Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 28


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, menit berganti menit dan hari berganti hari. Hingga tibalah pada hari ini, hari dimana sebuah status akan berubah. Hari dimana sebuah ikatan baru akan terjalin.


Sabtu, 14 November 2020


Tepat hari ini dirumah keluarga Raka Narendra, berdengung nya suara lantang seorang pemuda yang mengucapkan ijab kabul kepada seorang wanita bernama lengkap Riska Nadya wibowo bin Asnan Wibowo.


Dan kata yang terucap mengikrarkan bahwa mereka kini sudah menjadi sepasang suami istri.


SAH !!!!!


Kata itu yang serentak diucapkan oleh para saksi dan keluarga yang hadir. Dan ditutup dengan pembacaan doa.


Riska mencium tangan Aldi sebagai bakti dan bentuk hormatnya kepada suaminya, dan Aldi mencium kening Riska sebagai tanya kasih sayang kepada istrinya.


Meski semua keluarga tau, jika pernikahan ini terjadi atas dasar paksaan akan sebuah tanggung jawab.


Selesai acara ijab kabul tak ada acara resepsi. Ini semua keputusan kedua belah pihak pengantin. Untuk apa ada resepsi pernikahan? jika pernikahan ini akan dirahasiakan kan?


Riska diantar oleh Renata menuju kamar Aldi untuk beristirahat. Papa Raka lah yang menyuruh nya, takut Riska kelelahan.


Renata membuka pintu, dan mengantar Riska hingga duduk di ranjang.


" Kakak istirahat aja, sekarang kamar ini jadi kamar kakak juga. Rere kebawah dulu yah kak. " Tutur Renata lalu pamit


Sepeninggalnya Renata, Riska menatap sekeliling kamar dan ranjang yang dia duduki dihiasi ornamen khas kamar pengantin. Riska berdiri menatap pantulan dirinya dari cermin meja rias. Kebaya putih yang membalut tubuhnya dan kerudung putih yang menutup kepalanya, sangat cantik. Tapi untuk apa? Jika menikah dengan orang yang saling mencintai, mungkin saat ini dia sedang bahagia. Namun sekarang sebaliknya.


...****************...


Sedang ditaman belakang rumah, nampak Aldi dan Bian sedang duduk berbincang dikursi taman dengan segelas wine ditangan mereka masing-masing.


" Gue nggak nyangka sekarang gue udah nikah, dan bukan dengan Clara " Ujar Aldi dengan suara lirih diakhir kalimatnya


Namun ucapan Aldi tersebut masih tertangkap oleh Indra pendengaran tajam Bian.

__ADS_1


" Cih lu masih ngarepin sih tukang selingkuh, Al? Desis Bian


" Em nggak. Tapi.. hati gue masih stuck di dia Yan " Ungkap Aldi


" Udah lah Al. Apa sih yang lu harapkan dari dia? "


" Entalah " Aldi mengakat bahunya


" Gini yah Al, gue ngomong sebagai sahabat elu. Waktu itu kalian udah serius kan? Keluarga kalian juga udah saling ketemu kan? tapi lu nggak lupa kan Al, dia selingkuhin lu. Tuhan tuh sayang sama lu, makanya dia nunjukin semuanya. Mungkin dia bukan jodohnya elu " Nasehat Bian sok bijak


" Mending nih yah lu belajar buka hati buat bini lu, yang polos-polos asoii itu " Sambung Bian


" Nga mau gue, dia bukan tipe gue. "


" Halah.. dimulut aja ngomong nya dia bukan tipe gue.. tapi di skidipapap sampe perutnya berisi " Cibiran Bian mengikuti cara bicara Aldi


" Tau ah. Gue mau ke atas, sakit kuping gue "


Aldi berdiri lalu melangkah masuk kedalam rumah. Namun berhenti sejenak karena teriakan Bian, tak menghiraukan lalu kembali berjalan.


Saat membuka pintu kamarnya, Aldi menghela nafasnya melihat Riska yang berdiri didepan cermin. Sekarang dia tak sendiri lagi dikamar ini, mulai hari ini dia harus berbagi kamar dengan Riska.


Melihat pantulan Aldi dibelakangnya, sontak Riska berbalik badan. Dia sangat malu saat Aldi masuk tiba-tiba, ketika dia sedang menurunkan resleting kebayanya.


" Sa-saya mandi dulu " Ujar Riska terbata


Setelah mengucapkan nya, Riska langsung melesat masuk ke kamar mandi. Mengingat ada yang dia lupakan, Riska kembali dengan cepat membongkar tasnya yang ada disofa.


Nggak lucu kan kalo ada drama lupa bawah baju ganti? batinnya


Selesai Riska mandi giliran Aldi yang masuk ke kamar mandi. Dalam waktu 15 menit Aldi menyelesaikan mandinya.


" Duduk disofa, kita perlu bicara " Ucap Aldi


Mereka berdua duduk bersebelahan disofa kamar. Sungguh suasana yang amat canggung.

__ADS_1


" Pakaian kamu bisa kamu letakkan dilemari disudut kanan, tengah itu pakaiannya saya dan yang paling kiri tempat jas kerja saya " Terang Aldi


" Iya " Riska baru saja berdiri untuk memasukan pakaian ke lemari, namun dicegat oleh Aldi


" Tunggu. Ada hal penting yang harus saya katakan " Riska kembali duduk disebelah Aldi


" Kau tau kan aku menikahi mu semata-mata hanya tanggung jawab? "


" Iya, aku mengerti " Riska mendudukkan pandangannya


" Aku tak bisa berjanji bahwa pernikahan ini akan bertahan " Ucap Aldi tanpa menatap Riska


Riska seketika mendongak. " Maksud pak Aldi? "


"Jangan berharap dengan pernikahan ini, aku menikahimu karena tanggung jawab saja. suatu saat aku akan menceraikanmu.!" ucap Aldi "


" Aku tak mencintaimu, aku sedang menunggu seseorang "


" Bagaimana jika aku bisa membuat bapak jatuh cinta? "


" Mustahil " Decakan Aldi


"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, pak. Itu janjiku.! " balasku tegas.


" Itu hanya akan ada dalam mimpimu! " balasnya datar


" Ya, dalam mimpiku bapak akan jatuh cinta padaku. Lihat saja nanti! aku akan berjuang untuk anakku. " tegasku percaya diri.


**Bersambung....


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN VOTE, SEBAGAI DUKUNGAN BAGI PENULIS....


...TERIMA KASIH...


Follow Ig @debyriedel**

__ADS_1


__ADS_2