Terpaksa Menikah Diusia Belia

Terpaksa Menikah Diusia Belia
Bab 16 ( Suami Sempurna )


__ADS_3

"Ada apa kamu kesini?" tanya Arsha saat keduanya sudah duduk bersama.


Zacky datang berkunjung ke apartemen adik iparnya.


"Aku cuma memastikan adik iparku pulang dengan selamat," jelas Zacky.


Saat itu pria itu terlihat berpikir membuat Arsha meragukan alasannya. "Alah aku nggak percaya pasti ada sesuatu."


Zacky hanya tersenyum karena sulit baginya untuk menyembunyikan sesuatu apalagi menyembunyikan dari sahabat dari kecilnya itu.


"Gue. Sebenarnya gue mau pinjem duit." Zacky berucap sedikit terbata-bata.


Sejak Arsha kembali ditugaskan di Jakarta sering sekali Zacky meminjam uang membuatnya sedikit sungkan tapi mau tidak mau ia lakukan.


Arsha menuju kamarnya lalu setelah kembali membawa amplop berisi uang yang langsung di serahkan kepada Zacky. "Jangan sungkan-sungkan kita ini saudara, masalahmu juga masalahku."


Ziva yang baru saja keluar kamar menjadi salah sangka melihat Arsha memberikan amplop yang cukup tebal kepada kakaknya.


"Apa ini, kenapa kalian? Jangan-jangan Kakak menjual ku ke kak Arsha," tukas Ziva dengan mata mendelik kearah Zacky lalu berpindah ke Arsha pria.


Keduanya hanya diam karena tidak tahu harus menjelaskan gimana selama ini Arsha meminta agar di rahasiakan dengan Ziva tapi kali ini mereka tertangkap basah.


"Jelaskan sekarang, uang apa ini?" desa Ziva dengan suara Ziva semakin memekik penuh emosi.


"Ziva dengerin Kak Zacky sebenarnya selama ini Kakak bohong tentang gaji Kakak. Sebenarnya posisi Kakak di kantor juga gaji Kakak tidak cukup untuk menyekolahkan mu juga membantu ibu jadi Kak Zacky sering meminjam uang ke Kak Arsha, tapi bukan Kakak menjual mu," tegas Zacky penuh penekanan dalam setiap ucapannya.


"Tenang sayang, benar apa yang dikatakan Kak Zacky, percayalah." Arsha membelai rambut panjang Ziva yang terurai, berusaha menenangkan.


.


.


Sepeninggal Zacky, Arsha dan Ziva masih terduduk di sofa melihat televisi.


Saat itu Ziva mencuri pandang menatap suaminya intens.


"Ada apa kau menatap suamimu seperti itu?" Arsha yang menyadari ditatap dengan berbeda oleh istrinya merasa tidak nyaman.


"Apa Kakak yakin dengan jawaban Kakak tadi, Kalau kak Zacky tidak menjual ku?"


Bukan jawaban yang di dengarnya dari mulut pria itu tapi malah suara yang begitu keras membuat Ziva memukul tubuh disampingnya itu kesal.Saat itu dia hanya ingin memastikan kebenarannya kalau sampai dirinya dijual sama saja durinya seperti budak yang harus setia melayani majikannya.


"Memberi uang bukan berarti menjual karena itu bisa berarti apa saja tapi yang jelas kakakmu tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu," jelas Arsha penuh keyakinan.


"Lalu apa sebabnya kak Zacky menikahkan aku begitu cepat, apa Kakak tahu alasannya?"


"Itu hanya kakakmu yang tahu, tanyalah padanya."

__ADS_1


Arsha sebenarnya ingin mengungkapkan semua tapi dia tidak berhak untuk menjelaskannya karena dia sudah berjanji akan merahasiakannya.


"Ya ampun."


Ziva berlari ke kamarnya membuat pria yang duduk disampingnya bingung lalu mengikutinya.Saat itu Ziva telah membawa beberapa buku di tangannya.


"Aku kira kau punya masalah apa, ternyata." Arsha kembali ke sofa diikuti Ziva.


Keduanya fokus dengan aktivitas masing-masing Arsha fokus dengan ponselnya sementara Ziva fokus mengerjakan pr matematikanya.Kali ini dia harus menyelesaikan pr nya kalau tidak ingin besok mendapat hukuman seperti biasa.Ziva terlihat kebingungan beberapa kali dia menggaruk kepalanya membuat Arsha menatapnya


"Ayo cepat selesaikan!" perintahnya.


"Tinggal beberapa soal lagi tapi Ziva tidak mengerti Kak, apa Kakak bisa membantuku?" pinta Ziva menunjuk buku dan memperlihatkannya pada Arsha yang tengah sibuk memainkan gawainya.


Pandangan Arsha kemudian fokus ke nomer yang ditunjuk Ziva kemudian berusaha membantu Ziva mengerjakannya dan memberi penjelasan pada Ziva cara mengerjakannya.


"Apa kamu sudah mengerti?" tanya Arsha.


Arsha telah menyelesaikan satu soal sembari menjelaskan cara mengerjakan soal tersebut


"Iya aku mengerti ini mudah sekali ternyata." Ziva tersenyum tipis lalu menyelesaikan beberapa soal yang belum diselesaikannya.


