Terpaksa Menikah Diusia Belia

Terpaksa Menikah Diusia Belia
Bab 88 ( Perpisahan Yang Manis )


__ADS_3

"Aku sadar siapa aku Kak jadi pergilah jika kau ingin pergi tidak perlu lagi memperdulikan aku."


"Tapi apa yang terjadi padamu dan dimana Kanaya,aku akan meneleponnya biar dia menjagamu disini?" timpalnya.


Saat ini Ziva benar-benar mengikhlaskan pria di depannya itu karena yang terpenting baginya adalah kebahagiaan orang yang dicintanya meski dia sendiri terluka.


Ziva yang saat itu melihat ponselnya diatas nakas langsung meraihnya.


"Apa yang kau lakukan?" Arsha langsung merebut paksa ponsel yang dipegang Ziva.


"Kau salah paham tidak ada terjadi apapun antara aku dan Kanaya.Mulai saat ini berhentilah memikirkan kebahagiaan orang lain.Aku sudah resign dari kantor," jelasnya.


Wajah terlihat kecewa bukan karena keluar dari kantor tapi saat ingin harapannya untuk membahagiakan Ziva dengan materi pupus sudah.Setelah kejadian pemaksaan kemarin malam Arsha memutuskan untuk resign karena tempatnya bekerja bukan lagi tempat yang nyaman untuknya mencari sumber kehidupan. Arsha juga tidak ingin lagi bertemu dengan wanita iblis itu.


"Apa yang Kakak lakukan bukankah itu mimpi Kakak?" Ziva menatap penuh tanya seakan tidak percaya karir yang selama ini dibangun puluhan tahun bahkan mengorbankan segalanya kini dilepaskannya begitu saja.


"Sebaiknya kita pulang ke Bandung dan tinggal disana karena Kakak memutuskan untuk mengelola perkebunan ayah," tegas pria itu walau sedikit ada keragu-raguan.


Bak mendapat durian runtuh mendengar keputusan suaminya yang sudah sejak lama ingin didengarnya.Sekain karena menghindari Alvin yang saat itu begitu arogan ingin memilikinya juga karena orang tua Arsha yang juga mertuanya.

__ADS_1


"Aku pasti mendukung apapun keputusan Kakak juga ...." Ziva menghentikan ucapannya membuat pria disampingnya itu mengerutkan kening.


Berbeda dengan Ziva karena saat itu wanita itu tersenyum begitu bahagia sembari menarik tangan Arsha menuju perutnya.


"Apa ... apa kau ...."


Belum lagi meneruskan ucapannya Ziva sudah mengangguk mengiyakan.Arsha begitu terharu dengan kabar yang baru saja di dengarnya hingga air matanya menitik karena terlalu bahagia.Tangannya mengusap lembut perut istrinya yang masih rata lalu mengecupnya lembut.Rasanya kebahagiaannya begitu lengkap karena tidak lama lagi dirinya akan menjadi seorang ayah.


"Terima kasih sayang." Mendekap juga mengecup lembut pipi Ziva.


***


Setelah berpamitan dengan Kayla, Ziva menuju tempat pertemuannya dengan Alvin.Tapi bukannya di sebuah restoran tapi malah di sebuah jalan yang begitu sepi


"Kenapa kau ingin bertemu denganku atau kau berubah pikiran dan ingin bersamaku?" Pria itu sengaja membuat momen terakhirnya tidak terlupakan dengan membuat wanita di depannya ini marah karena saat marah mungkin saja itu menjadi momen yang akan sulit dilupakannya.


"Kau seharusnya membawaku pergi jauh bukannya membawaku ketempat suamiku."


"Terima kasih Alvin semua yang kamu lakukan untukku aku tidak bisa membalasnya satu persatu tapi aku berharap kau akan menemukan cinta yang lebih baik dariku," timpalnya dengan senyum tipis namun begitu memukau.

__ADS_1


"Terima kasih telah memberiku momen ini aku tidak akan pernah melupakan momen-momen bersamamu,selamat tinggal cintaku semoga kau bahagia selalu," gumam Alvin namun hanya dalam hati.


Arsha yang menunggu di mobil langsung turun karena menunggu lama membuatnya bosan.


"Kau ingat!jaga wanita ini baik-baik karena sedikitpun kau menyakiti dia aku akan mengambilnya darimu!" ancam Alvin saat Arsha sudah diantara keduanya.


Saat itu Arsha tidak merespon ancaman Alvin tapi pria itu malah mendekat membuat Ziva berpikiran lain.


"Kalian!"pekiknya dengan keras.


Ziva begitu kesal menatap dua pria yang akan beradu jotos itu tapi Ziva salah kedua pria itu malah berpelukan membuatnya kini tersenyum bahagia.


"Aku janji akan membahagiakannya apapun yang terjadi," lirih Arsha saat keduanya masih berpelukan.


"Cepat pergi sebelum aku berubah pikiran," usir Alvin.


Keduanya melangkah pergi tapi beberapa langkah Ziva berlari kembali mendekat Alvin lalu memeluknya


"Terima kasih malaikat penyelamatku." bisiknya di telinga Alvin.

__ADS_1


__ADS_2