Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 13


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


Aldi memilih mengindari Bian dengan pergi ke ruangan papanya. Takut! karena sepertinya Bian sudah mulai curiga. Sikapku yang berubah pasti menjadi salah satu kecurigaannya.


" Ada apa Pa?? Ada yang penting?? " Ucap Aldi memasuki ruangan papanya.


Melihat Aldi sudah datang dan duduk disofa, papa Raka pun beranjak duduk disofa berhadapan dengan Aldi.


" Kamu lagi ada masalah Al?? Papa perhatikan selama rapat kamu nggak fokus, sibuk melamun "


" Nggak kok Pa, cuma capek aja Aldi. Semalam abis nemenin minum si Jonatan, jadi rada sakit kepala dikit Pa " Alibi Aldi


Aldi melihat seburat kekawatiran di wajah Papanya itu, seketika Aldi merasa bersalah telah melanggar kepercayaan papanya itu.


" Papa nggak usah kawatir, palingan istirahat sebentar aja udah baikkan kok. " Sambungnya


" Ya sudah, kalo udah nggak ada kerjaan yang penting mending kamu istirahat aja " Nasehat Papa Raka


" Iya Pa, Aldi keluar dulu Pa " Pamitnya


Keluar dari ruangan papa Raka Aldi menuju ruangan Bian asistennya.


" Yan gue udah nggak ada jadwal lagi kan sore ini?? " Bian yang sedang sibuk menatap laptop langsung mengadah


" Udah nggak ada sih Al, emang kenapa?? "


" Aku mau balik sekarang, lagi nggak enak badan. Kamu lanjut aja kerjanya nggak usah nganterin, nanti aku minta supir aja. "


" Ok, hati-hati Al " lekas Aldi beranjak keluar

__ADS_1


Aldi segera merapikan semua berkas yang ada di mejanya, lalu beranjak turun ke Lobby kantor. Sambil berjalan Aldi menelpon memberitahu supir kantor untuk mengantarnya pulang ke rumah.


Melihat kedatangan Aldi, pak supir langsung bergegas membukakan pintu penumpang. Setelah Aldi duduk, pak supir pun bergegas menutup pintu dan duduk di kursi pengemudi.


Mobil pun meninggalkan parkiran kantor menuju ke rumah, sedang Aldi dikursi penumpang sedang melamunkan sesuatu hingga mobil memasuki gerbang dan berhenti di depan pintu utama.


Dengan sigap pak supir langsung membuka kan pintu, namun setelah menunggu beberapa detik Aldi tak kunjung keluar. " Pak?? pak Aldi?? pak sudah sampai pak " ujar pak supir menyadarkan Aldi dari lamunannya


" Ah, iya pak. Terima kasih, bapak boleh balik lagi ke kantor "


Tiba di kamarnya Aldi, langsung merabahkan tubuhnya ke tempat tidur tanpa berganti pakaian terlebih dahulu. Pusing dirinya memikirkan kejadian yang menimpanya, berusaha memejamkan matanya namun sangat sulit rasanya.


" Arrgggh " Aldi mengacak rambutnya, dengan sekali hentakan Aldi sudah sudah merubah posisinya duduk. Ingin menenangkan dirinya Aldi kemudian memilih berendam air dingin " Mending gue berendam air dingin " ujarnya lalu beranjak ke kamar mandi


Waktu menunjukkan sudah pukul 7 malam, terdengar pintu kamarnya diketuk. Aldi melangkah membuka pintu, ternyata adiknya Renata yang mengetuk pintu.


" Kakak disuruh turun ke bawah buat makan malam, papa sama Mama udah nunggu di bawah " Renata segera berbalik setelah mengatakan ajakannya.


" Al kok mama nggak tau kamu pulang cepet tadi?? trus semalam kenapa nggak pulang?? nginep dimana?? " todongan mama


" Ma satu-satu dong nanya nya " protes ku kesal


" Udah nggak udah bantah, jawab aja apa susahnya sih " Ngotot mama


" Pertama pas Aldi pulang ngucapin salam nggak ada yang jawab, mama nggak ada lagi dikamar. Terus semalam aku abis ketemuan sama Jonatan anak teman bisnis papa, Karena keasikan ngobrol sampe lupa waktu. karena udah larut aku pilih nginep dikantor karena jarak tempat kita ketemuan dekat sama kantor " jelas Aldi panjang lebar


Ya Aldi tidak berbohong saat pulang ke rumah tadi sore, ketika masuk ke rumah dan mengucapkan salam tak ada yang menjawab. rumah agak sepi lantas Aldi menuju dapur dan bertanya pada bi Ira, dan bi Ira mengatakan jika mamanya sedang beristirahat dikamar.


" Udah selesai interogasi nya?? udah bisa makan sekarang?? " Selah Renata

__ADS_1


Akhirnya makam malam pun berjalan dengan dengan keheningan, hanya suara dentingan sendok yang menyentak piring yang terdengar.


......…......


Riska bangun dengan mata sembab, hari ini dia akan bekerja. harusnya kemarin siang dia masuk setengah hari, tapi dia memilih tidak masuk dan berdiam diri di rumahnya. setelah siap dan sarapan sedikit nasi goreng yang di buatnya, Riska segera berangkat di antarkan pak mamat.


" Semoga hari ini nggak ketemu dia " Doa Riska dalam hati kemudian melangkah masuk


Riska segera melakukan tugasnya, sibuk mengelap kaca diluar ruang meeting. hingga Riska menoleh pada panggilan Intan disamping kirinya.


" Ris, dipanggil ibu Dewi di ruangannya " Riska mengangguk sebagai jawaban


Aldi dan Bian baru saja tiba dikantor. memasuki lobby utama dan menaiki lift menuju ruangannya. setelah lift terbuka Aldi yang sibuk berbicara dengan Bian masalah pekerjaan tidak memperhatikan sekitar. Hingga langkahnya terhenti ketika ditabrak seseorang di depannya.


Riska segera berbalik badan untuk pergi menemui Bu Dewi.


Dukkk' Riska tak sengaja menabrak seseorang, dia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang dia tabrak. seketika kegugupan melanda dirinya.


" Ma-maaf pak, sa-saya tidak sengaja " ujar Riska terbata sambil memilin jari tangannya


" Eng-enggak apa-apa, kamu boleh pergi " Ucap Aldi tak kalah gugup lalu segera pergi


melihat Aldi yang sudah lebih dulu pergi, Riska pun segera pergi dengan langkah cepat sambil menunduk. menyisakan Bian dengan pikiran penuh tanya.


" Ada apa dengan dua orang itu?? mereka terlihat aneh " gumam Bian menatap Aldi dan Riska bergantian


...°° MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...


...~TERIMA KASIH~...

__ADS_1


DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘


__ADS_2