
Sesampainya di apartemen, Ziva langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang hanya tempat itulah yang saat ini menjadi tumpuannya menumpahkan segala kekecewaan juga kesedihannya.
Baru hitungan hari merengkuh hidup baru dengan kejelasan status tapi kini semua terasa sia-sia. Seperti mimpi buruk semua terjadi begitu saja padahal selama ini suaminya begitu mencintainya. Mungkinkah ada rasa bosan dalam hatinya hingga membuatnya tega bermain gila dengan atasannya sendiri.
Pikiran itulah yang kini berkecamuk dalam benaknya. Sikapnya ini berbanding terbalik beberapa tahun silam. Dimana saat itu Kanaya berusaha mendekati suaminya walaupun saat itu Kanaya tidak mengetahui statusnya sebagai istri Arsha tapi dengan lantang dirinya melawan wanita yang hampir saja menjadi duri dalam pernikahannya. Saat ini hanya air mata yang terus mengalir menjadi bukti betapa hatinya terluka tanpa bisa berbuat apa-apa karena kali ini Ziva merasa Arsha juga menginginkannya bukan hanya Kanaya.
Ziva yang masih menangis tiba-tiba bangkit dari ranjangnya, membuka pintu lemari kasar mengeluarkan seluruhnya pakaian Arsha tanpa terkecuali lalu memasukkan semua ke dalam koper. Koper itu langsung ditariknya keluar dari kamar setelah itu menendangnya beberapa kali melampiaskan kemarahannya.
Disaat yang bersamaan Arsha yang baru saja masuk menatapnya sedih tapi Arsha tahu betul itu konsekuensi atas perbuatannya.
"Ziva." Arsha berlari menarik tangan Ziva karena saat itu Ziva ingin masuk ke dalam kamarnya hanya itu kesempatannya bisa menjelaskan semua karena setelah berada di dalam kamar Ziva pasti akan mengunci diri dan tidak akan ada lagi kesempatan untuknya berbicara.
"Lepaskan!" pekik Ziva berusaha melepas cekalan tangan Arsha sembari mengalihkan pandangannya karena tidak ingin melihat batang hidung orang yang telah menyakiti hatinya.
"Dengarkan Kakak, Kakak bisa jelaskan semua."Sorot mata Arsha berusaha memohon agar istrinya itu mau mendengarnya tapi semua sia-sia karena Ziva terus memberontak tak memberi kesempatan padanya untuk berbicara.
"Tidak mungkin dia akan mendengarkanku dengan kondisi saat ini, dia masih begitu marah. Aku akan memberinya waktu," batin Arsha.
Arsha lalu melepaskan tangan Ziva membiarkan kembali masuk ke dalam kamarnya.
Breekkk
Pintu ditutup dengan keras semakin membuktikan saat itu Ziva benar-benar sangat marah.
__ADS_1
Tiba-tiba bel rumah berbunyi membuat fokus Arsha langsung teralihkan menuju pintu.Langjahnyq mengayun menuju pintu.
Saat pintu terbuka mata Arsha terbelalak menatap 2 sosok yang seharusnya tidak muncul saat itu karena kondisi rumahnya sedang tidak baik-baik saja. Cukup lama Arsha hanya terdiam menatap keduanya membuat kedua orang itu merasa aneh.
"Woi Bro kenapa loe,sakit?" tanya seorang pria tak lain adalah kakak iparnya Zacky. Zacky melambaikan tangannya tepat di wajah Arsha berusaha menyadarkan Arsha yang tampak linglung. Seketika Arsha tersadar dari lamunannya.
"Ada apa sepertinya kamu sedikit terkejut dan linglung melihat kedatangan Ibu juga Kak Zacky, apa kedatangan kami mengganggumu?" sergah Ayu karena tidak segera mendapat jawaban dari menantunya itu.
"Dimana Ziva?" timpal Ayu, melongok ke dalam rumah mencari keberadaan putrinya.
"Ziva sedang istirahat dikamar Bu,ayo masuk." Arsha memberi jalan untuk ibu juga kakaknya masuk.
Keduanya lalu duduk di sofa tapi tiba-tiba fokus Ayu tertuju pada koper tergeletak tepat di depan pintu kamar.