"Akhirnya selesai juga." Ziva lega menutup bukunya dan menumpuknya menjadi satu.


"Terima kasih ya Kakak,sudah membantuku." Ziva tersenyum tipis menatap Arsha.


"Sama-sama, sayangku. Kalau kamu ada kesulitan dalam mengerjakan tugas kamu bisa bertanya padaku." Bangga Arsha menepuk dadanya sendiri menunjukan dirinya akan membantu setiap kesulitan Ziva dalam sekolahnya.


***


Ziva telah siap rapi dengan seragam juga tas di punggungnya kemudian duduk santai menunggu Arsha yang masih berada di dalam kamar. Beberapa menit kemudian keluar kamar dengan menenteng tas kerjanya kemudian memasukkan laptop yang berada di atas meja ruang tamu.


"Kakak semalam begadang lagi?" tanya Ziva menatap Arsha memasukkan laptop ke tas kerjanya.


"Iya Kakak harus menyelesaikan laporan akhir bulan ini." Arsha menggendong tas ransel di punggungnya.


"Maaf Kakak bangunnya kesiangan jadi nggak masak sarapan untukmu," ucap Arsha.


"Nggak pa pa nanti bisa sarapan disekolah. Mulai besok aku akan bangun pagi dan membuat sarapan untuk kita," tutur Ziva beranjak dari duduknya.


"Benarkah, apa kamu bisa?" tanya Arsha menatap serius Ziva.


"Akan akan berusaha Kakak." Ziva mengepal tangannya dan mengangkat menunjukan semangatnya.


Kemudian Arsha mengambil dompet di saku celananya dan mengambil satu lembar uang berwarna merah kemudian memberikannya pada Ziva.


"Ini uang sakumu." Arsha memberikan beberapa lembar uang.

__ADS_1


"Uang yang kakak berikan kemarin terlalu banyak jadi aku masih menyimpannya." Ziva menolak pemberian Arsha.


"Lo kok, memang kamu tidak menggunakannya itu bukan hanya uang saku tapi juga boleh kamu gunakan untuk nge Mall atau main sama temen mu." jelas Arsha.


"Kasian Kakak mencari uang dengan susah payah lalu Kakak menyuruhku untuk menggunakan uang itu untuk bersenang-senang," tutur Ziva. Katanya menatap sendu Arsha.


"Sudah kewajiban Kakak untuk membuatmu senang, kamu tidak perlu sungkan. Kamu boleh meminta apapun karena Kakak bekerja untuk membuatmu senang." jelas Arsha mengusap lembut pipi Ziva.


"Kakak senang kamu semakin dewasa," timpal Arsha tersenyum tipis.


"Ayo, nanti kita bisa terlambat." Arsha menarik tangan Ziva mengajaknya segera pergi.


Mobil Arsha berhenti tepat didepan gerbang pintu sekolah.


"Ziva turun dulu Kak." Ziva hendak turun dari mobil tiba-tiba Arsha menarik tangannya mendekat.


Cup


Kecupan hangat mendarat di kening Ziva. Seketika wajahnya memerah karena senang tapi juga malu karena itu kali pertama Arsha memperlihatkan kemesraannya di depan umum meski mash di dalam mobil tapi di area sekolahnya.Ziva segera menjauh dari Arsha setelah Arsha mengecup keningnya beberapa saat karena tidak ingin ada orang yang melihatnya


Ziva segera keluar dari mobil Arsha. Tangannya melambai saat mobil Arsha kembali melaju pergi. Ziva bergegas menuju kelasnya karena bel berbunyi sesaat dia memasuki gerbang sekolah.Semua murid-murid berlari menuju kelasnya.


.


.


"Selamat pagi anak-anakku sekalian." sapa seorang guru setengah baya memasuki kelas itu.


"Selamat pagi pak Guru,"teriak seluruh murid di ruangan itu serempak.


"Ayo kumpulkan pr kalian Minggu lalu!" perintah pak Guru.


Membuat semua murid di kelas itu riuh karena sebagian murid ada yang mengerjakan dan sebagian lagi melupakan pr itu karena sudah lewat seminggu.


"Ziva apa kamu sudah mengerjakannya?" Gurunya menatap tajam kearahnya.


Tentu saja pertanyaan itu selalu diarahkan kepadanya karena Ziva murid paling bandel di kelasnya selain jarang mengerjakan pr dia juga sering tertidur saat guru sedang mengajar.Lalu kali ini, apakah Ziva akan mendapat hukuman seperti biasa?


"Sudah Pak Guru," jawab Ziva.


Semua teman-teman Ziva perhatiannya fokus kepada Ziva karena biasanya Ziva selalu kena hukum karena tidak mengerjakan pr kali ini ini jawabannya membuat seluruh yang ada di kelasnya tercengang.


"Kemasukan jin apa loe va, tumben banget."


Senyumnya menyeringai Keyla seakan tidak percaya dengan sahabatnya itu.


"Hahaha." Ziva terkekeh bangga karena mulai saat ini dirinya akan menjadi murid yang paling baik dan rajin di sekolahnya.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa dukung author dengan vote,like dan komen supaya author semakin dan makin semangat melanjutkan kisah cinta Arsha dan Ziva.Terima kasih salam sayang dan cinta untuk kalian reader setiaku🙏❤️


__ADS_2