
Selamat membaca 🌷🌷🌷
Ting!
089823xxxxxxx
[ Pulang bareng gue! ]
Riska mengerit membaca pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal. Tak menampilkan foto di profilnya.
Ini siapa? balas Riska penasaran dengan sang pengirim pesan. Duduk dipantri sambil menyantap cilok dengan jari mengetik balasan.
Ting!
Penasaran, Riska lekas membuka pesan balasan tersebut. Seketika hatinya berbunga-bunga, membaca pesan.
[ Suami ]
Singkat, tapi Riska tersenyum geli membacanya. Perjuangannya merebut hati suaminya mulai menunjukkan hasil.
Ya ampun.. secara tidak langsung dia mengakui gue istrinya dong. Batin Riska
Memilih tak membalas pesan tersebut, dan meneruskan makan. Sekali-kali jual mahal, dia yang diseberang penasaran.
"Hayo.. Ngapain senyam-senyum sendiri? kesambet apa gimana?" Pekik Jihan duduk disamping Riska
"Iya, kesambet setan jant*n berjiwa bucin." Candaan Riska sebagai balasan
***
Aldi tak fokus berkerja, pikirannya mulai oleng ke Riska. Mengambil ponsel lalu menghubungi sang asisten.
"Cariin nomor handphone Riska sekarang!" Tut..Tut..
Aldi langsung mematikan sambungan telepon setelah menyerukan perintahnya. Tak sampai semenit terdengar bunyi pesan masuk.
~Bian
[ 089845xxxxxx ]
Dengan cepat Aldi menyimpan kontak tersebut, kemudian mengetikan pesan sekaligus ultimatum. Selang 1 menit pesan balasan masuk.
~Wife
[ Ini siapa? ]
Suami, balasan singkat Aldi namun jantungnya deg deg-an saat mengetik satu kata itu. Menunggu hingga 5 menit namun tak ada lagi balasan dari seberang.
__ADS_1
Aldi melemparkan ponsel berlogo buah apel sisa gigitan tikus itu ke meja. Mengerutu kesal karena tak ada balasan.
"Anj*r.. sibuk apaan sih dia, sampe nggak balas pesan gue."
Ting!
Lekas Aldi Mengambil ponselnya, dengan senyum Aldi cepat membuka pesan yang masuk.
088912xxxxxx
[Al, Nonton yuk? Sesil]
Senyumannya langsung luntur berganti dengan wajah muram bagai awan mendung. Tak mau jarinya lelah dengan mengetikkan balasan, Aldi memilih mengabaikan.
"Haiss.. Yang ditunggu balasan malaikat, eh malah yang masuk pesan dari iblis neraka." Gerutu Aldi lalu memilih menyender dan menutup mata.
***
Akhirnya waktu yang Aldi tunggu tiba, membereskan berkasnya agar bisa cepat menjemput sang ibu dari anaknya.
Berjalan beriringan dengan Bian masuk ke lift menuju lobby. Sampai di lobby, Aldi mengatakan jika dia akan menyetir sendiri dan Bian tak harus mengatarnya.
Aldi menahan gejolak amarah yang sudah menyeruak sampai kepalanya, melihat Riska berdiri bersampingan dengan Dodi. Padahal disana bukan hanya mereka berdua, ada juga Jihan, Ayu dan Intan. Namun rasa cemburu menutup penglihatan, hingga yang terlihat olehnya hanya Riska yang tertawa disamping Dodi.
Dengan langkah seribu Aldi berjalan dengan cepat, bahkan Bian binggung dibuatnya. Sampai ditujuan, Aldi lekas menarik kuat lengan Riska. "Ayo pulang!" Seru Aldi dengan suara berat
"Eh-eh.. A-aku duluan yah.." Pekikan pamit Riska kepada yang lain diselah tarikan Aldi
"BUCIN AMAT BOS.." Teriakan Bian, namun tak digubris oleh Aldi
"Masuk!" Titah Aldi setelah membukakan pintu samping pengemudi, setelah Riska masuk Aldi berputar masuk dan duduk di bangku pengemudi. Tak lama mobil pun melaju keluar gerbang.
Riska mengelus lengannya bekas tarikan Aldi, Riska tau Aldi mulai menunjukkan kecemburuannya. "Sakit tau.." Rajuknya dengan mulut mengerucut.
