
Selamat membaca 🌷🌷🌷
"Glekkk.. " Revan menelan ludah kasar melihat tampang sahabat sekaligus rekan bisnisnya itu
" Udah ketawa nya ?? seru banget kayaknya " Ucap Aldi datar
" He- he.. Eng-enggak bos. Tau nih sih Revan ngetawain siapa " Jawab Bian gugup dan melemparkan kesalahan pada Revan. padahal dia juga salah satunya
" Wahh- wahh parah lu yah " Revan melemparkan batal sofa ke wajah Bian
" Eh, kampret bukan cuma gue yah ketawa. Elu juga setan!!" Sunggut Revan
" Eittss.. Salah lu Rev, bukan gue yang setan. Nohh.. setan nya disitu " tunjuk Bian dengan dagunya ke arah Aldi
" Wahh Al, udah pecat aja ni asisten lu. Nggak tau diri sumpah sama bos sendiri " Revan memanas-manasi
" Dasar kompor lu yah " Sebal Bian lalu balas melemparkan bantal ke wajah Revan
" Kenapa emang kalo gue kompor ?? panas lu??"
" Udah-udah.. kek anak kecil rebutan mainan aja lu berdua, nggak ada mau ngalah " lerai Aldi jenggah melihat tingkah dua sahabatnya
" Yuk Rev kita lanjut aja pembahasan soal pembangunan apartemen disenopati " ajak Aldi
" Oke " Revan langsung membuka berkas yang dia bawah
......................
Setelah menutup pintu, Riska mengelus dadanya
"Huftt selamat gue saat ini, nggak tau entar " Gumamnya
__ADS_1
" Kenapa Ris? kok mukanya tegang amat!" tanya Bu Citra menatap heran padaku
" He-he nggak kenapa-kenapa Bu " ku jawab sambil nyengir kaku
" Nggak usah panggil ibu yah, panggil mbak aja biar enak " ujar Citra
" Iya deh Bu- eh mbak " balas Riska kikuk
" saya balik dulu yah mbak ke pantri, permisi "
Mendapatkan anggukan dari mbak Citra, Riska segera pergi
" Kenapa tuh muka nggak ada manis manisnya ? sepet amat! " tanya Intan
" Mau manis gimana coba kalo baru abis ketemu mangga muda. You know.. Asemm !" balasku kecut
" Bahasa mu anak muda, sok sok'an enggress lu. Tiap hari juga makan tahu, Ck' " intan berdecak
" Iya deh yang banyak pengeTAHUan, yang cuma remahan kerupuk mundur " Intan dengan gaya menunduk hormat layaknya seorang hamba kepada ratunya
" Udah ihh, berasa kayak ratu gue " Riska terkekeh
" Siapa tau jadi ratu beneran kan "
" Iya deh, Amin. Kuyy lah kita lanjut kerja" ajak Riska
......................
Tok - tok - tok
" Masuk ! Eh papa " ucap Aldi seraya berjalan menuju sofa
__ADS_1
Papa Raka duduk disamping Aldi.
" kamu sibuk ? " tanya papa Raka
" Enggak juga, tadi abis ketemuan sama Revan bahas kelanjutan proyek aja. papa kenapa kesini?" ujar Aldi
" Cuma mau tanya gimana pertemuan kamu sama perusahan JAYA WIRAWAN? sukses? " Ucap papa Raka sambil menopang kan kaki kanannya ke kaki kiri
" Sukses pa, udah tanda tangan kontrak " Aldi berujar bangga
" Baguslah, papa bangga sama kamu. Kenapa semalam nggak pulang? tidur dikantor lagi?" tanya papa Raka
" Lagi capek aja pa, malas malas gerak jadi aku tidur dikantor " Jawab Aldi sambil menyender ke sofa
" Kebiasaan kamu ! " ujar papa Raka sambil memukul pelan paha Aldi
Sedang Aldi yang dipukul hanya cengengesan tak jelas
" Ya udah, entar pulang ke rumah. Mama khawatir soalnya sama kamu " pesan papa Raka
" Kayak baru sekali aja sih pa aku nginap di kantor " Aldi memutar bola matanya malas
" Kamu udah makan siang Al?
" Udah tadi pa, makan bareng Revan sama Bian abis bahas kerjaan " Ujar Aldi
" Ya udah papa balik dulu, ingat pulang ke rumah dulu nanti " pesan papa Raka
" Iya - iya pa "
Setelah papa Raka keluar, Aldi segera melanjut kan perkerjaa nya. Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, Aldi segera merapikan pekerjaan nya dan menghubungi Bian.
__ADS_1
" Yan, gue udah selesai. siapin mobil kita pulang " perintah Aldi