Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 56


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


.


.


Sudah 2 hari Riska keluar dari rumah sakit. Aldi juga sudah mulai kembali bekerja dikantor, sedang Riska diminta dokter untuk bedrest.


Riska baru selesai mandi, Aldi sudah berangkat ke kantor sejak 1 jam lalu. Selesai menyapukan bedak tipis ke wajahnya dan mengoleskan lipstik berwarna pink, Riska mulai menyisir rambutnya. Di tatapnya pantulan dirinya dicermin, natural tidak berlebihan menurutnya.


Menutup pintu kamar, lalu mulai menuruni satu persatu anak tangga. Rumah nampak sepi, Renata sudah berangkat ke kampus, Aldi dan Raka juga sudah berangkat ke kantor. Apakah mama mertuanya juga sedang pergi?


Saat melewati ruang keluarga menuju teras samping, Riska kaget dengan seruan Elsa. "Lho, kok turun? Masih harus bedrest kata dokter."


Riska nyengir kaku. "Bosan dikamar terus Ma .."


"Ya sudah, duduk sini aja temani Mama nonton TV." Riska lekas beranjak duduk disamping mertuanya.


Ternyata mertuanya tengah menonton acara memasak, Riska pun ikut memperhatikan. Tiba-tiba Elsa menyeletuk.


"Wah, Mama punya lho pisau kayak gitu. Mama beli 40 juta waktu itu." Riska menelan ludah kasar, mendengar penuturan mertuanya. Pisau macam apa itu?


"Waduh, itu pisau bukan cuma bisa memotong sayur aja. Memotong anggaran juga." Celetuk Riska spontan mengundang tawa Elsa di sampingnya.


Ha .. Ha ...


"Kamu ada-ada aja .. Mama memang senang koleksi alat masak, harga bukan masalah yang penting menurut mama kualitasnya bagus."


Riska hanya menampilkan deretan giginya dan menggaruk kepalanya. Orang kaya beda yah?


"Ris, teman mama kasih resep bolu pisang. Nanti kita buat bareng yah? Hari Sabtu aja, biar semua pada ngumpul dirumah, sama kamu juga udah pulih."


Riska mengganguk dengan senyuman. "Iya Ma.


***


Aldi sedari tadi memperhatikan Bian, sepertinya sahabatnya sedang kesambet setan, pasalnya dari masuk ke ruangannya Bian sumingrah sekali.


Ditambah sekarang sedang senyum-senyum sendiri menatap ponselnya.


"Hayo .. lagi lihatin foto cewek telanj*ng kan lho? Makanya senyum terus dari tadi?"


Bian langsung melempari Aldi dengan bantal sofa. "Enak aja. Gue nggak kayak lho, mesum."


"Gue mesum dimana coba."


"Giwi misim dimini cibi." Bian balas mencibir.


"Anj*ng lho." Umpatan Aldi.


"Al, sidang pertama sih Sesil 3 Minggu lagi. Nggak ada niat gitu buat jengguk? Mantan nominasi kategori menantu idaman mama lho itu."


"Hari Minggu bareng Riska perginya, penasaran juga mau lihat kesengsaraan dia." Ujar Aldi dengan tatapan tak terbaca.


"Hm .. untuk si Siska, gue udah menemukan tempat persembunyian nya." Ucap Bian dengan menyeringai.


"Bagus. Lakukan sesuai rencana kita, jangan sampai gagal." Balas Aldi penuh peringatan.

__ADS_1


"Gimana keadaan Bu bos, udah sehat?"


Aldi menatap penuh curiga. "Kenapa tanya-tanya?"


Bian memutar bola matanya malas. "Elah, cuma nanya doang. Cemburuan banget sih."


"Udah sehat dia." Jawab Aldi ketus.


"Udah bisa bikin dedek lagi dong?" Bian memberikan tatapan mengoda.


"Bikin dedek pala lu .. Masih puasa, kata dokter puasa dulu."


Ha .. Ha ..


Bian terbahak. "Sabar aja ya, Al. Ini ujian .."


"Teman anj*ng lho. Teman lagi menderita, elu ketawain."


