Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Episode 57


__ADS_3

Selamat membaca 🌷🌷🌷


.


.


"Mas bangun, nanti telat." Riska menggoyangkan lengan suaminya membangunkan.


"Mas, bangun .. " Panggilan Riska kedua kalinya juga tak ada respon. Tidurnya ngalahin kebo, Batinnya.


"Mas bangun nggak! Aku siram pake air, mau?" Riska mulai kesal, suaminya tidur seperti kebo.


Ahh dia ada ide!


"Mas, bikin dedek yuk .." Riska berbisik dengan sensual ditelinga Aldi. Dengan secepat kilat mata yang semula tertutup, langsung terbuka lebar.


"Ayo, sayang." Ujar Aldi dengan semangat 45, langsung duduk bersandar diranjang.


Tuh kan .. dengar ginian bangun dia, sampe yang dikurung ikut bangun juga. Dasar laki-laki otaknya nggak jauh dari gituan. Batin Riska, sambil melirik benjolan yang timbul diantara paha suaminya.


"Bangun, sana bikin dedek dikamar mandi." Ucap Riska dengan wajah mengoda.


Aldi lekas bangkit dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi. Belum menutup pintu, Aldi merasa ada yang janggal. Dia hanya sendiri, istrinya sibuk memilih pakaian dilemari. Bikin dedek sama siapa? Pikirnya.


"Yang, cepetan sini. Udah nggak tahan nih." Ujar Aldi frustasi menatap pedangnya yang sudah siap tempur.


Mendengar jeritan sang suami, Riska meletakkan setelan kerja diranjang. Lalu mulai berjalan bak model meliuk-liukan pinggulnya, berjalan ke arah kamar mandi.


Aldi langsung menelan liurnya, istrinya sangat sexy menurutnya. Tanpa sadar tangannya mulai mengelus lembut pedangnya.


Riska terkekeh dalam hati. Suaminya mesum sekali, astaga.


Tiba didepan pintu kamar mandi, Riska berhenti.


"Bikin dedeknya pake sabun, ya mas .." Ucap Riska setengah mendesah.


Kemudian ..


Blam!


Riska langsung menutup pintu kamar mandi, lalu tertawa terbahak bahak. Senang sekali dia berhasil mengerjai suaminya, siapa suruh susah sekali di bangunkan.


Ha ... Ha ..


"Mas selesai main dedek-dedekan sama sabun, langsung mandi yah .. Nanti telat ke kantor lho .." Ujar Riska dengan suara sedikit keras, mengejek suaminya.


Sedang dalam kamar mandi, Aldi sedang mengumpat. Bisa-bisanya dia tertipu oleh istrinya lagi. Terpaksa dia harus menidurkan pedangnya dengan air dingin.


"Awas aja, kalo udah buka puasa. Aku bikin lemes sampe jerit-jerit kamu sayang." Monolog nya.


"Hais, kan jadi ke ingat pas dia jerit sama mendesah. Nasib .. nasib .." Sambungnya lagi.


***


Tiba dikantor Aldi langsung naik lift dan masuk ke ruangannya. Wajahnya nampak suram, dingin tanpa senyum selama berjalan.

__ADS_1


Aldi berangkat ke kantor sendiri, Papanya tidak ke kantor karena ada jadwal cek kesehatan rutin. Dan Bian? Sih asisten lakn*t nya itu izin, karena harus mengantar adiknya sekolah. Alasan macam apa itu? Biasanya juga dia malas mengantar adiknya, dan memilih memberikan uang saku lebih agar sang adik bisa naik taksi.


Sepertinya dia sedang tebar pesona kepada anak SMA. Pedofil kah Bian? Masalahnya dia dan adiknya selisih 8 tahun. Oh astaga, sepertinya dia harus meluruskan kembali saraf-saraf di otak sahabatnya. Mungkin ada sarafnya yang bengkok.


"Citra, tolong suruh OB buatkan saya teh dan antar ke ruangan saya." Ujar Aldi sebelum masuk ke ruangannya.


Aldi duduk dimeja kerjanya, langsung menyalakan laptop dan membuka berkas pekerjaannya.


Tok .. Tok ..


Terdengar ketukan pintu, mungkin OB yang akan mengantarkan teh untuknya.


"Masuk." Sahut Aldi tanpa menoleh, matanya tetap fokus ke layar laptop.


"Bos, ini kontrak pengajuan kerja sama dari PT. Alam Sejahtera. Silakan diperiksa dulu." Bian yang masuk, dan meletakkan map berkas dimeja Aldi.


"Gue kira OB yang masuk, nggak taunya pedofil." Celetuk Aldi dengan nada sedikit mengejek.


