
Selamat membaca 🌷🌷🌷
.
.
Aula perusahan NARENDRA COMPANY yang biasanya sepi, kini sedang ramai karena semua karyawan tengah berkumpul. Yang biasanya sunyi, kini terdengar berisik akibat suara para karyawan yang penasaran.
Untuk apa mereka semua di kumpulkan disini?
Eh, ini ada apaan sih? tumben kita disuruh kumpul tiba-tiba.
Iya, aku juga binggung. Ulang tahun perusahan belum kan, yah?
Eh, aku lihat tadi semua anggota keluarga pak Aldi ada lho, mines adiknya doang.
Mau ada acara kali yah, makanya sengaja di kumpulin?
Kiranya itulah sedikit percakapan para karyawan, yang penasaran dan menerka tujuan mereka semua di kumpulkan.
Tak lama kemudian terlihat Aldi dan Riska yang bergandengan tangan naik ke podium, diikuti Raka dan Elsa lalu Bian dibelakang.
Aldi kemudian maju kedepan dengan mengandeng Riska yang nampang gugup.
"Al, kita mau ngapain sih?" Bisik Riska yang sangat risih ditatap semua karyawan.
"Kamu tenang yah, percaya sama aku." Balas Aldi berbisik sambil mengusap punggung tangan istrinya, menenangkan.
"Mohon perhatiannya, semua."
Suara lantang Aldi, langsung membuat aula yang semula berisik langsung senyap.
"Saya ada sedikit penyampaian." Aldi menjeda.
"Mungkin sebagian karyawan ada yang belum tau, jika perempuan disamping saya ini, adalah istri saya. Maka dari itu, hari ini, saya ingin menyampaikan agar semua karyawan tau. Bahwa Riska adalah istri saya." Lanjutnya
Aldi menatap Riska sejenak dengan memberikan senyuman, lalu kemudian kembali menatap ke depan.
"Mungkin seluruh karyawan tau latar belakang istri saya. Maka dari itu, saya ingatkan. Jika saya sampai mendengar ada yang dengan sengaja menghina istri saya, saya tidak akan tinggal diam. Saya mohon, tolong hargai istri saya. Terlepas dari latar belakangnya, status sosialnya dulu, tapi sekarang dia adalah istri dari Aldino Devan Narendra, CEO Narendra Company."
Hati Riska langsung menghangat, inikah kejutan yang dimaksud suaminya? Jika iya, Aldi berhasil. Dia bahagia, bukan karena nanti semua orang akan mengetahui, jika dia istri dari CEO Narendra Company. Bukan .. Tapi dia bahagia, sangat bahagia, dia merasa dihargai, merasa kini mempunyai keluarga, merasa dihormati, merasa sangat dicintai oleh suaminya.
Dan sekarang, dia tak peduli lagi jika ada orang diluar sana, nanti akan merendahkan dirinya. Dia tidak peduli. Walaupun jika nanti seluruh dunia menghina dirinya, dia tidak peduli. Yang penting, suaminya dan keluarganya mendukung dan mempercayai dirinya.
"Dan saat ini, saya ingin memberikan kejutan untuk istri saya." Setelah berkata, Aldi memutar tubuhnya saling berhadapan dengan Riska.
'Kejutan apa lagi? Bukan ini kejutannya? ini saja dia sudah bahagia, lalu apa kejutan sebenarnya?' Batin Riska.
__ADS_1
Aldi memegang kedua tangan Riska, menatapnya dengan penuh tatapan memuja. "Riska istriku .. Aku tau kita sekarang sudah menikah, terlepas bagaimana skenario yang Tuhan buat hingga kita akhirnya menikah. Namun aku sadar, saat menikahimu aku tidak pernah meminta mu secara benar. Maka saat ini, didepan kedua orang tuaku dan seluruh karyawan sebagai saksinya. Aku ingin meminta kesediaan kamu, menjadi istriku dengan cara yang benar."
Aldi mengkode Bian dengan matanya. Bian yang peka, langsung mendekat dan menyerahkan sebuah kotak beludru berwana merah.
Aldi kemudian berlutut tanpa melepas genggaman tangannya.
"Istriku .. mungkin orang lain akan menganggap aku pria yang lebay, bucin atau lainnya. Tapi aku tidak peduli, aku ingin semua tau, kamu ada wanita paling istimewa dalam hidupku.
