
Selamat membaca 🌷🌷🌷
Pagi harinya diruang makan keluarga Narendra nampak masih dalam suasana tegang. Hanya ada dentingan sendok yang terdengar.
Papa mengelap mulutnya dengan tisu, setelah menyelesaikan sarapannya.
" Al, jangan lupa pulang kantor kamu bawah Riska ke rumah. Kita membicarakan tentang pernikahan kalian "
Sontak mendengar ucapan Papa, membuat suasana mulai panas kembali. Tepatnya Mama yang amarahnya mulai keluar lagi, namun berusaha untuk tenang tak ingin berdebat.
" Iya Pa "
Setelah itu tak ada lagi pembicaraan antara mereka.
...................
Tiba dikantor Aldi bersama Bian keruangan Meraka masing-masing, namun sebelum itu Aldi lebih dulu menyuruh Bian untuk memanggil Riska ke ruangannya.
Tok..tok..
Aldi yang memang sudah menunggu kedatangannya dengan duduk disofa langsung menyuruhnya masuk, dia tau yang datang pasti Riska.
Dan benar dugaannya, Riska lah yang muncul dari balik pintu.
" Bapak panggil saya? " Jujur Riska gugup sebenarnya, mengingat didepannya adalah ayah dari bayinya
" Iya, duduk! "
Riska pun duduk berhadapan dengan Aldi.
" Ada apa? " Tanya Riska pelan sambil menunduk
__ADS_1
" Nanti pulang kantor, Kamu tunggu didepan Alf*mart dekat kantor. saya akan jemput kamu. kita akan kerumah menemui orang tua ku. "
" A-apa? Eum maksud saya, Ba-baik pak " Riska terbata menjawab karena kaget sekaligus takut
" Ya sudah kamu boleh keluar "
Riska hanya mengganguk dan segera keluar dari ruangan Aldi.
Selama melaksanakan pekerjaan Riska dan Aldi sama-sama tidak konsentrasi dan banyak melamun.
Hingga saat sudah waktunya pulang kantor, Riska mengikuti perintah Aldi dengan menunggunya ditempat yang Aldi minta.
Riska yang berdiri sambil menunduk hampir terlonjak kaget karena bunyi klakson mobil didepannya.
Tin.. Tin..
Aldi menurunkan sedikit kaca mobil, lalu menyuruh Riska masuk kemudian melajukan mobilnya.
" Keluar " Ucap Aldi yang sudah berdiri disamping Riska, Tanpa ada niatan membukakan pintu.
Riska keluar dan mengerit heran, karena mereka bukan berada didepan rumah.
" Katanya kita mau ketemu orang tua pak Aldi? kok kita sini? " mengapa mereka sekarang berada didepan butik?
" Udah jangan banyak tanya, sekarang kita masuk "
Aldi langsung berjalan terlebih dahulu setelah menyelesaikan perkataannya dan diikuti Riska dari belakang.
" Selamat sore pak Aldi, selamat datang. Ada yang dibutuhkan pak? Mari saya bantu " Sapaan ramah pelayan butik yang mengenali Aldi
" Carikan pakaian yang cocok untuk dia " Ucap Aldi menunjuk ke arah Riska
__ADS_1
" Baik pak, mari mbak ikut saya "
Riska mengikuti langkah pelayan hingga tiba di deretan gaun-gaun cantik yang berjejer.
Pelayan pun memilihkan beberapa gaun yang dia rasa cocok dengan Riska, kemudian mengajak Riska ke ruang ganti.
Pelayan membantu Riska mencoba gaun pertama gaun berwarna putih gading dengan lengan se siku dan panjang sampai lutut, sangat begitu cocok dengan kulit Riska yang mulus meski tidak terlalu putih. ditambah dengan hells setinggi 7 cm berwarna hitam, nampak sebuah perpaduan sempurna.
Riska keluar untuk diperlihatkan kepada Aldi, Aldi yang sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya, langsung mengangkat wajahnya ketika mendengar dari pelayan butik.
" Bagaimana menurut bapak gaun yang ini? "
Aldi menatap tak berkedip pada Riska yang tampak sangat berbeda. Cantik, itulah yang Aldi lihat meski wajah Riska tanpa polesan make up.
" Cantik " guman Aldi tanpa sadar dengan suara pelan
" Bagaimana pak? " Tanya kembali pelayan butik karena tidak jelas mendengar gumaman Aldi.
Tersadar dengan ucapan nya, Aldi lengkap mengeleng.
" Tetap jelek. " Riska memutar bola matanya mendengar ucapan Aldi
" Saya ambil yang itu, nggak usah dibungkus langsung dipakai " Sambung Aldi
Selesai membayar, Aldi segera keluar dari butik dan bergegas melajukan kembali mobilnya menuju rumahnya.
Sesekali Aldi menatap Riska disampingnya, Namun tak disadari oleh Riska karena sibuk menatap ke luar jendela.
" Nggak jelek-jelek amatlah, calon ibu anaknya gue ". Gumam Aldi dalam hati sambil tersenyum tipis
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN VOTE, SEBAGAI DUKUNGAN BAGI PENULIS....
__ADS_1
...TERIMA KASIH...