Ternyata Jodohku

Ternyata Jodohku
Extra part


__ADS_3

Aldi serta keluarga kecilnya sedang sarapan pagi. Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Masih teringat jelas dalam pikiran Aldi, ketika ia merasa terpaksa menikah dengan Riska, istrinya. Kemudian kehilangan calon anak pertama mereka, lalu akhirnya Allah gantikan dengan anak perempuan yang cantik yaitu; Elshine Jesslyn Putri Narendra. Dan sekarang Allah berikan lagi dua anak bagi dirinya dan Riska. Anak keduanya yang bernama Aiden Javier Putra Narendra dan anak ketiganya Arsean Julio Putra Narendra, sepintas dari namanya yang hampir mirip mungkin orang-orang mengira mereka kembar. Namun tidak, mereka lahir dengan jarak umur yang terpaut tiga tahun. Jika di hitung, jarak usia Aiden dan Arsean tidak begitu jauh hanya selisih dua tahun. Berbeda dengan jarak usia Elshine dan Aiden yang terpaut enam tahun.


"Aidennn ...!!!"


"Arseann ...!!"


Teriakan menggema terdengar dari lantai dua. Aldi dan Riska saling bertatapan sambil menghela nafas berat. Kejadian seperti ini hampir sering terjadi di pagi hari. Entah sekarang apa lagi yang di perbuat dua anak laki-laki mereka ini kepada kakak perempuannya. Beranjak remaja Riska dan Aldi berharap keusilan mereka sewaktu kecil akan ikut berubah seiring bertambahnya usia, namun yang terjadi malah semakin menjadi.


Terdengar langkah kaki yang mendekat, sedang mengentak hingga menciptakan bunyi pada lantai. Bisa di pastikan siapa dan sebesar apa emosi yang orang yang datang.


"Apalagi yang kalian lakukan kepada kakak kalian, hah?" Tuduh Riska melototi dua anak laki-lakinya. Kesal sekali hampir setiap pagi, sarapan mereka tidak ada kedamaian.


"Ma, Pa, lihat ini. Skincare kakak di rusak sama Aiden dan Arsean," Elshine datang mengadukan kelakuan dua adiknya, dengan membawa barang bukti. Dia tunjukkan isi skincare-nya yang sudah bercampur dengan lip cream, yang dari awalnya krim itu berwarna putih kini berubah menjadi pink.


"Bukann ..!!" Jawab Aiden dan Arsean bersamaan.


Elshine mendelik kesal, "Kalau bukan kalian berdua, lalu siapa lagi? Di rumah ini hanya kalian berdua yang usilnya kuadrat." Elshine menunjuk kedua adiknya bergantian.


"Hantu mungkin," Elak Arsean saling tatap dengan Aiden kemudian cekikikan.


"Kalian berdua hantunya!" Hardik Elshine. "Paaa ..??" Rajuk El, menarik lengan Papanya.


Sekilas tentang anak-anak dari pasangan Aldi dan Riska. Putri pertama mereka yaitu; Elshine kini berusia 21 tahun, seorang mahasiswi tingkat akhir. Putra kedua, yaitu; Aiden berusia 16 tahun sedang mengenyam pendidikan di kelas 11 SMA. Dan yang paling bontot, yaitu; Arsean yang berusia 14 tahun kini sedang dalam masa akhir sekolah menengah pertama.


"Kalian berdua nggak ada kapoknya yah? Harus di berikan hukuman apalagi, agar kalian berdua stop isengin kakak kalian, hah? Mama kirim ke pesantren juga lama-lama." Omel Riska.


Kalau sudah Ibu Ratu mengomel, Aidan dan Arsean sudah pasti langsung diam. Di bantah pasti hukuman akan semakin bertambah, tapi tetap diam tidak menjawab juga bukan pilihan yang baik.

__ADS_1


"Jawab Mama!" Bentak Riska. Pusing Riska, punya dua anak laki-laki tapi bandelnya kelebihan. Apa Aldi, dulu begini kelakuannya? pikirnya.


"Uang jajan kalian berdua Mama potong!" Benarkan? posisi mereka serba salah. Menjawab dapat hukuman, diam juga tetap di hukum.


"Pa? Bantu dong." Aidan dan Arsean memelas meminta bantuan Papanya.


"Membantah, kunci motor letakan di meja. Mama sita seminggu," lanjut Riska tambah memberikan hukuman.


"Ikutin kata Mama, siapa suruh bandel terus." Pungkas Aldi membela sang istri. Gawat kalau dia membela anaknya, taruhannya jatah malam hari. Tidak bisa dia tidur tanpa di peluk istrinya, sudah terbiasa soalnya.


