Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Bab 81. Senjata makan tuan


__ADS_3

Riska berjalan beriringan dengan Aldi, untuk mengantar Aldi sampai ke depan teras rumah yang sudah akan berangkat kerja.


"Aku berangkat dulu, kamu hati-hati di rumah. Kalau butuh apa-apa minta sama Mama, bibi atau Renata. Kalau ada apa-apa jangan lupa telepon aku. Jangan capek-capek, istirahat aja." Titah Aldi saat sudah berdiri berhadapan dengan istrinya di teras.


"Iya-iya, udah berkali-kali loh kamu bilang kayak gitu. Aku nggak bakalan bandel kok, jangan khawatir mas." Jawab Riska jengah. Entah sudah berapa kali Aldi mengulang wejangan itu, belum juga Mama dan Papa mertuanya yang sering juga mengingatkan.


Contohnya tadi saat sarapan, Riska yang hanya ingin mengambil buah di tengah meja, langsung berdiri dan sedikit membungkuk untuk menggapai buahnya. Seketika Elsa langsung heboh dan sibuk sendiri. "Ris, jangan bungkuk kayak gitu. Kalau kepeleset terus keterusan jatuh ke meja, gimana? Aldi juga, perhatiin dong istrinya. Riska duduk aja, mau buah apa nanti Aldi ambilin." Kata Mama tadi.


Cucu pertama yang akan lahir di keluarga Narendra, jadi tiba-tiba langsung over protektif. Mungkin trauma akan kehilangan calon penerus keluarga yang sebelumnya, membuat mereka lebih protektif.


Cup!


Aldi mengecup dahi istrinya, kemudian menunduk menatap sejajar dengan perut istrinya. Aldi juga meninggalkan kecupan-kecupan kecil untuk calon anaknya, "Shine, Papa kerja dulu, jangan nakal yah diperut Mama. Papa sayang Shine." Ujarnya sambil mengelus lembut perut istrinya yang tertutup pakaian.


Aldi kembali berdiri, meninggalkan satu kecupan dibibir juga mengusap rambut istrinya. "Aku berangkat sekarang, kamu hati-hati dirumah. Telepon aku kalau ada apa-apa."


"Iya ih, sana berangkat. Dari tadi ngomongnya mau berangkat tapi masih nggak pergi-pergi juga. Sana, nanti telat!" Aldi terkekeh mendengar juga melihat wajah kesal istrinya yang mengemaskan.


Setelah Aldi berangkat, Riska memilih menonton televisi saja membuang rasa bosan. Ingin memasak tidak boleh, menyiram bunga tidak boleh, sampai ke dapur saja tidak boleh.


Entah sudah berapa kali ia memindahkan channel televisi, mencari tontonan yang menarik. Hingga ia terhenti di salah satu acara infotainment, yang menayangkan berita;


"MENURUT TERAWANGANNYA AKAN ADA KASUS ASUSILA YANG NANTINYA AKAN MENGHEBOHKAN JUGA MENUTUPI KASUS KDRT RISKY BILAR! SALAH SATU ARTIS YANG TERKENAL BAIK, BERINISIAL 'R'!"

__ADS_1


Riska mengelus-elus perutnya, "Untung yah nak yah, Papa kamu nama depan Papa kamu bukan huruf 'R'. Inisial 'R' sekarang meresahkan, KDRT lah, selingkuh lah. Aiss .." Gumamnya.


"Eh iya, Papa mertua kan huruf depannya 'R' yah? Harus kasih tau Mama ini." Gumamnya lagi sambil mengetukkan jari telunjuknya ke dagu.


"Sayang coba deh, ini Mama dapat kiriman kue dari teman arisan Mama. Dia baru buka toko kue, katanya buat tester gratis." Seru Elsa yang datang dengan beberapa kotak kue berukuran sedang.


Elsa meletakkan kotak-kotak kue tersebut di meja. Kemudian menatap tayangan di layar televisi.


"Kamu suka juga nonton gosip artis?" Tanya Elsa yang sudah duduk di samping menantunya.


"Enggak terlalu sih, Ma, cuma kebetulan aja ini. Eh tapi Ma, Papa baik kan?"


Tergiur dengan kue-kue yang ada di meja, Riska mengambil satu. Enak pikirnya. "Enak ini Ma, coba deh." Sambungnya.


"Enggak Ma, ini manisnya pas, kejunya yang lebih dominan." Elsa akhirnya mencoba satu potong cake keju sama seperti yang Riska makan.


"Mama belum jawab loh pertanyaan Riska."


"Oh itu, Papa baik kok, baik banget malah. Kenapa memangnya?"


"Itu Riska lihat di berita gosip, katanya nama-nama inisial 'R' banyak yang selingkuh, KDRT juga. Papa kan inisial 'R' juga." Jawab Riska dengan mimik serius.


"Nggak ah! Papa baik gitu, perhatian, romantis. Nggak mungkin lah, udah tua juga!" Elsa menolak, karena yakin suaminya bersih dari hal-hal seperti itu.

__ADS_1


"Ihh Mama, ada tuh beberapa kasus perselingkuhan yang suaminya baik, kelihatan bucin, eh ternyata selingkuh loh. Katanya itu tameng, biar nggak ketahuan, biar istrinya nggak curiga."


"Beneran?" Riska mengangguk.


Keduanya mulai serius membahas soal kasus perselingkuhan, hanya karena berita gosip di televisi.


"Wah, Mama harus periksa barang-barang Papa ini. Aku potong nanti burungnya kalau benar, biar nggak bisa terbang lagi." Elsa mulai kesal termakan gosip, " Eh tapi .."


"Tapi kenapa, Ma?"


"Nama kamu kan juga inisialnya 'R' juga, jangan-jangan kamu juga termasuk?"


Gubrak!!


Senjata makan tuan!!




**See you next chapter** ..


__ADS_1


**Babaiiiđź‘‹**


__ADS_2