
Selamat membaca 🌷🌷🌷
.
.
"Yang, tambahin lagi cuminya." Ucap Aldi sambil menggeser piringnya ke dekat Riska. Dengan sigap Riska langsung menyendok kembali cumi ke piring suaminya, lalu menyerahkan kembali piringnya.
Sambil mengunyah Aldi terus memperhatikan istrinya, Aldi kemudian mendengus. "Itu kenapa di sisikan?" Protes Aldi sambil menunjuk potongan wortel yang disampirkan ke pinggiran piring.
Riska langsung mengerucut mendengar protes sang suami. "Enggak suka wortel, mas." Jawabnya dengan wajah memelas. Lucu ..
Aldi terkekeh, "Kamu yang masak lho ini, Yang. Wortel itu sehat tau. Biar kamunya juga cepat pulih." Selesai berucap Aldi mendekat ke arah telinga istrinya, kemudian berbisik. "Kamu nggak sayang sama aku, yang? Kalo kamu lama pulihnya, aku juga lama nanti main perang-perangan dikasur bareng kamu." Riska langsung merona mendengar bisikkan suaminya.
Riska dengan spontan langsung memukul pelan paha suaminya, kemudian balas berbisik. "Apaan sih, malu tau kalo yang lain dengar. Mesum banget .."
Aldi balas lagi berbisik. "Halah, kamu aja suka aku mesumin, ngaku? Kamu lupa kalo lagi main, kamu de**h nya kuat banget, sebut nama aku?" Fiuhhh .. Aldi dengan sengaja meniupkan nafasnya ke sisi telinga Riska dekat lehernya.
Riska langsung menutup mata, suaminya mulai gila. Bukan hanya mereka berdua dalam ruangan, namun dengan sengaja Aldi mengodanya.
Aduhh ..
Satu cubitan langsung Riska layangkan sebagai protes dari tindakan Aldi.
Tidak taukah mereka, jika semua kegiatan mereka, tak luput dari penglihatan Elsa, Raka, dan Jihan. Ya iyalah, kan mereka punya mata.
"Bisik-bisik apa sih kalian berdua? kok, kayak seru gitu, makanan aja sampe di anggurin." Tanya Elsa dengan tatapan mengoda.
"Itu ma, Aldi bisikin nutrisi apa yang terkandung dalam wortel. Biar Riska mau makan. Iya kan sayang?" Jawab Aldi dengan tenang, lalu menantap sang istri yang sedang gugup setengah mati.
"I-iya Ma."
Riska mengalihkannya atensinya kepada Jihan, dengan semangat Jihan memilih semua wortel dan dituang ke piringnya. "Kenapa cuma pilih wortel doang, Han?" Tanyanya dengan kerutan didahinya, merasa aneh.
Mendengar pertanyaan sang istri, Aldi pun ikut menoleh ke arah Jihan.
Jihan memberikan tatapan mengoda kepada pasangan suami istri bucin didepannya. "Sengaja, biar kuat buat main perang-perangan nanti."
Uhuk!
Uhuk!
__ADS_1
Riska dan Aldi sama-sama terbatuk mendengar jawaban Jihan.
Jihan sengaja menjawab seperti itu, sedikit menyindir pasutri bucin itu. Samar-samar dia mendengar bisikan-bisik tetangga antara Aldi dan Riska. Jelas, karena dia dan Riska duduk bersebrangan. Riska disofa panjang paling ujung, dan Jihan di sofa single samping kiri.
"Sehati banget sih Pak, Bu, sampe batuk aja barengan." Celetukan Jihan, dan disambut tawa Raka dan Elsa. Sedang yang jadi bahan tawa, sedang malu.
Tawa mereka terhenti, karena mendengar suara pintu yang terbuka.
Ceklek
"Wah, parah ini .. Makan bareng, aku nggak di ajak." Misuh Bian sambil berjalan masuk.
"Ini kenapa lagi. Kok muka elu berdua merah? Mabok apa gimana? Perasaan nggak ada alkohol disini, deh." Tanya Bian setelah tiba didekat sofa, dilihatnya pertama kali wajah pasutri bucin yang merah bagai tomat, sedang tak ada alkohol yang memabukkan dimeja.
