Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 32


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


" Susunya kamu taruh aja rak dapur " Ujar Aldi saat mereka tiba


" Iya, sekalian mau bantuin bibi masak makan malam " Riska mengangguk


Merekapun berpisah, Aldi yang naik ke lantai atas dan Riska yang berbelok ke dapur.


" Loh, bi Tuti udah hampir selesai masak ya? Maaf yah Riska baru datang. Ada lagi nggak bi yang bisa Riska bantu? " Riska lekas meletakkan kotak susunya dirak


" Nggak pa-pa kok non, udah hampir selesai ini. Tinggal cah kangkung aja " balas bibi sambil mengaduk masakan diwajan


" Cah kangkung nya biar Riska aja yang buat bi "


Bibi pun mengiyakan dan membiarkan Riska menyelesaikan masakannya. Selesai dengan masakannya Riska membantu bibi menata makanan dimeja makan.


" Bi, Riska ke atas dulu yah mau bersih-bersih " Pamit Riska teringat jika dia belum menyiapkan pakaian ganti suaminya.


Riska menghela nafas lega saat masuk ke kamar dan mendapati jika suaminya masih sedang mandi. Lekas Riska membuka lemari, kaos putih dan celana hitam selutut pilihannya dia letakan dikasur sebagai baju ganti suaminya.


Saat Aldi membuka pintu dia terkejut melihat Riska yang sedang duduk disofa. Dengan cepat dia merubah mimik wajahnya kembali mode datar.


" Mas, itu baju gantinya udah aku siapkan " Ujar Riska menoleh saat mendengar bunyi pintu terbuka


" Hm " Aldi hanya berdehem lalu mengambil pakaiannya dan berbalik kearah kamar mandi. Tak mungkinkan dia memakainya didepan Riska?


" Sepertinya lucu jika mengerjainya " Batin Aldi melihat tidak ada pakaian dalam yang Riska siapkan.


Aldi berbalik badan " Kenapa pakaian dalamnya nggak kamu siapkan sekalian? " Tanya Aldi dengan seringai tipis


" Harus banget gitu? "


" Ya iyalah. Udah tugas kamu itu sebagai istri "


" Oke " Aldi tersenyum tipis melihat Riska yang sudah berdiri


Riska lekas membuka laci bawah lemari mengambil satu pakaian dalam Aldi, kemudian melangkah mendekati Aldi. Dengan cepat Riska menarik lengan Aldi menuju ranjang, lalu dengan sekali hentakan Aldi terlentang di ranjang. Aldi terkejut dan mengerit heran dengan apa yang dilakukan Riska, mau apa perempuan ini?


" Sebagai seorang istri, sudah sepantasnya aku melayani suami dengan baik bukan? jadi sekalian aja aku pakein ********** " Ujar Riska santai


Riska lekas mendekat hendak membuka handuk yang melilit pinggang Aldi. Sontak Aldi melotot panik.


" Stop! Hentikan! " Jerit Aldi mode awasnya sudah On tapi ditulikan oleh Riska, dan tetap mendekat dengan tangan yang hampir mencapai ujung handuk.

__ADS_1


" RISKA BERHENTI! " Dengan sekuat tenaga Aldi berguling kesamping lalu menarik ********** dari tangan Riska, lari terbirit-birit ke kamar mandi. Sampai pintu Aldi Kembali berbalik berjongkok memungut pakaiannya yang jatuh akibat tarikan Riska, saking terburu-buru saat akan berdiri Aldi sampai terpelanting namun sakitnya seakan hilang lalu kembali lari ke kamar mandi. Lekas Aldi membanting pintu dan menguncinya dari dalam.


Riska tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan Aldi, jelas saja Riska sengaja melakukannya. Riska sempat melihat Aldi tadi menyeringai, dan otaknya dengan cepat bekerja balas mengerjai Aldi. Mana berani dia nekat membuka handuk laki-laki meskipun Aldi sudah sah suaminya, niatnya hanya untuk menggertak saja.


" Haha.. Rasain kan, Riska dilawan. Panik nggak? panik nggak? panik lah masak enggak, Haha " Riska tertawa sampai menitihkan air mata


Mendengar tawa dari dalam kamar, Aldi mengumpat dalam kamar mandi.