"Kamu kenapa hobi banget dekat dengan laki-laki sih? lupa udah punya suami? kencentilan." Ujar Aldi sedikit membentak lalu menoleh sekilas.
"Lagian kita tuh bukan cuma berduaan tapi rame-rame, cemburu yah? ngaku?"
"Nggak. ngapain cemburu.." Aldi mengelak
"Halah.. nggak mau ngaku, bilang aja sih kalo cemburu. Tapi sakit tau tangan aku.." Ucap Riska dengan muka cemberut dan mulut mengerucut
Aldi menghentikan mobilnya ditepi jalan yang agak sepi. Lalu menghadap kearah Riska, gemas melihat wajah cemberutnya."Kenapa itu bibir di monyongin? pengen dicium?"
"Halah.. bilang aja situ yang pengen merasakan lagi bibir sexynya aku. Iya kan?" Riska dengan sengaja mengedipkan sebelah matanya
"Sexy dari mananya? badan aja kurus begini nggak ada montoknya. Ngaca.."
__ADS_1
"Bapak lupa.. Yang baru saja dikatain kurus nggak montok ini." Riska menunjuk dirinya. "Pernah bapak seret dan perkosa sampe minta nambah ronde ke 2 loh.." Lanjutnya
Uhuk!
Aldi sampai tersedak ludahnya sendiri, mendengar sindiran Riska.
Rasain, kena mentalkan? Untung gue good looking ye kan.. emak sama bapak emang jago pas bikinnya, CEO aja sampe cemburu.. Batinnya
"Kalo ngomong itu difilter, anak kita bisa dengar." Aldi berucap datar menyembunyikan malunya
"Nak, papa kamu hebat banget." Riska berhenti sejenak melihat Aldi yang tersenyum bangga atas pujiannya. "Kamu tau nak? Cukup 2 ronde aja kamu langsung jadi, hebatkan?" Sambungnya
Riska tertawa terbahak-bahak melihat wajah Aldi yang langsung berubah kecut. Namun pandangan Aldi tertujuh ke arah bibir Riska yang terbuka sekali bergerak meledek.
"Haha.. Kok di-- Eumpphh " Hilang sudah kewarasan Aldi, pikirannya melayang ke malam saat mereka berciuman panas. Ingin kembali merasakan lembutnya bibir Riska, hingga tanpa sadar dia langsung membungkam tawa Riska dengan ciuman dan lu***an.
"Eumpphh.. Riska berusaha mendorong dada Aldi, namun langsung menahan tengkuknya dan me***at lembut bibirnya.
Terbawa suasana Riska pun membalas lu***an Aldi, hingga mengeluarkan erangan.
Eunghh.. Dalam kesunyian hanya suara decapan yang terdengar, bahkan Aldi membuka selfbelt nya dan sedikit menurunkan kursi Riska.
Ciuman Aldi mulai turun ke telinga lalu turun ke leher, menj**at lalu mengecap. Bahkan tangan Kirinya sudah bermain-main meremas lembut pay**ara Riska.
Sshh... eunghh..
Riska mendesis setelah Aldi meninggalkan satu jejak kepemilikan dileher mulusnya. Riska yang mengunakan kemeja, sambil menji**ti leher Riska Aldi mulai membuka satu persatu kancing kemejanya Riska.
Hilang sudah akal mereka, lupa jika mereka masih dalam mobil dipinggir jalan. Aldi kembali melu**t bibir Riska, sambil membuka kancing kedua. Riska bahkan meremas kasar rambut Aldi saat membalas lum***n Aldi.
Kancing kedua terbuka, Aldi menelusup kan tangannya kirinya menggapai sebelah payu**Ra Riska lalu meremasnya. Sedang tangan kanan berpegangan pada kursi yang diduduki Riska, menahan tubuhnya agar tidak menimpa tubuh Riska.
Eumpphh..
******* Riska saat Aldi memainkan pu**ngnya, bahkan sebelah tangannya tanpa sadar sudah mengelus dada bidang suaminya dari luar kemeja.
Tok.. tok..
Kaca pintu mobil mereka diketuk dari luar, panik. Dengan nafas tersengal Aldi menarik tangannya dan membantu Riska mengancing kembali kemejanya, lalu mereka berdua saling menghapus sisa Saliva yang belepotan dibibir masing-masing.
***Bersambung....
Kira-kira siapa yah yang memergoki mereka?
See you next chapter, bye***...
...Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan hadiah....
__ADS_1
...terima kasih.....