Mendengar pertanyaan Bian, Elsa, Raka dan Jihan kembali tertawa. Bian semakin heran, sedang Aldi dan Riska memberengut kesal.
"Mabok cinta Pak .. Pak Bian ngomong-nya suka bener deh." Jihan lah yang menyela menjawab.
Kembali mereka semua tertawa di tambah Bian, kecuali 2 orang korban candaan.
"Berapa episode ini yang gue lewatkan, nyesel gue kena macet tadi." Bian sampai menunjukkan wajah dramatis nya, setelah berkata.
"Lu kata ini drama Korea? Kayaknya ganti asisten, enak ini." Protes Aldi.
Mereka semua cekikikan melihat tingkah absurd Bian, sisi lain dari seorang Bian.
"Wah udah sinting dia, Makanya Yan jangan pedofil. Gila kan? Mana mau juga anak SMA sama kakek-kakek kayak kamu." Balas Aldi meledek.
Bian melotot, apa-apaan Aldi ini. Dia tidak tau sekarang bukan hanya mereka berdua, apa kata orang nanti. kan nanti bisa salah paham.
"Beneran Yan? Kamu lagi ngincar anak SMA?" Sela Raka.
Tuh kan, bener. Salah paham kan ..
"Bukan om. Bukan muridnya, tapi Bu guru cantik yang lagi aku deketin. Doa kan yah, om, semoga jodoh." Tutur Bian meluruskan.
Amin ..
Semua kompak mengaminkan.
"Baiklah, makanan sudah di doakan, waktunya santap kasih bersama." Gurau Bian langsung duduk lesehan di karpet, melihat tak ada lagi piring, Bian langsung makan dikota bekas nasi. Semua mengeleng, Bian .. Bian ..
__ADS_1
***
Selesai makan siang, Jihan sudah kembali ke pantri.
Riska yang hampir berdiri, kembali duduk karena tangannya dicekal. "Mau kemana?" Tanya Aldi.
"Mau ke toilet, kenapa, mau ikut?" Balas Riska dengan suara pelan.
Aldi sumingrah. "Emang boleh?" Jawabnya dengan suara pelan juga.
"Enggak!" Jawab Riska datar, langsung berdiri masuk ke toilet yang berada dalam kamar pribadi Aldi.
"Ma, Pa, Yan, Aldi mau bikin kejutan buat Riska." Ucap Aldi dengan senyuman di bibirnya.
"Apa? Mau gelar resepsi pernikahan?" Sela Bian, penasaran.
"Itu nanti, masih harus ngomong dulu sama Riska. Biar konsepnya, pilihan dia."
"Terus ini kejutannya apa?" Elsa ikut nimbrung, penasaran juga dong.
Aldi pun menjelaskan rencananya, dan semua juga setuju. Bian langsung keluar menjalankan tugasnya.
Tinggal Aldi, Elsa dan Raka diruangan itu, menunggu Riska yang masih ditoilet.
"Papa senang, sekarang ada yang urusin kamu. Riska perempuan baik, jaga dia, jangan sakiti dia. Ingat kamu lahir dari harum perempuan, adik kamu juga perempuan." Nasihat Raka.
"Iya Al, Mama doakan rumah tangga kalian langgeng, memang dalam rumah tangga nggak seterusnya adem, pasti akan ada cobaan. Itu adalah bumbu dalam pernikahan, sikapi dengan baik, bijak dalam mengambil keputusan. Jangan nanti menyesal." Nasihat Elsa juga.
"Iya, Ma, Pa. Aldi akan selalu ingat itu semua." Balas Aldi terharu.
Melihat Riska sudah selesai dari toilet, Aldi langsung berdiri mendekat. Telapak tangannya dia apitkan ke telapak tangan istrinya, mengengam erat.
"Ayo sayang, aku sudah siapkan kejutan buat kamu." Ujar Aldi lalu menarik Riska berjalan keluar, dan kedua orang tuanya dibelakang.
'Semoga kamu suka kejutannya, sayang'. Batin Aldi
Kejutan apa kira-kira yang Aldi siapakan?
Bersambung ...
See you next chapter, bye ...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan hadiah...
...Agar lebih semangat menulis...