Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Bab 87. Bian dan Selly


__ADS_3

4 bulan kemudian ...


Di kediaman keluarga Raka Narendra tampak begitu sibuk sekali. Di karenakan malam ini adalah malam istimewa untuk pasangan Abian Nugroho dan Selly Anindita, karena malam ini keduanya akan melangsungkan pertunangan.


Hari ini sudah begitu sangat lama Bian nantikan. Akhirnya satu tahap akan ia lewati hingga pada akhirnya nanti ia bisa mempersunting kekasihnya.


Riska dan Aldi kompak memakai pakaian dengan motif yang senada.


Dalam kamar, Riska dengan perut yang sudah buncit, mengingat kehamilan nya sudah memasuki hampir bulan ke 6 sedang duduk di sofa sambil mengelus perutnya.


"Sayang mau ke mana?"


Tegur Aldi ketika keluar dari kamar mandi masih dengan mengunakan handuk, melihat istrinya sedang berjalan.


"Mau siapin pakaian kamu lah, mas. Mau apa lagi coba?"


"Nggak usah, biar aku siapin sendiri aja. Kamu mendingan duduk aja, yah. Aku bisa kok," Aldi mendekat kemudian memegang kedua pundak Riska, menuntun nya kembali duduk di sofa.


"Aku masih bisa kok, mas. Lagi pula ini kewajiban aku sebagai istri kamu, wajib mengurusi keperluan kamu."


"Nggak perlu. Untuk saat ini kamu fokus jaga kandungan kamu aja, kalau cuma buat ambil pakaian aku bisa kok. Kamu ingat kan pesan Dokter Aulia saat kamu sempat ngeluh keram diperut? Kamu kelelahan, kamu kurang istirahat sayang. Jadi sekarang mending kamu duduk aja!"


Riska langsung terdiam. Dia ingat kejadian itu. Kejadian dimana saat akan tidur ia mendadak merasakan keram diperut tiba-tiba, Aldi langsung panik dan membawanya ke Dokter. Dokter Aulia mengatakan tidak terjadi sesuatu yang berpengaruh buruk pada kandungan, katanya Riska hanya kelelahan hingga membuatnya merasakan keram. Dan Riska jujur, jika pada sore hari saat Elsa, mama mertuanya tidak ada ia langsung ke halaman belakang untuk mengatur tanaman hingga beberapa kali memindahkan pot-pot bunga. Elsa bahkan syok mendengarnya, Riska mengambil kesempatan saat bibi juga sedang menyiapkan bahan untuk memasak makan malam saat itu.


Selesai Aldi berganti pakaian, ia membantu istrinya untuk berganti pakaian juga. Setelah merasa sudah rapi, keduanya turun ke lantai bawah untuk sama-sama berangkat.


"Semuanya sudah siap? Kalau sudah, lebih baik kita berangkat sekarang." Ujar Aldi sambil merangkul mesra istrinya.


"Sudah kak." Sahut Renata.


Renata membawa kameranya, karena ia dengan sukarela mengatakan akan mengabadikan momen tersebut. Dia tidak sempat merasakan momen seperti ini, karena kakaknya langsung menikah akibat terjadi insiden.


Riuh para tamu undangan menyeruak dalam ballroom hotel yang menjadi tempat dilangsungkannya acara pertunangan antara Bian dan Selly, sesaat kemudian telah terpasangnya cincin di kedua jari masing-masing.


"Selamat bro, semoga sampai pelaminan." Ucap Aldi bersalaman ala pria.

__ADS_1


"Selamat Bian dan Selly, semoga cepat nyusul kita berdua." Ucap Riska memberi selamat pada keduanya.


"Terima kasih yah, Al, Ris, sudah hadir, sudah jadi donatur juga. Bisa lah yah sekalian jadi donatur juga buat nikahan gue nanti." Balas Bian melantur.


"Bisa sih, Yan. Gampang lah itu! Memangnya kapan rencana nikahannya?"


"Setahun lagi sih, tapi kalo ada donatur gini, bisa lah di majuin 6 bulan lagi. Iya nggak?"


"Bisa di atur itu, Yan. Gaji Lo selama 6 bulan cukup kok buat acaranya, nanti gue lebihin sejuta kok."


"Kamp**t Lo, Al!" Umpat Bian meninju pelan lengan Aldi.


***


"Kandungan nggak ada masalah, janin juga sehat nggak ada indikasi kelainan, detak jantung juga normal."


Dokter Aulia menjelaskan dengan tangan masih sibuk mengerakkan alat diatas perut Riska yang diolesi gel.


Saat ini Aldi dan Riska sedang mengecek kandungan di rumah sakit.


"Jenis kelaminnya sudah bisa terlihat belum, Dok?" Tanya Aldi antusias.


"Nggak usah, Dok. Biar nanti jadi kejutan aja, saat lahir." Ujar Riska menimpali.


"Kok nggak mau sih, yang? Biar tau kalo mau beli warna barang-barang sama pakaian sesuai jenis kelaminnya." Kata Aldi memberi saran.


"Nggak usah mas, biar nanti jadi kejutan saat nanti dia lahir." Kekeh Riska tidak bisa di bantah, Aldi hanya mengangguk setuju.


"Dokter, apa nanti saya bisa melahirkan secara normal?" Sambung Riska bertanya kepada Dokter Aulia.


"Bisa kok, kandungan kamu tidak memiliki masalah, kamu juga tidak mempunyai riwayat hipertensi. Saya rasa tidak ada kendala. Semoga nanti bisa sesuai dengan keinginan mbak Riska yah, lahiran normal." Ujar Dokter Aulia.


'Semoga Allah meridhoi aku biar bisa lahiran secara normal, Amin.'


__ADS_1



📣📣 **INFO GIVEAWAY** !!!



**DENGAN CARA DUKUNG NOVEL TERBARU SAYA** !!


"**AKHIR PENANTIAN ELINA**"



![](contribute/fiction/3929495/markdown/17708195/1668250799009.jpg)



**DUKUNGAN TERBANYAK AKAN MENDAPATKAN HADIAH PULSA/DANA/OVO**



**🔥PULSA/DANA/OVO 25K UNTUK 3 ORANG DENGAN DUKUNGAN TERBANYAK**!!



**🔥PULSA/DANA/OVO 20K UNTUK PERINGKAT 4-7 DUKUNGAN TERBANYAK**



![](contribute/fiction/3929495/markdown/17708195/1668250799003.jpg)



**📣 PROGAM GIVEAWAY BERLANGSUNG SAMPAI TGL 30 NOVEMBER 2022**


**📣 PENGUMUMAN PEMENANG TGL 1 DESEMBER 2022**

__ADS_1



**📌 WAJIB TAMBAHKAN KE RAK BUKU FAVORIT**


__ADS_2