"Sabar kali pak, orang sabar pantatnya lebar .."


"Keluar nggak lu!"


Bian tak merespon, Aldi yang mulai geram langsung berdiri dan menarik lalu menyeret Bian keluar.


"Sana ke ruangan elu aja, jangan ke sini kalo nggak ada yang penting."


Blam!


Aldi langsung membanting pintu.


***


"Hai sayangnya aku .." Sapa Aldi


Riska tersipu, wajah merah padam. "Lepas ih .. Malu, nanti ada yang lihat."


Aldi menghirup dalam aroma tubuh istrinya. "Nggak ada, lagi sepi."


Aldi dengan sekali sentakan membalikkan tubuh istrinya, hingga kini saling berhadapan.


Cup


Aldi mengecup kening Riska.


"I love you" Bisik Aldi sensual membuat Riska merinding.


Cup


Kec*pan Aldi turun ke bibir.


Eumpphh ..


Yang tadinya hanya cium*n, kini berubah menjadi luma**n lembut nan memabukkan. Tangan Riska yang tadi berada didada Aldi, kini berpindah mengalung dileher.


Keduanya mulai terbuai, keduanya seakan berlomba saling tarik menarik antara bibir atas dan bawah. Lidah Aldi mulai mengetuk ingin masuk lebih dalam, Riska pun mengizinkan dengan membuka mulutnya, memberikan celah untuk lidah Aldi mengabsen setiap deretan gigi Riska.


Lidah Aldi mulai mengajak lidah Riska beraduh, saling membelit. Hingga aktifitas peperangan mereka diganggu.

__ADS_1


Ekhem ..


Ekhem ..


"Dunia serasa milik berdua yah .. yang lain numpang." Cibiran Renata sih pelaku yang memergoki sang kakak dan iparnya beradegan panas.


Riska langsung mendorong Aldi, hingga mundur 2 langkah. Astaga, bagaimana bisa dia ikut terbuai?


"Ganggu aja sih." Balas Aldi ketus.


"Ke kamar kali kak kalau mau mesum. Ada yang jones ini lho .."


"Makanya cari pacar, percuma cantik kalau pacar aja nggak punya. Kasihan .." Ejek Aldi


"Heleh .. kalo kak Riska nggak hamil juga kakak nggak laku, kok."


"Aku banyak yang naksir, tinggal pilih aja. Beruntung Riska jadi istri kakak."


Dada Riska mengebuh, hatinya mulai panas. "Ya sudah pilih aja salah satu dari perempuan yang naksir kamu, aku mau pulang sekarang." Ujar Riska dengan wajah cemberut.


Riska mulai melangkah, namun lengannya langsung dicekal Aldi.


"Eh - Eh .. Mau ke mana? Bercanda Yang. Jangan marah yah? kamu yang terbaik, sumpah!" Bujuk Aldi.


"Nggak! Aku mau pulang ke rumah aku yang lama."


"Nggak boleh! Ini kan rumah kamu juga sayang. Jangan ngambek yah? yah?"


"Cih' .. Dasar bucin .."


"Sirik aja." Sentak Aldi


"Yuk, yang duduk makan malam, Mama sama Papa udah turun."


***


Selesai makan malam, Aldi dan Riska langsung masuk ke kamar.


Sama-sama duduk bersandar diranjang, dengan aktivitas masing-masing. Riska sibuk dengan ponsel, dan Aldi dengan laptop.


Aldi menutup laptopnya kemudian menyimpan diatas meja.


"Yang, kapan bisa bikin dedek lagi?" Tanya Aldi dengan wajah puppies eye nya.


"Sabar Napa, puasa dulu." Selesai berucap Riska menyimpan ponselnya, kemudian berbaring, dan diikuti Aldi.


"Iya, tapi kalau peluk boleh kan?"


Mendapat anggukan dari Riska dengan cepat Aldi mengalungkan tangannya di pinggang Riska.


Dasar Aldi, nggak menyia-nyiakan kesempatan.


Bersambung ...


See you next chapter, bye ..


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan hadiah...

__ADS_1


...Agar lebih semangat menulis...


__ADS_2