
Selamat membaca 🌷🌷🌷
"Oalah, laki bini seneng amat kayaknya." Celetukan Bian mengagetkan Aldi dan Riska yang sedang tertawa jahat bak baru saja mengeksekusi musuh
"Kenapa, iri? Cari bini sana." Balas Aldi dengan tatapan mengejek
"Saya keluar dulu, permisi." Selah Riska kemudian melangkah keluar
"Eh-eh Bu bos kok kabur? udah selesai emang mesra-mesraan nya?" Teriak Bian
Pluk!
"Sakit atu bos" Bian memijit dahinya yang terkena lemparan pulpen. Sedang sang pelaku dengan santai mengejek, "Gimana, enak? Enak dong masak enggak." Cibir Aldi
"Enak banget bos, sampe nyut-nyutan ini jidat gue." Aldi hanya terkekeh, "Ada apa kesini?" lanjut Aldi kembali ke mode bossy.
Bian mendengus. "Ini proposal kerja sama dari Sinar Utama, kamu pelajari dulu." Bian meletakkan map ke meja Aldi
"Oke, nanti aku baca. Kamu boleh keluar."
***
Mulai hari itu, Aldi sering memanggil Riska jika Sesil datang berkunjung ke kantor. Berakting bak suami istri romantis, mengumbar kemesraan didepan Sesil dengan senang hati Riska lakoni guna menghempaskan calon perebut ayah calon anaknya. Namun bukan Sesil namanya, jika dengan mudah menyerah. Sesil tak gentar! Dia tahu jika Aldi dan Riska hanya berpura-pura, namun tetap saja hati panas jedag jedug.
Aldi berhenti melangkah dengan mata melotot menatap objek di depannya. Bian yang dasarnya tukang kepo, memutar bola matanya mengikuti arah pandangan Aldi.
__ADS_1
"Ris kamu nggak pa-pa?" Dodi menahan pinggang Riska agar tak terjatuh
Riska lekas menegakkan badannya, "Nggak apa-apa kok, lantainya licin kayaknya. Makasih yah Dodi." Riska memberikan senyum tipis
"Iya, lain kali hati-hati yah. Nanti siang makan bareng dikantin, mau nggak?" Modus dilancarkan Dodi
"Liat nanti siang yah Dodi, nggak bisa janji. Maaf." Riska memikirkan statusnya sekarang yang bukan single lagi, melainkan sudah menjadi istri orang. Tak etis rasanya makan berdua dengan lawan jenis.
Dodi mengangguk dengan tatapan sedikit kecewa, lalu mereka bubar menyelesaikan pekerjaan masing-masing.
"Kenapa bos? cemburu yah istrinya digodain pria lain?" Ucapan bernada ejekan dari Bian melihat kilatan amarah dimata Aldi, Bian yakin benih cinta mulai mekar sekarang.
Aldi dengan penuh amarah menatap dan mendengarkan pembicaraan dua orang di depannya. Senyum sinis di bibirnya ketika mendengar Riska menolak. Nanti siang yah? Aku pastikan itu tidak akan terlaksana. Heh! Batinnya
Sadar dari lamunannya, Aldi mengubah raut wajahnya kembali datar. "Cemburu? Mimpi?!" Aldi lekas berjalan meninggalkan Bian yang tengah mencibir, Elah.. nggak mau ngaku dia kalo lagi cembukur.
***
Plak!
Tangan pria itu terayun menampar kuat pipi kanan wanita di hadapannya hingga tersungkur ke lantai.
"Dasar wanita bodoh, nggak berguna!" Teriak sih pria
Argggh!
__ADS_1
Jerit sang wanita menahan sakit di kepalanya, akibat jambakan sih pria berstatus suaminya. "Mas sakit! lepas.. Aku minta maaf.." Ucap sang wanita lirih menahan sakit
"MAAF KAMU BILANG? KAMU TAHU PROYEK ITU SANGAT BESAR! TAPI KAMU DENGAN BODOH MENGGAGALKAN NYA! PAK SUBROTO HANYA INGIN MENCIUM MU, KENAPA KAMU TOLAK? BAHKAN JIKA DIA MENGINGINKAN LEBIH, LAYANI BODOH!" Teriak sih pria kesetanan
"Mas, kamu tega jual ak-- Plak! wajah sih wanita langsung menoleh ke kanan akibat sekali lagi tamparan keras menghantam pipi kirinya.
"DASAR ISTRI NGGAK BERGUNA, MENYESAL AKU MENIKAHI MU! UANG KU LENYAP KARENA TINGKAH SOK SUCI KAMU!" Teriak sih pria lagi didepan wajah istrinya
Huaaa... Hua..
Tangis seorang anak diatas ranjang, mengalikan entensi mereka.
"Urus anakmu!" Tekan sang pria, lalu keluar dari kamar.
Lekas sih wanita naik ke ranjang memeluk dan mencium dahi balita berusia 2 tahun itu.
"Sudah sayang, tenang yah. Mama disini." Ujarnya menenangkan sang anak dengan air mata yang menetes di pipinya.
"Liandro, maafkan mama nak. Semuanya salah mama nak.. Al, maafin aku Al.. aku salah.. aku salah.. maafin aku Al." Batin sih wanita mengusap kasar pipinya
***Bersambung..
See you next chapter, bye..
Jangan lupa tinggalkan like, komen vote dan hadiah yah..
__ADS_1
hari ini akan di usahakan update 2 bab***....