
Ziva meraih ponsel di sakunya dan menatap layar ponselnya berharap Arsha meneleponnya tapi setelah menunggu cukup lama tetap tidak ada telepon masuk.
"Mungkin kak Arsha masih sibuk?" lirihnya.
Tiba-tiba ponselnya berdering membuatnya sedikit terkejut.Ziva langsung menatap layar ponselnya tapi dirinya cukup kecewa karena bukan Arsha yang menelepon melainkan Keyla.
Setelah berbicara panjang lebar ditelepon Ziva kembali meletakkan ponselnya diatas nakas.
Ziva memejamkan matanya sesaat berharap bisa tertidur tapi bukannya tertidur pikirannya malah tertuju pada Arsha.Wajah pria itu terus terbayang hingga membuatnya berdecak kesal karena pria itu tak kunjung menelponnya padahal saat ini pikirannya begitu khawatir.
Tiba-tiba ponselnya kembali berdering dengan segera Ziva menatap layar ponselnya.Kali ini senyumnya merekah melihat nama yang tertulis di layar ponselnya
"Halo"~Ziva.
"Sayang, ini aku Kak Arsha.Bateraiku lowbet jadi Kakak pakai ponsel teman Kakak.Maafkan Kakak ya pergi tanpa pamit, Kakak nggak tega harus membangunkanmu tadi."~Arsha.
"Nggak pa pa Kak,Ziva ngerti kok.Kak Arsha pergi mendadak.Kapan Kakak pulang?"~Ziva.
"Sabar Sayang, Kakak baru saja sampai di Surabaya.Beberapa hari Kakak akan sibuk banget jadi Kakak tidak bisa menghubungimu setiap waktu.Kakak akan segera selesaikan pekerjaan Kakak disini dan segera pulang."~Arsha.
"Iya Kak."~Ziva.
"Sudah ya Kakak tutup teleponnya."~Arsha.
Telepon terputus.
"Kenapa aku merasa sepi tanpa kamu kak?" lirih Ziva masih menempelkan ponsel di telinganya berharap telepon itu masih tersambung.
***
Sekitar pukul 9 malam Ziva mulai bersiap tidur.Dipejamkan matanya, tiba-tiba wajah Arsha yang lagi-lagi muncul dalam pejaman matanya.
"Aku terbiasa bersamamu dan rasanya ada sesuatu yang kurang ketika Kakak tidak berada di sampingku," lirih Ziva masih dalam pejaman matanya.Ziva kembali mengingat setiap momen bersama Arsha momen itu terasa manis saat jauh darinya.
Ziva meraih ponselnya diatas nakas dan mencoba menghubungi Arsha tapi ponselnya sedang tidak aktif.
"Sial!" gerutu Ziva menaruh kasar ponselnya kembali ke atas nakas.
__ADS_1
"Tidur Va tidur!" Ziva memaksa dirinya untuk tidur tapi entah kegelisahan yang menyelimutinya membuatnya sulit tidur.Sampai tengah malam akhirnya Ziva bisa tertidur
***
Ziva telah siap dengan seragam sekolah yang dikenakannya juga tas ransel dipunggungnya.Ziva keluar dari kamar menuju meja makan.
"Ayo cepat sarapan!" suruh Zacky.
Ziva duduk dan segera sarapan.Zacky nampak mengamati raut muka adiknya yang nampak sedikit aneh.
"Ada apa dengan wajahnu?" tanya Zacky menatap wajah Ziva yang terlihat tidak seperti biasanya.
"Memang kenapa wajahku?" Ziva balik bertanya lalu mengusap kasar wajahnya.
"Itu ada lingkaran hitam di bawah matamu." Terang Zacky.
"Oh, Ziva semalam nggak bisa tidur." jelas Ziva.
Setelah menghabiskan makanannya Ziva meneguk minum dari gelas.
Keduanya berlalu pergi setelah siap.
"Ziva kangen banget sama loe." Keyla menjepit wajah Ziva dengan kedua telapak tangannya.Ziva pun duduk di kursinya diikuti sahabat-sahabatnya.
Bel pun berbunyi menandakan pelajaran akan segera dimulai.
...----------------...
Saat Ziva hendak pergi ke kantin sekolah langkahnya di hadang Rendy.
"Va,bisa kita bicara?" tanya Rendy
Ziva langsung mengangguk mengiyakan .
"Ada apa?" tanya Ziva saat keduanya sudah duduk bersama di belakang sekolah yang nampak sepi.
"Va aku ingin mengatakan sesuatu tentang perasaanku,kejadian waktu di bioskop.Apa kamu masih mengingatnya?"tanya Rendy.
__ADS_1
Ziva kembali mengingat momen bersama Rendy dan mengingat Rendy mencium bibirnya mesra.Saat itu dia begitu bahagia karena keinginan untuk menjadi seseorang yang berharga bagi Rendy terkabul tapi semua terasa sia-sia karena tidak ada harapan baginya untuk dekat dengan pria lain.
"Maafkan aku, Kak Rendy," ucap Ziva.
"Untuk apa?aku hanya ingin kau tahu, aku menyukaimu sejak lama," terang Rendy.
Rendy menatap Ziva lekat membuatnya semakin mendekat hingga nafas mereka saling beradu.Ziva mendorong tubuh Rendy menjauhi tubuhnya membuat Rendy mengepalkan tangannya kesal.
Tiba-tiba bel berbunyi menandakan kelas akan kembali di mulai.Ziva kemudian meninggalkan Rendy tanpa mengatakan apapun begitu Rendy segera kembali ke kelasnya.
.
.
Sekitar pukul 3 sore Ziva keluar dari sekolah.Ziva berjalan menyusuri jalanan sendirian karena harus piket teman-temannya pulang terlebih dahulu.
Tiba-tiba Rendy yang sedang naik motor berhenti tepat di depannya.
"Kak Rendy,kamu belum pulang?" tanya Ziva.
"Aku sengaja menunggumu,ayo naiklah aku akan mengantarmu pulang!" Perintah Rendy
"Tapi Kak." Tolak Ziva.
"Ayolah cepat!" Rendy menarik tangan Ziva membuat Ziva tidak bisa menolak.Rendy melajukan motornya membelah jalanan di kota itu.Senyumnya terus merekah bersama dengan orang yang dicintanya dan bahkan kini sangat dekat dengannya.Rendy melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga membuat Ziva harus berpegangan pada tubuh Rendy.Rendy pun tersenyum menyeringai dengan aksinya yang berhasil membuat Ziva semakin dekat mendekapnya.
"Stop Kak,stop!" pekik Ziva.
Rendy menghentikan laju motornya.
"Terima kasih ya sudah mengantarku." Ziva melangkah pergi dengan melampirkan tangannya.
Rendy terus menatap Ziva yang berlalu pergi.Jantunganya masih berdegup kencang tak beraturan.
"Kenapa baru sekarang aku sadar akan kecantikanmu, sungguh kamu membuatku mati kutu ketika berada di depanmu," batin Rendy.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan vote dan tinggalkan jejak di setiap Babnya supaya author semakin semangat melanjutkan ceritanya🙏.