Arsha seperti berdiri di ujung jurang karena saat itu dia tak bisa menjelaskan kalau koper itu adalah bajunya yang dikeluarkan Ziva dari dalam kamarnya lebih tepatnya Ziva mengusirnya dari kamarnya sendiri.Jika mengatakan semua pasti ibu akan berpikir kemana-mana dan Ziva akan mengatakan semua. Saat ini nasib pernikahannya sedang terancam dan Zacky akan mencekiknya hingga mati kalau sampai tahu apa yang dilakukannya kepada adiknya.
"Seharusnya aku berpikir kearah sini daripada aku kehilangan Ziva lebih baik aku kehilangan pekerjaan tapi tidak mudah bagiku untuk sampai di titik ini," batin Arsha.
Disisi lain ada penyesalan dihatinya tapi disisi lain juga tidak ingin kehilangan pekerjaan. Memulai semua dari nol hingga di posisinya bukan hal mudah butuh pengorbanan,kerja keras juga air mata yang terus ditahannya sebagai pembuktian untuk ayahnya kalau dia bisa sukses dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri.Tekad bulatnya kini membuahkan hasil hingga bisa membanggakan dirinya dihadapan ayahnya hingga tidak mungkin baginya menyerah begitu saja.
"Maafkan Arsha Bu,Arsha tahu Arsha salah dan Arsha akan menebus kesalahan Arsha." Pria itu tiba-tiba bersimpuh di kaki ibu mertua juga kakaknya yang nampak bingung apa yang sebenarnya terjadi karena tiba-tiba meminta maaf.
Dari dalam kamar Ziva mendengar suara ibunya tapi juga tidak terlalu jelas apa benar itu ibunya. Ziva langsung bangkit dari ranjang untuk mengecek langsung.
__ADS_1
Saat pintu kamarnya dibuka terlihat Arsha bersimpuh di hadapan ibu dan juga kakaknya.
"Jangan-jangan," batinnya.
Melihat Ziva yang keluar dari kamar ibunya langsung bangkit mendekati Ziva.
"Ada apa Nak,apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba suamimu meminta maaf,apa terjadi sesuatu diantara kalian?" Ayu yang sudah berpikir kemana-mana memberondong putrinya itu beberapa pertanyaan sekaligus.
Sementara Zacky terus menatap tajam Arsha sambil memberi ancaman atas tindakannya kalau sampai melukai adiknya.
"Ziva dan kak Arsha baik- baik saja Bu,hanya salah paham.Ibu tahu sendiri kita masih sama-sama labil,tadi Ziva kesal karena Kakak mau keluar kota jadi Ziva lempar semua baju kak Arsha agar pergi sekalian ngga usaha balik," jelas Ziva dengan nada bicara penuh keyakinan hingga sedikit pun ibunya tidak menyadari putrinya sedang berbohong.
"Jangan seperti ini Nak, suamimu kan harus bekerja demi masa depan kalian,lebih sabar lagi ya." Ayu mengelus wajah Ziva tapi saat itu Ziva langsung menarik tubuh ibunya ke pelukannya.
Zacky yang terus menatap Ziva merasa tidak yakin akan alasan adiknya itu melihat matanya begitu bengkak. Zacky merasa saat ini adiknya itu sedang berbohong. Selama ini Zacky selalu diantara keduanya saat ada permasalahan hingga tahu adiknya tidak pernah terlihat sekacau ini.
"Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi?" batin Zacky.
Arsha yang mendengar penjelasan Ziva menjadi lega karena nasibnya masih dibilang beruntung istrinya itu berusaha melindunginya dan juga melindungi rumah tangganya.
"Kalian harus saling memahami karena berumah tangga itu menyatukan dua hati yang berbeda kalau terjadi perselisihan itu hal yang wajar tapi Ibu berharap kalian bisa menyelesaikan setiap masalah dengan cara berpikir dewasa,kalian mengerti?" Ayu memberi nasehat saat ketiganya duduk bersama.
"Iya Bu,Arsha mengerti," jawab Arsha. Sementara Ziva hanya mengangguk.
__ADS_1
Cukup lama Ayu juga Zacky berada disana. Niat Ayu juga Zacky berkunjung ke rumah Ziva untuk memberi kabar, Minggu depan Zacky akan melangsungkan pernikahan dengan Annisa. Beberapa hari Ayu menunggu Ziva mengunjunginya tapi Ziva tak kunjung datang membuatnya berinisiatif mendatanginya.