Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 6


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


" Nyumpain siapa kamu hah ?? "


"Mampuss gue !!" batinku


" Ehh, bapak. kok kesini ?? Ya ampun pak.. baru juga aku mau keruangan bapak, ehh bapak udah kesini duluan. kangen yah ?? " ucapnya sambil nyengir kuda menutupi kegugupannya


" Kangen palalu !! Cepat buatkan kopi 3 terus antar keruangan saya. NGGAK PAKE LAMA !! Tekan Aldi


" Nggak boleh galak galak gitu dong pak sama jodoh sendiri " jawab Riska tak tau malu


" Amit amit gue jodohan sama lu ! sana jodohan lu sama pak satpam didepan "


" Emang gue pelakor apa.. Udah ada bininya itu pak ! dikira gue Lidya Danira kali ahh " kesal Riska


" Hah - hahh " tawa Aldi pecah juga


" Udah sana buatin kopi nya, ING- " ucapan Aldi terpotong


" Iya - iya udah tau NGGAK PAKE LAMA " balas Riska cepat


" Bagus " Aldi segera berlalu sambil tersenyum tipis " lucu juga gadis itu"


Sadar akan pikiran nya yang mulai aneh, Aldi segera menggubah raut wajahnya kembali datar


" Maaf pak Revan kalau menunggu lama, kopi nya sebentar lagi akan diantar " Ucap Aldi sembari duduk disofa single berhadapan dengan Revan dan Bian


" Ck' *decakan Revan* Emang muka gue udah kayak bapak lu ?? Pak - pak.. umur lu sama gue itu sama Al " Geram Revan sedang Aldi dan Bian terbahak-bahak

__ADS_1


" Ketawa aja sampe benggek lu berdua " kesal Revan lagi


Tokk.. tokk..


Riska masuk membawah nampan berisi 3 cangkir kopi. Citra membukakan pintu untuk Riska setelah mendengar sahutan dari dalam. Setelah Riska masuk, Citra kembali menutup pintu.


" Ini pak kopinya " jelas Riska meletakkan cangkir masing-masing didepan Bian, Aldi, dan Revan.


" Permisi pak " pamit Riska


Riska berbalik ingin keluar namun sebuah suara menghentikan nya.


" Tunggu dulu, kamu tunggu dulu disini. Saya mau cicipin dulu kopinya " cegat Aldi


Aldi pun mulai menyeruput kopinya


" Pak.. dimana mana itu yah kopi rasanya pahit pak. gimana sih " jawab Riska tak kala sewot


" Yah dibikin manisan dikit kek, apa kek gitu biar enak " Aldi nyolot


" Kalo pengen manis gampang pak, minum nya sambil liatin aku aja. dijamin langsung manis pak " jawab Riska sambil nyengir kuda


Sedang Bian dan Revan penonton, melongo melihat perdebatan dua orang dihadapan mereka


" Idihh, yang ada gue enek tau ! muka sepet kek gitu di bilang manis " Aldi tak mau kalah


" Wahh.. bapak nggak percaya ?? sini cicipin muka saya pak !" balas Riska nggak ada malu malunya sambil sedikit menunduk kan wajahnya ke depan Aldi


" Parahh banget kamu ini yah, nggak ada takut takutnya sama atasan " geram Aldi campur malu

__ADS_1


" Emang bapak setan ?? harus saya takutin. Masih muda masa mau jadi setan, metong dong ! mau bapak mati muda?? " tantang Riska


sedang Revan dan Bian menahan tawa mendengar gurauan Riska.


" Kurang ajar yah kamu ini !! nyumpain saya cepat mati kamu hah ?? " Aldi emosi gaess


" Salah pak ! bukan kurang ajar tapi kurang perhatian " jawabnya percaya diri sambil senyum genit ke arah Aldi


" KELUAR KAMU !!!! " Teriak Aldi emosi


Mendengar teriakan Aldi, Riska langsung kabur menyelamatkan diri.


Setelah Riska hilang dibalik pintu yang tertutup. seketika tawa yang sedari tadi ditahan Bian dan Revan pecah juga


" Bwaahh - hahha " tawa Bian serta Revan menggema


" Gilaa ! cocok banget lu berdua tadi. sama sama sinting " Ucap Revan dan kembali tertawa


" Iya, kek jodoh banget. iya nggak Rev ??" Sambung Bian dan tertawa


" Iya, kayak cocok banget jadi laki bini. yang satu sinting, yang satu setres ! hhaaa - hhaa " Candaan Revan


Sedang yang jadi bahan candaan mereka, menatap tajam dua orang yang tidak ada henti hentinya tertawa dengan wajah merah padam menahan emosinya.


" Hahh.. hah.. " Bian mulai meredakan tawanya. bagaimana tidak berhenti, jika melihat wajah menyeramkan bos sekaligus sahabatnya itu. wajah bosnya itu sudah seperti singa yang siap mencabik cabik mangsanya lalu menelannya.


sedang Revan yang mulai menyadari raut ketakutan dari wajah Bian, segera ia berhenti tertawa dan menenggok ke arah Aldi.


"Glekkk.. " Revan menelan ludah kasar melihat tampang sahabat sekaligus rekan bisnisnya itu

__ADS_1


__ADS_2