untuk bertemu, kenapa suaminya yang marah?


"Aku sudah maafin Serly, mas, sudah dari lama, semenjak aku ikhlas dengan semua yang terjadi pada saat itu. Semua orang pantas mendapatkan maaf, mas. Sama seperti kejadian yang menimpa kita berdua, aku juga bisa memaafkan kamu kan?" Ujar Riska kemudian memegang kedua telapak tangan suaminya.


Aldi sedikit tertohok mendengar penjelasan istrinya, yang ikut menyingung kejadian awal, yang membuat mereka bisa bersama saat ini.


"Mas, menyimpan dendam itu tidak baik, tidak enak. Lalu kenapa tidak balas dendam? Atau, nyawa dibalas dengan nyawa? Apakah setelah kita balas dendam, apakah setelah orang itu meninggal sama seperti yang terjadi pada bayi kita, apa kita akan bahagia? Tidak mas! Yang ada kita akan di hantui dengan perasaan cemas, takut, juga rasa bersalah. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, selama pernah itu mau berubah. Jika dia tidak sungguh-sungguh ingin berubah, dan kembali mengulangi kesalahannya, itu tinggal urusan dia dengan Tuhan. Yang penting kita sudah maafkan, susah memberikan kesempatan padanya." Sambung Riska memberikan pemahaman.


Aldi langsung menarik tubuh istrinya, ia peluk dengan erat. Entah kebaikan apa yang ia perbuat di kehidupan sebelumnya, hingga Tuhan memberikan Riska sebagai istrinya. Sungguh Nathan berterima kasih pada kejadian itu, karena ia bisa memiliki Riska sebagai istrinya.


"Entah lah, tapi ada rasa bahagia tersendiri jika kita selesai berbuat baik. Coba lah, dan kamu rasakan sendiri!" Balas Riska tersenyum dalam dekapan suaminya. Nyaman sekali!


"Besok kasih tau Bian, kalau kita mau bertemu dengan Serly. Katakan kita akan menjenguknya," sambung Riska.


"Hm, nanti besok aku sampaikan kepada Bian. Hitung-hitung kita sedang bantu dia, agar cepat melamar pacarnya. Kasihan sekali dia, selalu tersiksa melihat kemesraan kita," Jawab Aldi sambil terkekeh geli.




**Follow Ig Christy\_amoraa**

__ADS_1



**Halo para readers kesayanganku👋**


**Author mau promosi novel terbaru nih**!



**Judulnya; AKHIR PENANTIAN ELINA**



**Novel ini berkisah tentang seorang gadis, yaitu; Elina yang terjebak dalam lingkaran persahabatan, hingga tak bisa mengutarakan juga memperjuangkan cinta kepada Kevin**.



**Selama 6 tahun Elina mencintai Kevin diam-diam, hingga akhirnya ia harus merasakan patah hati terbesar saat Kevin akhirnya mempunyai kekasih hati bahkan menjadikan wanita itu sebagai pendamping hidupnya**.



**Haruskah Elina menjadi egois dengan menghancurkan persahabatan, juga merebut Kevin dengan paksa demi bahagianya**?


**Atau kah nanti Elina juga akan menemukan bahagianya walau bukan dengan Kevin**?



**Jangan lupa mampir, dan tambahkan ke rak buku favorit kalian🙏**

__ADS_1


__ADS_2