Aldi sudah pindah ke rumahnya sendiri. Memang masih satu kompleks perumahan dengan rumah orang tuanya, namun dia memilih mandiri dengan keluarga kecilnya. Sejak Elshine, anak pertamanya berusia dua tahun, Aldi membeli rumah sendiri. Beruntung ada rumah di dekat rumah orang tuanya, yang keluarganya akan pindah ke Palembang dan Aldi cepat membelinya. Elsa yang tidak mau jauh dari cucunya, tidak mengizinkan Aldi pindah jika rumahnya terlalu jauh. Kalau kangen Elshine, jauh ketemunya.


Adiknya Renata juga sudah menikah dengan seorang Dokter spesialis Bedah. Kini Renata juga sudah memiliki sepasang anak kembar perempuan, setelah cukup lama menantikan. Anak pertama yang kembar yang bernama Shira dan Shera itu kini berusia 12 tahun, sangat begitu manja dan di manjakan oleh Aidan dan Arsean. Renata juga sedang mengandung anak kedua saat ini.


Renata dan suaminya tinggal di rumah orang tua mereka, Elsa dan Raka. Meski sebelumnya, Erwin suami Renata sudah memiliki rumah untuk mereka tinggali. Namun, mereka malah memilih tinggal bersama orang tua Renata.


Mendengar suara yang amat begitu di kenali, Elshine langsung mengatur rambutnya. Menghampiri ke ruang tamu, Elshine menyambut dengan senyum begitu lembut. Lelaki berkemeja biru itu juga membalas dengan senyuman tak kalah lembut untuk Elshine.


"Waalaikumsalam ... Masuk yuk, Sayang? Kita lagi sarapan." Sahut Elshine menarik lengan kekasihnya, untuk ikut bergabung.


"Malu, Yang, nanti Mama Papa kamu lihat." komentar kekasih Elshine, ketika lengannya di tarik.


Elshine tetaplah Elshine. Meski mendapatkan protes dari kekasihnya, Elshine tidak menghentikan apa yang ia lakukan. Kenapa harus malu? Dia tidak sedang berbuat hal tidak senonoh pikirnya.


"Ma, Pa, ada Keano." Ucap Elshine dari pintu penghubung ruang makan.


"Selamat pagi Om, Tante." Sapa Keano, kekasih Elshine. Mendekat, lalu mencium punggung tangan orang tua kekasihnya bergantian. "Hai Dan, Ars .." Sapanya kepada dua adik Elshine.

__ADS_1


"Silakan duduk, Keano. Udah sarapan, belum? Sarapan bareng dulu baru berangkat ke kampus." Riska berdiri dan berjalan ke dapur, lalu kembali lagi dengan alat makan lengkap.


"Lepas dulu kali kak tangannya kak Keano, nggak akan lari kok." Ledek Aidan saling tatap dengan Arsean, kemudian terkikik bersama.


Elshine sontak melepaskan tangannya, mendengar sindiran dari Aidan. Dia terlihat salah tingkah, karena di pergoki oleh keluarganya. Jemari saling meremas, Elshine langsung kembali duduk.


"Papi apa kabar, Keano?" Tanya Aldi di sela sarapan.


"Papi baik, Om." Jawab Keano tersenyum menatap Aldi.


"Terus kapan kamu mau ajak orang tuamu datang kemari?" Goda Aldi membuat kuping Keano memerah.


"Paaa .." protes Elshine merengek dengan kaki menghentak lantai.


"Cieee ... Kode tuh kak Keano .." ledek Aidan.


"Gas lah kak, gaskeuunnn.." tambah Arsean ikut meledek.


"Rencananya malam Minggu ini mau datang silaturahmi, Om." ujar Keano sambil mengusap tengkuknya.


Aldi mengusap mulutnya dengan tisu, segala meneguk air dalam gelas. "Silakan, Om juga tidak ada acara Sabtu ini." ujarnya.


"Datang aja, Keano. Nanti Tante masak buat makan malam bersama." timpal Riska antusias.


Elshine yang mendengar pembicaraan itu menunduk malu, jarinya menyelipkan ke belakang telinga rambutnya yang terjuntai menutupi wajah. Melirik pada kekasihnya dengan ekor mata, juga kaki yang tidak berhenti menendang kaki Keano di depannya.


"Kak El, sakit loh yah kakiku. Kamu tendang dari tadi!" Protes Arsean menatap kesal kakak perempuannya yang salah sasaran.

__ADS_1


__ADS_2