Istriku .. Aku akui jika ada wanita lain yang mengisi masa laluku. Namun, aku berjanji di masa kini dan seterusnya, kamu akan menjadi satu-satunya wanita yang namanya ku ucapkan dalam doa ku.
Istriku .. Aku tak bisa berjanji, jika nanti tak akan ada masalah dalam rumah tangga kita. Tapi aku akan selalu berjanji, aku akan selalu berada disamping mu dan kamu tidak akan pernah sendirian menghadapinya."
Aldi kemudian membuka kotak beludru itu, sebuah cincin emas putih bermatakan berlian terlihat berkilau.
Aldi kemudian mengeluarkan Cincin itu, menunjukkan kepada Riska.
"Aku Aldino Devan Narendra, lelaki yang tidak sempurna ini, ingin meminta engkau Riska Nadya sebagai wanita yang akan menyempurnakan hidupku. Menjadi pendamping dan ibu dari anak-anakku. Riska Nadya Will you marry me?"
Semua karyawan langsung heboh seketika, pasalnya atasan yang mereka yang kaku itu, bisa berkata panjang lebar dan seromantis itu?
Terima ..
Terima ..
Terima ..
Riska beberapa kali mengatur nafasnya, pertama kalinya dia tampil dimuka umum seperti ini. Dia grogi.
Riska tersenyum. "Suamiku .. Aku juga sama, aku bukan wanita yang sempurna. Maka dari itu, aku sangat berterima kasih kepada Tuhan, karena telah menghadirkan kamu sebagai pelengkap hidupku. Jika suatu saat, aku berbuat salah, atau jika aku sudah tak menarik lagi. Tolong jangan melirik wanita lain, katakan padaku agar nanti aku bisa berusaha memperbaiki, karena aku tak akan pernah rela berbagi hati dengan wanita lain." Riska diam, setetes air mata jatuh di pipinya.
"Aldi, Yes, i Will." Ucap Riska dengan lantang.
Suara tepukan mengema dalam aula tersebut, mereka ikut bahagia dan terharu. Cinta keduanya terlihat tulus, tak bersyarat. Karena cinta itu murni ..
Aldi berdiri menyeka air mata di pipi istrinya, kemudian mengambil telapak tangan sebelah kiri, lalu menyematkan cincin tersebut dijari manis. Aldi kemudian langsung memeluk Riksa.
"Aku mencintaimu .." Bisiknya di telinga Riska.
Cup
Aldi mengecup kening Riska.
"Dan aku lebih mencintaimu .." Balas Riska berbisik.
"Mohon perhatiannya sekali lagi." Ucap Aldi sambil memeluk Riska dan menghadap seluruh karyawan.
"Tolong doakan kesembuhan istri saya, dan semoga kami cepat di berikan momongan lagi. Terima kasih .."
__ADS_1
Semua tercengang, pasalnya mereka tau Riska tengah mengandung sekarang. Lalu mengapa meminta di doakan agar segera mempunyai momongan?
***
Sambil keluar dari aula, bisik-bisik tetangga mulai terdengar.
Eh, bukannya istri Pak Aldi lagi hamil ya? Kalian ingatkan sama kejadian sih Siska itu?
Iya, makanya bingung juga.
Kalian nggak lihat berita yah? Istrinya pak Aldi baru keluar dari rumah sakit, abis kecelakaan.
Iya, aku lihat. Walau nggak jelas nulis namanya, hanya inisial doang. Tapi aku yakin itu yang kecelakaan istri Pak Aldi. Terus nih, katanya kecelakaannya itu seperti disengaja.
Iya, pelakunya juga udah ditangkap kan, ya? Kasihan yah, sampe keguguran lagi. Untung Bu bos selamat.
Nekad banget yah, cinta di tolak nyawa taruhannya.
***
"Mau pulang bareng mama dan papa, atau bareng aku aja nanti?" Tanya Aldi yang kini hanya berdua dengan Riska di ruangannya.
"Bareng kamu aja deh." Jawab Riska
Mereka sedang duduk berdampingan disofa, hingga ponsel Aldi bergetar.
Drtt ...
Aldi menimbang ingin menjawab atau tidak, pasalnya nomor penelepon tidak tersimpan dikontaknya.
"Halo."
Aldi memilih menjawab panggilan tersebut, siapa tau penting.
"Aldi .." Sahutan dengan nada lirih diseberang.
Suara itu ..
Dia mengenalinya ..
'Clara.' Batinnya
Bersambung ...
See you next chapter, bye ..
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan hadiah...
__ADS_1
...Agar lebih semangat menulis...