Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 27


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


Argghhhhhhh.......


Jeritan Riska memekik kan telinga, Aldi masih berdiri mematung kaget akan sesuatu yang tersentuh oleh pusakanya. Dan jangan lupakan Bian yang saat ini tengah terdiam dengan mata melotot sambil menahan tawanya. Matanya tidak salah lihat kan? adegan live tak terduga.


" Tangan suci ku ternodai hu-hu.. Tapi pak Aldi nggak pa-pa kan? " Riska menatap tangannya lalu menatap ke bawah dimana sang pelaku berada


" Maksud kamu apanya yang nggak pa-pa? Eh-eh ngapain lu? tengok apaan lu hah? " Aldi salah tingkah


" Liatin anunya lah pak, takutnya bengkak gitu karena kena telapak tangan mulus saya "


Ucapan tanpa filter Riska sontak membuat Bian menyemburkan tawanya tak sanggup lagi di tahan. Sedang Aldi menahan malu mendengarnya.


" Dasar lu yah, anak kecil mes*m.. " Umpat Aldi


" Enak aja anak kecil, udah 22 tahun loh aku pak, lagian yang pak Aldi bilang anak kecil ini nih " Ujar Riska sambil menunjuk dirinya sendiri " lagi mengandung calon anak kecilnya pak Aldi " Sambungnya sambil ngelus perut


Bian tak henti-hentinya tertawa, astaga ada yah pasangan somplak kayak dua orang didepannya ini.


" Huhh.. " Bian membuang nafas dulu mengurangi tawanya lalu melanjutkan. " Bener itu kata Riska tau.. Kecil-kecil gitu dia udah bisa bikin ulet lu berubah jadi ular ganas. Hahaha "


" Ulet? Ular? Emang pak Aldi melihara ular sama ulet? Dimana? " Tanya Riska polos tak paham dengan ucapan Bian

__ADS_1


Tuhan tolong tengelam kan aku. Dasar Bian anj*ng, nih perempuan juga polos apa begok sih?? Geram Aldi dalam hati


" Iya Ris. Ganas tau nggak, sekali gigit langsung tekdung. Haha " Sergahan Bian


" Bian stop! Riska keluar aja, nanti aku bicarakan dengan Papa masalah tadi " Aldi langsung memotong pembicaraan unfaedah Bian


Riska mengangguk lalu keluar, tinggal lah Aldi dan Bian. Aldi menatap tajam Bian yang cekikan.


" Wah, senang sekali anda yah " Decakan sinis Aldi


" Ya elah pak bos yang Budiman, nggak seru banget sih. Lagian sih Riska juga nggak ngerti kan? Udah yah selow "


" Pengen banget nih gue latihan tinju tapi nggak ada samsaknya. Mau nggak gantiin samsaknya, Yan? " Tekan Aldi dengan lirikan sinis


" Eh- aduh iya Al lupa gue ada berkas yang harus diperiksa, aku keluar dulu " Bian gelagapan


...****************...


" Lama amat lu nganterin tehnya, ngapain aja sih? hampir lumutan nih gue nungguin " Celetuk Intan


" I-iya maaf yah Ntan, tadi tuh.. Tadi tuh pak Aldi minta rapihin ruangannya dulu. " Bohong Riska


Nggak mungkin kan dia jujur kalo tadi habis mijitin Aldi dulu? bisa curiga nanti Intan. Apalagi kalau tau soal tangannya yang sudah ternodai? Bisa langsung dicap penggoda pasti.

__ADS_1


" Beneran? nggak bohong kan? " Tanya Intan dengan tatapan menyelidik


" I-iya Ntan, ya ampun nggak percaya banget sih.. Tanya aja noh langsung sama pak Aldi "


" Oke, jadi nggak makan gado-gado nya? laper nih, nungguin elu lama banget tau " Intan merajuk


" Jadi dong, yuk! "


Tiba diwarung mang Asep, Riska yang memesan makanan dan Intan yang cari tempat duduk. Namun sebelumnya Riska sudah bertanya lebih dahulu pesanan Intan.


" Mang gado-gado 2 porsi yah, 1 nggak pedes yang 1 lagi pedes tapi nanti banyakin kolnya yah mang. Sama es teh 2 yah "


Setelah selesai memesan makanan, Riska kembali duduk didepan Intan. 15 menit kemudian pesanan mereka tiba dan diletakkan dimeja.


" Selamat makan " Ucap Riska dan Intan bersamaan


Setelah berdoa mereka mulai menyantap makanan nya. Intan yang asik dengan makanannya, melotot menatap cara makan Riska yang terburu-buru seperti kelaparan.


Intan menelan ludah kasar. " Gila Ris, makannya pelan napa. Lu laper apa doyan? "


Riska meringis mendengar ucapan Intan. " Enak soalnya Ntan, mana udah pengen banget makan ini dari tadi pagi. Hehe " diakhiri dengan kekehan


Intan geleng-geleng kepala " Wah, fix lu Hamidun yah? "

__ADS_1


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN VOTE, SEBAGAI DUKUNGAN BAGI PENULIS....


...TERIMA KASIH...


__ADS_2