Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 14


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


Riska dengan cepat melaju ke ruangan Bu Dewi, tiba didepan pintu Riska mengetuk pintu. Mendengar sahutan dari dalam, Riska segera masuk.


" Duduk Riska "


" Kenapa kemarin tidak masuk?? kamu izinnya hanya setengah hari kan?? "


" Maaf Bu, kemarin saya kurang enak badan " Ucap ku lirih


" Kamu tau kan kamu itu baru masuk?? tolong jaga kedisiplinan. saya harap masalah kemarin tidak terulang lagi " ucap Bu Dewi memperingati


" Iya Bu, saya janji. "


" Ya sudah, kamu boleh lanjutkan pekerjaan kamu " Setelah mengatakan itu bu Dewi kembali meneruskan pekerjaannya


Aku segera keluar tak lupa menutup pintu, beranjak kembali ke lantai 4 meneruskan pekerjaan ku.


" Semoga nggak ketemu dia lagi " Riska membatin


Tiba di lantai atas Riska kembali sibuk dengan pekerjaannya hingga tak terasa mulai memasuki waktu makan siang.


..................


Aldi dengan tergesa-gesa langsung masuk ke dalam ruangannya diikuti Bian dari belakang.


" Kamu kenapa sih Al?? Aneh banget "


Mendengar pertanyaan Bian dengan cepat Aldi merubah raut wajah kembali datar. Dia takut Bian semakin curiga nanti.


" Nggak kok, tadi itu cuma karena terkejut aja. " Ucap Aldi dengan tenang tak menunjukkan kegugupan


" Mungkin perasaan gue aja kali " Celetuk Bian masih sedikit ragu


Aldi tak merespon celetukan Bian dan langsung berlalu duduk dikursi kebesarannya, berusaha fokus dengan pekerjaannya. Sedang Bian yang melihat Aldi mulai fokus segera pamit ke ruangannya, dan hanya dijawab Aldi dengan gerakan tangan.


Drtt.. drtt..


Ponsel Aldi yang berada dimeja disamping tangan kirinya berdering. Melihat siapa nama yang menelepon, Aldi segera mengangkat nya.

__ADS_1


" Halo, selamat pagi pak Aldi " sapa seseorang di seberang telepon


" Iya, selamat pagi juga pak Risal "


" Saya mau tanya jadwal peninjauan proyek di Bandung apakah tidak ada perubahan?? "


" Tidak pak Risal, nanti kita berangkat sesuai jadwal Minggu depan "


" Baiklah pak kalau begitu, Maaf menganggu waktu bapak "


" Tidak masalah pak Risal "


Setelah panggilan berakhir, Aldi meletakkan kembali handphone nya dimeja lalu kembali berkutat dengan berkas. Aldi melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya, Aldi karena sudah waktunya makan siang.


" Pekerjaan ku masih banyak banget, nggak bisa ditinggal " Gumamnya kemudian mengangkat gagang telepon, menelepon sekertarisnya


" Citra tolong suruh salah satu OB belikan saya makan siang, nasi sama ayam bakar aja " Ujar Aldi setelah panggilannya tersambung


..............


Riska baru saja menyelesaikan makan siangnya di pantri, dia tidak ke kantin seperti teman lainnya karena membawa bekal dari rumah.


Segera Riska membereskan bekas makannya dan menyimpan kembali ke dalam tas jinjing yang dia bawah.


Citra tiba dipantri dan melihat hanya Riska sendirian. Akhirnya Citra melangkah menghampiri Riska.


" Ris, kamu tolong belikan nasi sama ayam bakar 1 paket antar ke ruangan pak Aldi yah " Ucap Citra setelah berhadapan dengan Riska


Setelah Riska menyanggupi, Citra kembali ke meja kerjanya. Riska segera pergi membeli pesanan atasannya itu. 30 menit berlalu Riska kembali untuk mengantarkan pesanan nya.


" Pemisi mbak, ini pesanannya " seraya menyerahkan nasi dan ayam bakar yang sebelumnya sudah Riska pindahkan ke piring


" Kamu bawah masuk aja Ris "


" Tapi Mbak " Ucap Riska menolak karena tidak ingin bertemu dengan Aldi


" Kamu aja yah, mbak minta tolong banget. Mbak lagi nanggung banget ini " Mohon Citra dengan wajah memelas


Melihat Citra yang memang sedang sibuk, bahkan berkerja sambil makan siang akhirnya mau tak mau dia mengantarkan.

__ADS_1


Sedang dalam ruangan Aldi ada Bian yang datang untuk mengajak makan siang, namun ditolak Aldi Karena banyak pekerjaan dan sudah memesan makanan terlebih dahulu. Akhirnya Bian pun sama hanya memesan makanan dari aplikasi dan menunggu di ruangan Aldi.


Riska kemudian mengetuk pintu, setelah mendengar sahutan suara berat dari dalam Riska gugup seketika.


" Tenang Riska, bersikaplah seperti biasa " batinnya. Lalu masuk ke dalam


" Permisi pak, ini pesanannya " Ucap Riska setenang mungkin sambil menunduk


Mendengar suara itu Aldi dengan cepat mengangkat kepalanya, 'Degg ' Aldi membeku di tempat duduknya.


" Ta-ruh saja di meja depan sofa " Aldi tak bisa menyembunyikan kegugupannya


Riska berjalan pelan sambil menunduk ke arah meja, meletakkan makanan dengan cepat.


" Pak sudah selesai , saya permisi " Pamit Riska masih setia menunduk, dan di jawab Aldi dengan gerakan tangan.


Bian yang sedari tadi diam memperhatikan kecanggungan itu, tak tahan mulutnya gatal ingin bersuara.


" Ris?? " Panggil Bian " Ya " Riska mengangkat kepalanya melihat Bian


" Nggak sekalian disuapin dulu jodohnya ?? " Ucap Bian menggoda Riska


Wajah Riska langsung memerah sedangkan Aldi Terbatuk ditempatnya.


' Uhuk .. Uhukk


Sedang Bian sang pelaku heran melihat tingkah aneh mereka berdua, sudah dua kali dia melihat keanehan ini dan itu patut dia cari tau.


" Pak saya keluar dulu " Selah Riska lalu dengan cepat berbalik tanpa mengunggu jawaban.


Saking cepat dia berbalik Riska hampir menabrak sofa di dekatnya, Bian dan Aldi tergelak melihatnya.


" RIS, JODOHMU PENGEN DISUAPIN KATANYA!! " Teriak Bian meledek Riska


...°° MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...


...~TERIMA KASIH~...


DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘

__ADS_1


__ADS_2