
Selamat membaca 🌷🌷🌷
Riska dan Jihan mulai berjalan ke luar kantor, mereka sama diam tak berbicara sedang pikiran masing-masing. Riska yang tidak mengetahui jika itu adalah Papanya Aldi, sama herannya dengan Jihan akan sikap dan perhatian yang ditunjukkan pak Raka itu.
" Kamu kenal sama pak Raka? " Tanya Jihan penasaran
" Enggak Han. namanya pak Raka aja, aku baru tau sekarang dari kamu. " Jelas Riska sambil menggelengkan kepala
" Mungkin pak Raka emang baik, sehingga semua karyawan dia perhatikan tanpa membedakan jabatan. " Lanjut Riska lagi
Jihan hanya mengangkat bahunya acuh lalu, pembicaraan mereka pun terhenti. Jihan mengantar Riska sampai ojek yang membawanya menghilang dari pandangannya.
..............
Tiba dirumah Riska memilih langsung beristirahat, merebahkan tubuhnya dikasur. Tubuhnya terasa sangat tak nyaman jika banyak beraktivitas, juga ditambah dengan kepalanya yang sedikit pusing. Riska mengelus perutnya yang masih datar, senyumnya terbit dalam setiap elusannya.
Sebentar lagi dia tidak akan sendiri, akan ada anaknya yang menemani hidup. Hidupnya tidak akan kesepian lagi.
Apakah Aldi mau bertanggung jawab? menikahinya? Apakah keluarga mereka akan setuju? Mengingat perbedaan mereka begitu jauh, dari segi materi mereka orang terpandang dan dia kaum jelata.
Jika mereka tak mau menerima anaknya, dia tak keberatan mengurus dan membesarkan anaknya sendiri.
Tak ingin memikirkan hal yang berat dengan kepala yang sedikit pusing, Riska memilih tidur saja.
..................
Sedang dikediaman keluarga Narendra, sedang terjadi perdebatan panas. Tak ada yang mau mengalah.
Saat makan malam Papa Raka langsung memberitahu, bahwa akan ada pembicaraan keluarga setelah makan malam.
__ADS_1
" Selesai makan kita semua ke ruang keluarga, ada yang penting yang harus Papa beritahukan. " Ujar papa Raka dengan tenang
Mama Elsa dan Renata mengangguk, sedang Aldi sudah gelisah berkeringat dingin namun berusaha terlihat biasa.
Selesai makan mereka semua duduk berhadapan disofa depan TV.
" Kenapa Pa? hal penting apa yang mau Papa sampaikan? " Tanya Mama Elsa membuka suara lebih dahulu
Papa menatap Aldi terlebih dahulu kemudian membuang nafas pelan. " Aldi dalam waktu dekat ini harus menikah " Tutur Papa memperhatikan ekspresi semuanya
Mama yang tampak sumringah, Renata yang mengerit bingung dan Aldi yang sudah tegang dengan wajah pucat.
" Wah, bagus dong Pa. Emang nggak salah yah Mama kenalin Sesil, akhirnya Aldi nikah juga. " sambung mama sumingrah
Namun tak sampai semenit wajah sumringah itu pudar tergantikan wajah muram dan amarah, ketika mendengar ucapan Papa.
" Aldi memang akan menikah, tapi bukan dengan Sesil. Tapi dengan Riska, karena sekarang Riska sedang mengandung anak Aldi"
Bak kilat menyambar Mama dan Renata langsung terpaku dalam duduknya.
Mama langsung menatap horor pada Aldi. "Kamu hamilin anak orang Al? Astaga Mama nggak percaya kamu bisa lakuin hal seperti ini." Mama langsung meneteskan air mata
" Maafkan Aldi Ma, Aldi khilaf " Mohon Aldi tak tega melihat tangisan Mamanya
" Kerja dimana perempuan itu? dari keluarga mana? pendidikannya apa? bebet bobot nya jelaskan? "
Inilah yang Aldi takutkan, Mamanya pasti tidak akan setuju dengan pernikahan ini. Mamanya selalu melihat dari segi materi, latar belakang keluarga dan harus sepadan dengan mereka. Sedang Riska? hanya seorang office girl dan dari keluarga sederhana.
" Dia hanya seorang office girl dikantor, dan yatim piatu dari keluarga sederhana "
__ADS_1
Bukan Aldi yang menjawab melainkan papa Raka. Mendengar keterangan yang diucapkan papa Raka, sontak membuat mata Mama melotot.
" APA?? MAMA NGGAK SETUJU PA ! " Teriak Mama
" Dia sedang hamil anak Aldi, dan Aldi sudah setuju untuk menikahinya " sentak papa
" Nggak ! pokoknya nggak bisa. Dia tidak diterima di keluarga kita " Kukuh Mama dengan wajah penuh amanah
" Papa akan tetap menikahkan Aldi dengan Riska, ada atau tanpa persetujuan Mama. Ingat Ma, dia sedang mengandung cucu Mama. Tutur papa tak ingin dibantah
" Pa?? Apa kata teman-teman ku punya mantu nggak jelas asal-usulnya? " protes Mama
" Papa nggak perduli. Yang papa pikirkan masa depan cucu Papa, Ma. Dan sesuai keinginan Aldi, pernikahan ini akan kita rahasiakan. "
" Kamu juga Aldi " Tunjuk mama pada Aldi "Apa tidak perempuan lain? kenapa harus cari perempuan seperti itu?"
" Ma, Aldi nggak sadar waktu itu. Aldi mabuk dan perkosa dia " Aldi sampai menarik rambutnya frustrasi
" Ya ampun Aldi, kenapa langsung percaya? bisa aja kan dia jebak kamu? dan dia bukan hamil anak kamu tapi anak orang lain? bisa aja dia sengaja jebak kamu, biar bisa hidup mewah"
" Ma, Aldi udah lihat sendiri dari cctv kalo memang Aldi yang seret dia keruangan Aldi dikantor " Terang Aldi pelan
" Udah diam, pokoknya Papa udah putuskan Aldi akan tetap menikahi Riska. Dan besok kita akan undang Riska untuk membicarakan ini. "
Mama mendengus masih tak setuju, tapi mau bagaimana lagi jika semua keputusan sudah diambil oleh Papa Raka.
" Sudah malam, lebih baik kita istirahat " Sambung Papa
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN VOTE, SEBAGAI DUKUNGAN BAGI PENULIS....
__ADS_1
...TERIMA KASIH...