
Selamat membaca 🌷🌷🌷
" Berenti didepan warung itu aja, Re " Ku tunjuk warung dekat gerbang masuk kantor
" Loh, kenapa nggak langsung didepan aja kak? Udah deket kak, tanggung " Ku lihat Renata mengerit bingung
" Takut nanti ada yang lihat, mereka nanti curiga liat kakak turun dari mobil mewah "
" Oke deh, senyaman nya kak Riris aja " Mobil pun berhenti didepan warung
Aku terkekeh dengan panggilan yang dia sematkan padaku " Kok Riris? "
" Biar kayak aku gitu kak. Renata kan dipanggil Rere, jadi kak Riska jadi Riris " Ujarnya sambil cekikan
" Hm, senyaman nya Rere aja deh "
Seketika tawa kami pecah bersama karena aku menirukan perkataan nya.
" Ihh kak Riris asik tau, lucu. "
" Kamu juga lucu. Kakak kerja dulu, kuliah yang rajin. " Pamit ku sambil menjepit hidungnya
" Bye kak Riris, jangan kangen yah.. " Teriaknya lalu melajukan mobilnya
Aku terkekeh akan tingkah Renata, lalu mulai berjalan masuk ke dalam perusahan.
***
Badanku sekarang mudah sekali lelah, baru juga ngepel sebentar rasanya tulang mau rontok.
" Duh.. capek banget, duduk sebentar dulu deh " Gumanmku sambil menyeka keringat didahi
" Ris, dipanggil pak Aldi di ruangannya " Ujar mbak Citra
" Iya mbak " Mbak Citra langsung beranjak
Sedang didalam ruangan Aldi, sedang terjadi aksi saling menggoda.
" Berapa ronde bos semalam? " pertanyaan sekaligus menggoda sambil manaik turunkan alisnya
__ADS_1
" 10 kenapa? " Aldi mengikuti alur saja
" Widih.. kuat dong yah? Encok dah pasti itu bini lu "
" Kuatlah, sekali tek langsung dung sih Riska. Emang kayak lu? loyo.. "
" Kalo itu sih gue akui lu tokcer badai. Tapi kalo masalah gue loyo? sorry, gue perkasa. "
" Laki-laki itu yang pegang buktinya bukan janji " Cibir Aldi
" Mau bukti bos? " Aldi mengangkat bahunya
" Gue bikin bunting Riska sekarang "
Dengan cepat pulpen mendarat cantik dijidat Bian.
" Kampr*t lu, Riska emang lagi hamil sekarang dodol " Geram sang pelaku pelemparan pulpen
" Oh iy- " Ucapan Bian terintrupsi oleh ketukan pintu
" Masuk " Suara berat nan sexy Aldi
Riska hanya tersenyum mendengar pantun Bian sedang Aldi menatap jengah Bian. Kayaknya temannya itu sudah kumat.
" Neng Riska kenapa kesini? Mau mijit suami lagi yah? Jiwa kepo Bian meronta-ronta
Pipi Riska langsung bersemu merah, tidak mungkin dia lupa dengan kejadian itu. Dan Aldi langsung melotot kepada Bian.
" Keluar aja deh lu Yan, cowok bertulang lunak kurang belaian " Selah Aldi mengusir Bian
" Njii*rrr.. lu kata gue bencong? "
" Iya. Udah sana keluar, cepet! "
Dengan wajah masam Bian melangkah keluar, lalu Bian menunjukkan seringai.
" Silakan laki-bini saling pijit, waktu dan tempat kami persilahkan " Bian langsung lari terbirit-birit
" BIANNNNNNN... " teriak Aldi
__ADS_1
Sudah Bian duga, makanya dia langsung berlari menyelamatkan diri.
" Udah mas eh- pak jangan teriak-teriak nanti darting. " Selah Riska
" Kamu sumpain suami kamu cepat mati? " Suara Aldi naik satu oktaf
" Astaga, siapa yang nyumpain sih? Cuma ngingetin doang itu. "
" Nggak kamu nyumpain aku darah tinggi biar cepat mati. Mau kamu jadi janda? "
" Yah ampun, ini orang bego apa gimana sih. Bedahin ngingetin sama nyumpain nggak tau, percuma kuliah sampe luar negeri " Riska memutat bola matanya malas
" Kamu ngatain saya bego? Iya? " Aldi sampai berdiri dari duduknya
" Udah ih. Sekarang gue tanya ada Panggil-panggil gue? Kalo masih bahas bego-begoan, gue keluar . "
" Kamu ancam saya? " Melihat Riska yang berdecak pinggang dengan mata melotot, Aldi ciut.
" Oke-oke, Tadi papa bilang pulang kerja kita ke dokter buat periksa "
" Oke, aku tunggu diwarung dekat gerbang. Udahkan? Aku keluar " Pungkas Riska langsung balik badan dan keluar
Aldi menatap punggung Riska yang mulai hilang dari balik pintu.
" Perasaan gue disini yang bos nya? kok gue yang berkuasa? Parah nih baru sehari jadi bini udah gini, gimana kalo setahun? Bakal calon suami-suami takut istri gue " Gumam Aldi
***
Sore hari sepulang kerja, sesuai yang dijanjikan Riska menunggu Aldi didepan warung tempat yang sama saat Renata mengantarnya.
Melihat mobil Aldi berhenti didepannya, Riska langsung membuka pintu samping pengemudi. Memasang setbelt lalu mobil mewah yang dikendarai Aldi melaju membela jalanan.
" Kayaknya itu Riska deh.. "
Bersambung...
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DISETIAP BAB BERUPA LIKE, VOTE DAN HADIAH....
...AGAR PENULIS LEBIH SEMANGAT BERKARYA...
__ADS_1