
Selamat membaca 🌷🌷🌷
" Ris kita duluan yah "
" Kamu nggak apa-apa kita tinggal?? Cuma sendiri loh " aku mengangguk sebagai jawaban
" Ya udah, kita balik dulu yah. Bye Ris " ucap mereka melambaikan tangan dan ku balas lambaian tangan juga
Sepeninggal Intan dan Ayu, aku segera beranjak mengambil sapu, kain lap serta cairan pembersih kaca. Ku awali dengan mengelap kaca, membersihkan rak dan meja lalu mulai menyapu. Selesai menyapu aku segera pergi mengambil kain pel dan ember air, ku berbalik menatap jam didinding sudah menunjukan pukul sembilan lebih dua puluh menit. " sudah cukup larut ternyata " Ucapku dalam hati
Aku langsung bergegas mempercepat mengepel agar aku bisa lekas pulang, sibuk mengepel hingga aku tak menyadari jika bukan hanya aku saja yang ada dilantai ini. hingga ketika tanganku digenggam dengan erat dan ditarik seseorang hingga badan berputar dengan cepat, mataku melotot melihat siapa orang yang sedang menarik tangan ku.
" Pak lepaskan tangan saya pak, pak lepas!! ba-bapak mau apain saya?? pakk lepas!! "
Jeritku berusaha melepaskan tanganku
" Nggak!! Dasar kecentilan kamu, mau godain semua laki-laki dikantor ini kamu?? hah?? " Bau alkohol tercium keluar dari mulut pria itu
" Bapak jangan asal ngomong yah, saya bukan perempuan seperti itu!! " tekan Riska dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" Halahh, nggak usah ngeles kamu!! ikut aku " ucap lelaki itu sambil menyeret aku masuk ke ruangannya
" Nggak mau!! Lepass!! " aku masih berusaha melepaskan diri
Dengan langkah terseok-seok akibat tarikan kuat dari pria di depannya, masih berusaha melepaskan tanganku dari genggaman nya. Dia membuka pintu ruangannya, masih dengan merarik paksa tangan ku dia kembali membuka sebuah pintu yang berada dalam ruangannya. "Glekk.." aku menelan ludahku kasar setelah mengetahui bahwa dia membawa ku ke kamar pribadinya. keringat dingin mulai keluar dari tubuhku, sungguh hal-hal negatif sudah memenuhi pikiranku saat ini.
Dia mengunci pintu kamarnya lalu menyimpan kunci itu disaku celananya, dia kembali menyeretku hingga ke samping kasur lalu mendorongku hingga aku terlentang diatas kasur. Sungguh saat ini aku sangat ketakutan, ku lihat dia menatap ku dengan tatapan yang sulit ku artikan. Aku berusaha untuk bangun namun ia dengan cepat menindih tubuhku.
" Pak jangan pak, jangan nodai saya pak. saya mohon " ucapku sambil menangis
__ADS_1
" Pak saya moh- Eumpphh" ucapan terbungkam oleh ciumannya yang tiba-tiba
Dia kemudian melepaskan ciumannya" kamu milikku sayang, tidak ada pria lain yang boleh memiliki mu " Ucapnya kemudian ia menyerang ku kembali dengan ciumannya, sebelum aku bisa membalas perkataannya.
Dia beranjak duduk dihadapan ku kemudian merobek paksa pakaianku, membuka paksa sisa pakaian yang masih melekat di tubuhku. Dia berdiri melepaskan semua pakaiannya didepanku. Aku memiliki kesempatan untuk melarikan diri, namun sepertinya dia mengetahui pergerakan ku. Setelah seluruh pakaiannya terlepas, dia dengan sigap mencegatku lalu melemparkan ku ke kasur kemudian kembali menindih lagi.
Setelah itu hanya suara jeritan dan tangisan ku yang begitu kuat dan memiluhkan terdengar diruangan itu. Bahkan suara ******* pria itu terendam oleh suara tangisan ku yang begitu kuat. Sungguh aku hancur sekarang!!
......................
