Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 29


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


" Ya, dalam mimpiku bapak akan jatuh cinta padaku. Lihat saja nanti! aku akan berjuang untuk anakku. " tegasku percaya diri.


Aldi langsung berdiri dan berjalan keluar kamar, namun saat tangannya sudah memegang handle pintu dia berhenti.


" Tidurlah di ranjangku, nanti aku tidur disofa " Ucap Aldi tanpa menoleh


Aku termenung menatap nanar pintu baru saja tertutup itu. Apakah dia baru saja menatangku? akan aku buktikan jika akulah yang akan jadi pemenangnya. Aku akan membuatmu mempertahankan pernikahan ini, tak akan ku biarkan anakku tumbuh dengan keluarga yang tidak lengkap.


Jika kalian beranggapan aku berusaha bertahan karena hartanya? kalian salah.


jika kalian beranggapan karena ingin status sosial? kalian salah.


Atau mungkin kalian berpikir agar aku tetap menjadi nyonya besar? kalian juga salah.


Aku berusaha agar nanti anakku tak harus berpisah dari salah satu orang tuanya. Terdengar egois mungkin, namun itulah alasanku. Tak ada yang mustahil bukan? Batu saja bisa hancur jika terus menerus terkikis air. Jadi aku harus optimis, jika aku bisa meleburkan hatinya yang keras.


Selesai dengan segala macam pemikiran yang memenuhi otakku. Lebih baik sekarang aku merapikan pakaian di lemari. Tak membutuhkan waktu lama, karena memang pakaian yang ku bawah hanya sedikit.


" Lebih baik aku tidur sekarang, mengumpulkan tenaga untuk memulai tantangan ku besok. " Gumamku kemudian berbaring di ranjang


Sedang ditaman belakang, Aldi duduk dikursi yang dia duduki bersama Bian tadi. Mengeluarkan sebatang rokok, lalu menyalakannya dengan pemantik kemudian mulai menarik nikotinnya dalam-dalam. Asap pun mulai mengepul keluar dari mulutnya. Ya, Aldi kadang kala merokok jika dalam kondisi banyak pikiran.


Sesekali Aldi mengada keatas, dimana tepatnya jendela kamarnya berada. Merasa sudah cukup lama dia ditaman, Aldi pun melangkah kembali ke kamarnya.


Saat membuka pintu kamar Riska sudah tertidur. Aldi lekas mengambil selimut cadangan dan bantal lalu mulai menyusul Riska ke alam mimpi.


...****************...


Pukul 5 pagi Riska sudah terbangun dari tidurnya, menatap Aldi sebentar kemudian turun menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Untunglah pagi ini dia tidak mual.


Dengan langkah pelan, Riska berjalan menuju dapur.


" Sini bi biar Riska aja yang masak "

__ADS_1


" Nggak usah non, biar bibi aja. mending non duduk aja " Tolak bibi sambil mengupas bawang


" Nggak pa-pa kok bi, biasanya mereka sarapannya apa bi? "


" Ya sudah non boleh bantu masak "


" Nama bibi siapa? kenalin aku Riska nanti nggak usah panggil non lagi, pagi aja Riska "


" panggil aja bi Tuti. Tapi nggak enak non, takutnya nggak sopan "


Riska pun hanya mengangguk kemudian melanjutkan acara masak nya dengan Bu Tuti. Selesai berjibaku dengan alat masak, Riska meletakkan hasil masakannya di meja makan. Hanya nasi goreng udang, ayam goreng telur mata sapi, namun Riska merasa perutnya mulai berdemo.


Lekas Riska kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap untuk bekerja. Saat masuk ternyata Aldi belum juga bangun padahal sudah pukul 6.


Riska lekas mandi terlebih dahulu, dan berganti pakaian. Tak lupa dia menyiapkan air untuk Aldi mandi.


" Pak.. pak Aldi bangun " Panggil Riska sambil menepuk lengan Aldi


Aldi mulai menggeliat dan mengerjepkan matanya lalu kemudian duduk.


" Mandi gih, airnya udah aku siapin "


Aldi langsung masuk ke kamar mandi. Riska lekas membuka lemari pakaian, memilih setelan jas apa yang cocok dikenakan oleh suaminya.


Diletakkan nya pakaian Aldi diranjang lalu keluar menuju ruang makan. Ternyata sudah ada , Mama dan Renata.


" Pagi Om, tante, Rere " Sapa Riska lalu kemudian duduk


" Kok panggil Om sama Tante, panggil Mama sama Papa dong kayak Aldi sama Rere " Pungkas Raka


" Iya Pa, Ma " Balas Riska canggung


" Aldi mana? " Itu tanya Mama dengan nada ketus


" Masih mandi Ma "

__ADS_1


" Jangan panggil ak- " Ucapan mama lekas ditegur papa


" Ma " Dengan sedikit bentakan


Kami semua langsung diam. Hingga sapaan Aldi terdengar.


" Pagi semua " Aldi menarik kursi disamping ku


Sarapan pun dimulai. Riska melayani suaminya, mengambilkan makanan.


" Mau pake apa nasi gorengnya pak? " Tanya Riska setelah menyendok nasi ke piring


" Loh kok dipanggil pak? " Celetuk Renata


" Iya, kalo dirumah jangan dipanggil pak dong Ris " Sambung Papa


Aldi mendengus tak suka " Pake telur aja "


Riska pun meletakan piring berisi nasi goreng dan telur didepan Aldi tak lupa dengan menuangkan segelas air putih. Lalu kemudian menyendok makanannya sendiri.


...****************...


" Riska pamit dulu Mas, Pa, Ma " Riska sambil menjinjing tasnya


" Loh.. Nggak tungguin Aldi aja? " Selah Papa


" Nggak pa, kan aku harus duluan. Biar nanti naik angkot aja, lagian nanti yang lain curiga " Tolak Riska


" Bareng sama Rere aja kak " Teriak Renata sambil berlari turun dari tangga


" Hoss.. Bareng Rere aja sekalian Rere mau ke kampus " Sambung Renata lagi


" Iya, bareng aja sama Rere aja Ris " Imbuh papa dan aku mengangguk


" Ya udah, yuk kak berangkat " Ucap Rere sambil menarik tangan ku

__ADS_1


" Assalamualaikum " Pamit ku dan Rere bersamaan


Bersambung.....


__ADS_2