"Pedofil? Gue masih lurus, nggak suka sama sugar baby."


"Halah, ngeles lu. Terus ngapain sok nganterin adek lu ke sekolah? Cuci mata sama Dede gemes kan lho?"


Bian mengusap wajahnya. "Gila lho. Bukan pedofil gue! Ada mutiara tersembunyi disekolah adek gue." Bian tersenyum diakhiri kalimatnya.


"Sebentar ..."


Ucap Bian menginterupsi Aldi yang akan kembali bicara, ponsel di sakunya bergetar. Lekas dia rogoh ponselnya.


"Ya, ada apa?" Sahut Bian setelah menggeser layar ponselnya ke bulatan warna hijau.


"Bagus, sama segera kesana." Bian tersenyum setelah mematikan sambungan.


Bian menatap Aldi dengan tatapan serius. "Al, Siska udah ditangkap anak buah kita. Sekarang ada di apartemen yang kita sewa."


Aldi tersenyum licik. "Kita kesana sekarang." Ujar Aldi langsung berdiri dan mengambil jas yang disampirkan disandaran kursi.


Aldi langsung berjalan keluar diikuti Bian dibelakang. Tiba diluar ruangan, mereka dicegat Jihan dan Citra.


"Pak, ini teh nya." Ucap Jihan.


"Minum aja, saya ada urusan." Balas Aldi kemudian langsung melengos pergi bersama Bian.


Jihan dan Citra hanya mampu melongo di tempatnya. "Ini teh nya buat Bu Citra aja. Permisi."


***


"Ahh .. ahh ..."


"Faster ba-byhh ... Ahh.."


"Enghhhh.. "


"Ahh .. "


"Kenapa dicabut sih? Hah .."

__ADS_1


"Ganti posisi sayanghh .."


Terdengar de***an yang bersahutan antara pria dan wanita, dalam sebuah kamar. Clara penasaran, de***an siapa dalam kamar dirinya dan sang suami.


Clara perlahan mengintip pintu yang tidak tertutup rapat. Air matanya menetes, terlihat seorang wanita yang bertelanjang mengangkang dan bergerak liar diatas tubuh suaminya.


Perempuan mana lagi yang dia bawah ke ranjang mereka? Batinnya sakit melihat semua kenyataan ini.


Bukan hanya satu dua kali suaminya membawah pulang perempuan ke rumah mereka, dan tak segan berhubungan intim dalam kamar mereka.


"Aku nggak kuat lagi Tuhan .. tolong bantu aku keluar dari pernikahan gila ini, Tuhan. Aku sudah tidak sanggup .. hikkss .." monolognya berdoa sambil menangis.


Capat dia pergi dari situ menuju kamar putranya. Tak kuat lagi hati dan batinnya untuk mendengar suara lakn**t dari kamar mereka.


"Aldi pasti sekarang sudah menikah, andai aku tidak bodoh meninggalkan Aldi. Pasti sekarang kami sudah bahagia dengan keluarga kecil kami." Monolog Clara menatap putranya yang tertidur lelap diatas ranjang.


***


Tiba di apartemen Aldi dan Bian langsung masuk ke lift menuju lantai 3.


Bian membuka pintu apartemen setelah menekan pin dilayar.


Klek!


Bian masuk lebih dulu, kemudian disusul Aldi dibelakang.


"Mana perempuan itu?" Tanya Bian datar pada orang suruhannya.


"Ada dikamar bos." jawab orang suruhannya.


"Ayo Al, kita masuk. Dia dikamar." Ajak Bian, dan Aldi langsung melangkah tanpa menjawab, lalu disusul Bian.


Ceklek!


Aldi membuka pintu kamar, terpampang Siska yang diikat diatas ranjang.


"Aldi sayang .. Akhirnya kamu datang juga nolongin aku, mereka nyakitin aku sayang." Ujar Siska mengaduh setelah melihat Aldi masuk.


"Dasar gila!" Sentak Bian mengeleng kepala.


"Cih' .." Aldi terkekeh.


"Menolong kamu? Membunuh kamu, baru benar." Tekan Aldi dengan wajah garang.


"Kita bersenang-senang dulu, sebelum nanti melemparkan kamu ke dalam penjara." Ujar Aldi lagi dengan tatapan menyeringai.


"Sini sayang, aku siap layani kamu. Aku jamin kamu akan puas." Balas Siska dengan mengedipkan mata.


Bersenang-senang maksud Aldi, seperti apa kira-kira?


Bersambung ...


See you next chapter, bye ..


...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan hadiah...

__ADS_1


...Agar lebih semangat menulis...


__ADS_2