Aku terbangun lebih dulu padahal waktu masih menunjukkan pukul 5 pagi, aku kembali menangis mengingat kejadian tadi malam hingga subuh. Ya, bukan hanya sekali dia memperkosaku..
" Eunghh " Ku lihat dia mulai bangun, sedang aku masih menangis
" Argggh " dia memegang kepalanya, mungkin efek alkohol yang masih terasa
Dengan cepat dia menoleh kepadaku " Ka-kamu ngapain disini?? " tanyanya gugup
" Ha-harusnya say-ya yang na-nya ke bapak, ke-kenapa bapak laku-in ini ke ke saya?? " Ucapku sesegukan terlalu lama menangis
" Harusnya saya yang nanya ke kamu, kenapa kamu bisa ada dikamar saya?? hah?? " Ucapnya dengan suara yang naik satu oktaf
" BAPAK LUPA?? BAPAK YANG NYERET SAYA KESINI DAN PERKOSA SAYA !! " Balas ku dengan berteriak
" A-apa?? " dia gugup " Nggak mungkin saya lakuin itu!! kamu mau jebak saya?? iya kan?? ngaku kamu?? " Tekannya lagi
" Kalau bapak nggak percaya bapak bisa cek cctv tadi malam!! trus bapak lihat bagaimana perbuatan bapak ke saya!! " ucapku frustasi
" Nggak, nggak mungkin " elaknya
__ADS_1
" NGGAK MUNGKIN GIMANA MAKSUD BAPAK HAH?? KESUCIAN SAYA SUDAH PAK ALDI AMBIL TADI MALAM DENGAN PAKSA!! " Teriak ku tak terima
" Oke, oke.. saya mau mandi dulu jernihin otak, setelah itu kita bicara lagi. Sekarang kamu minum dulu " Ucap pak Aldi seraya menyerahkan segelas air
Kemudian Aldi memakai boxernya tanpa atasan beranjak ke kamar mandi, namun langkah Aldi terhenti ketika melihat seragam kerja Riska yang sudah robek beberapa bagian bercampur dengan celana panjang dan kemejanya dilantai.
" Ya Tuhan seganas itukah dia tadi malam terhadap Riska " Gumannya dalam hati sambil menyeka wajahnya
Aldi mandi dengan cepat lalu memakai handuk sepinggang guna menutupi asetnya, membuka pintu lalu berjalan ke arah lemari mengambil setelan kerjanya. Sedang Riska membuang muka ke kanan tak ingin melihat ke arah Aldi. Aldi lekas mengambil pakaiannya dan melenggang kembali masuk ke kamar mandi memakai pakaiannya.
Setelah selesai Aldi keluar menuju sofa dan duduk di sana menatap Riska yang masih duduk menyender di dipan kasur sambil menunduk.
" Kamu ada baju ganti?? nggak mungkin kan kamu pake seragam OG kamu yang udah sobek itu "
" Ada pak tapi diloker saya " ucap Riska pelan
" Baiklah mana kunci lokernya saya ambilin, sementara itu kamu boleh mandi dulu "
Riska mengangguk lalu turun dari kasur tak lupa menarik selimut menutupi tubuhnya. Aldi tak sengaja melihat tiga buah kissmark di leher Riska. Setelah memberikan kunci loker kepada Aldi, Riska berjalan menuju kamar mandi dengan langkah pelan tertatih-tatih menahan sakit dibagian bawahnya.
Aldi yang melihat itu meringis " kissmark yang kelihatan dileher aja tiga, gimana yang dalem yah.. Apalagi liat jalannya dia kayak gitu, dasyat banget dong yah gue gempur dia " gumam Aldi pelan sambil berpikir
Aldi kemudian berdiri dan segera keluar mengambil baju ganti Riska.
...°° MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKURANGAN DALAM PENULISAN KATA, TANDA BACA YANG KURANG TEPAT DLL. KARENA SAYA SEBAGAI PENULIS MASIH DALAM TAHAP BELAJAR. °°...
...~TERIMA KASIH~...
DUKUNG KARYA PENULIS DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN VOTE 😊😘
__ADS_1