" Dasar kampr*t, titisan setan. Niat mau ngerjain malah gue kena perangkap. Dasar setan betina " Aldi mengacak-acak rambutnya


***


Saat makan malam wajah Aldi muram durjana sedang Riska berseri-seri. Ternyata itu semua tak lepas dari perhatian Renata.


" Kak Riris kenapa? kok kayak seneng banget sih? " Celetukan Renata, Semua mata pun menatap Riska kecuali Aldi tentunya. Karena Aldi tau apa yang membuat Riska sebahagia itu.


" Nggak kok, cuma teringat kejadian lucu aja dikantor tadi " Riska cekikan


" Wah, apa tuh? " Jiwa kepo Renata meronta-ronta


" Tadi tuh ada kucing yang mau nangkap tikus, nah tikusnya lari dan sih kucing tetap ngejar. Nggak taunya sih tikus lari ke sarang tempat semua tikus sembunyi, eh si kucing langsung lari dong ketakutan karena dikejar balik sama tikus tadi dengan teman-temannya. " Terang Riska melirik Aldi sekilas


" Itu tuh namanya the power of geng tertindas, Hehe "


Selepas makan malam Riska lekas kembali ke kamar dan disusul Aldi.


" Seneng banget kamu yah habis ngejain suami? Desak Aldi


Riska menatap pantulan Aldi dari cermin lalu kembali membersihkan wajahnya. " B aja " Singkat Riska


" Tunggu aja balasan gue " Tekan Aldi


" Aku siap menunggu pak suami " Balas Riska dengan nada mengejek


***


Riska lekas membuka mata dan menutup mulutnya, kemudian berlari ke kamar mandi.


Huekk.. huek...


Riska lemas terduduk dilantai memuntahkan semua isi perutnya.


Mendengar ada suara samar orang sedang muntah, Aldi bangun dan melihat ke pintu kamar mandi yang terbuka. Aldi beranjak mendekat ke kamar mandi.

__ADS_1


" Ngapain kamu? " Tanya Aldi polos


" Pertanyaan bodoh. Udah liat lagi muntah malah nanya lagi, malu sama ijazah pak "


Aldi melotot " Dasar setan betina " geram Aldi


" Terus situ apa? setan jantan? Eh- nggak ada jantan-jantannya dong " Balas Riska sengit menahan lemas tubuhnya


" Kamu meragukan kejantanan saya? Kamu lupa? sekali coblos kamu langsung tekdung? " Harus dilawan ini setan betina, harga diri dipertaruhkan sekarang.


" Stop dulu main setan-setan nya, lemes ini. Batuin berdiri " Selah Riska


" Halah giliran ginian minta bantuan "


" Heh, bibit kamu ini yang buat aku lemes. Hadeh.. nggak cuma buatnya aja ternyata lemes, sampe udah jadi juga masih lemes " Cercah Riska


" Maksud kamu? " Aldi mengeritkan alisnya


" Pak suami lupa? aku dibikin lemes sama bapak pas buatnya? mana masih lemes minta nambah lagi " Keluh Riska


Pipi Aldi memerah, kenapa harus bahas itu sih? Aldi dengan cepat mendudukkan Riska diranjang.


" Kamu nggak usah kerja dulu, istirahat aja nanti aku suruh Bian izinin kamu " Aldi berusaha menyembunyikan gurat merah diwajahnya


" Kenapa pipinya merah? ingat waktu itu yah? waktu berkeringat sexy ya? hayo ngaku? " Memang titisan setan ini perempuan


" A-aku ke dapur dulu su-ruh bibi buatin teh jahe buat kamu " Aldi gelagapan


Tanpa menunggu jawaban, Aldi lekas keluar dari kamar. Bahaya jika tetap dikamar bersama sih setan betina.


Sedang dalam kamar Riska sedang tersenyum geli sendirian. " Haduh tuh kan, keingat keringat sexynya. Ahh jadi pengen.. " Gumamnya


***Bersambung....


Dasar mesum Riska ini yah***?


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE, VOTE DAN HADIAH YAH, SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN KEPADA PENULIS....


...TERIMA KASIH...


***Follow Ig: @debyriedel


See u next chapter.. Bye***

__ADS_1


__ADS_2