
"Terima kasih malaikat tak bersayapku.Darimu aku belajar,belajar mengikhlaskan sesuatu yang bukan menjadi hakku, darimu aku mengenal cinta sejati dan darimu aku menjadi pria yang lebih baik walaupun belum sempurna," gumamnya dalam hati menatap kepergian wanita yang tidak akan ditemuinya lagi.
***
Sesampainya dirumah Ziva segera mengemasi pakaiannya karena besok pagi-pagi mereka akan berangkat.
"Aku akan menelepon ibu untuk memberitahu ibu kalau kita besok akan pulang," seru Ziva mengambil ponselnya diatas nakas.
Belum juga menelepon ponselnya yang tadi dipegangnya berpindah ke tangan Arsha. "Jangan katakan apapun pada ibu."
"Kenapa, pasti Kakak ingin memberi kejutan untuk ibu kan?" terka Ziva antusias.
Seketika raut muka pria itu berubah langkah pergi. Ziva melihat gelagat suaminya langsung menyusul pria yang kini berdiri di balkon.Ziva menyenderkan kepalanya ke bahu suaminya saat itu keduanya sama-sama diam menikmati suasana malam terakhir mereka di kota besar itu.
Selama tinggal disana mereka bahkan tidak tahu ada pemandangan yang begitu indah terlihat jelas dari balkon apartemennya.Selama tinggal disini pula mereka melupakan waktu hingga tidak menyadari melewatkan semua hal yang indah di kota itu.
***
Keesokan pagi.
Sebelum mereka pergi, Ziva meminta untuk berpamitan kepada kakaknya.Mobil Arsha terparkir di halaman rumah Zacky.
__ADS_1
Beberapa kali mengetuk pintu akhirnya pintu terbuka.
"Apa tidak bisa dibicarakan baik, kenapa gegabah mengambil keputusan itu." Belum lagi masuk rumah Zacky sudah berbicara panjang lebar.
Zacky sudah mengetahui keputusan adik juga adik iparnya itu karena sebelumnya Ziva sudah memberitahu kakaknya lewat pesan singkat.
"Sayang, ajak mereka masuk." Anissa menarik tangan Ziva masuk diikuti Zacky dan Arsha yang ikut masuk.
"Bagaimana dengan kuliahmu, Va?" Zacky melirik ke arah Ziva.
"Aku ...."
"Ziva akan pindah ke Universitas,aku pasti akan menguliahkannya sampai lulus tenang saja," sergah Arsha memotong perkataan Ziva.
Setelah berpamitan keduanya melesat dengan mobilnya
Saat diperjalanan Ziva lebih banyak tidur karena perutnya selau mual apalagi saat di mobil mualnya bertambah membuatnya memuntahkan semua isi perutnya. Arsha sampai tidak tega akan keadaan Ziva hingga membuatnya harus sering beristirahat di rest area.
"Sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai." Arsha mengelus lembut perut Ziva.
20 menit berlalu akhirnya mereka sampai.Arsha langsung menuntun istrinya masuk ke dalam rumah karena kondisi Ziva saat itu begitu lemah.Arsha mengetuk pintu beberapa kali dan akhirnya pintu terbuka.
__ADS_1
"Kalian." Raut wajah bahagia langsung terpancar dari wajah ibunya melihat kedatangan keduanya.
"Bu bawa Ziva ke kamar,Arsha akan membawa barang-barang yang masih di mobil," pinta arsha yang langsung diangguki Dina.
Setelah membaringkan Ziva di kamar Dina segera pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk menantunya.
"Minum tehnya nak." Dina menaruh secangkir teh hangat di meja.
"Istirahatlah ibu akan memasak untuk kalian." Dina beranjak pergi meninggalkan keduanya.
Cukup lama Arsha menunggu Ziva akhirnya istrinya itu tertidur. Arsha lalu melangkahkan keluar kamarnya menuju ke kamar sebelahnya.
Disana seorang pria yang tak lain ayahnya menatapnya dengan senyuman.
"Anakmu pulang sesuai keinginanmu Ayah, pria keras kepala ini akhirnya menyerah." Arsha melangkah mendekat lalu mencium tangan pria yang beberapa tahun tidak pernah memberinya senyuman.
Pria itu mengelus lembut kepala putranya."Maafkan Ayah Nak selama ini Ayah membuatmu tersiksa akan keinginan Ayah."
"Ayah tidak pernah salah, akulah yang hanya mementingkan keinginanku sendiri. Arsha janji mulai saat ini Arsha akan membuat Ayah bahagia." Kedua pria itu akhirnya berpelukan erat membuat mata yang mengawasi mereka dari luar tersenyum begitu bahagia.
Akhirnya hari ini hari yang ditunggu-tunggu tiba, dimana hari ini semua keinginannya terkabul.Dina sudah menduga kedatangan mereka untuk tinggal dari banyaknya barang yang mereka bawa dan dugaannya itu diperkuat jawaban menantunya tadi.
__ADS_1
Tak ingin menganggu momen ayah dan anak itu, Dina kembali ke dapur untuk menyelesaikan masakannya.