
Sepulang sekolah Ziva sengaja pergi ke kantor suaminya.Tujuannya hanya satu meminta maaf kepada Kanaya.Sesampainya di depan kantor Arsha, Ziva langsung menghubungi Arsha.
Beberapa menit kemudian Arsha telah sampai di depan kantornya.Dilihatnya Ziva yang berdiri menunggunya yang langsung ditariknya lengan Ziva meninggalkan tempat itu.
"Kak mau kemana sih, Ziva kan mau minta maaf!" Ziva setengah memberontak dari cekalan tangan Arsha.Langkahnya mereka terhenti saat sudah berada di dalam restoran yang tidak jauh dari kantor Arsha.
"Kok malah makan!" Ziva terlihat kesal karena Arsha membawanya ke restoran walaupun sebenarnya dia tak ingin makan
"Duduklah dan makan dulu," bujuk Arsha.
"Baiklah kalau Kakak memaksa."
Akhirnya mau nggak mau Ziva pun duduk karena sebenarnya dia sedikit lapar.
Selesai makan keduanya melangkah keluar dari restoran itu.
"Pulanglah, Kakak masih ada pekerjaan jadi tidak bisa mengantarmu pulang," jelas Arsha.
"Kok pulang sih, aku kan mau minta maaf." Ziva terlihat kesal karena suaminya menyuruhnya pulang padahal niatnya belum terlaksana.
"Kamu nggak mau kan, Kak Arsha semakin mendapat masalah?" Arsha menatap Ziva penuh harap.
Ziva pun menggelengkan kepalanya sedikit kecewa dengan ucapan suaminya tapi akhirnya dia mengerti dan menuruti perintah Arsha.
Keduanya berdiri di pinggir jalan utuk menghentikan taxi.
__ADS_1
"Ambil ini!" Arsha memberikan beberapa lembar uang kepada Ziva.
"Terima kasih,Kak." Ziva mengambil lembaran uang dari tangan Arsha kemudian membuka pintu Taxi lalu masuk ke dalam Taxi.
"Ziva tunggu dirumah ya, Kak?" ucap Ziva.
Arsha mengangguk, melambaikan tangannya seiring mobil bergerak maju meninggalkannya.Arsha berniat segera kembali ke kantornya.Langkahnya terhenti mendapati seorang wanita berdiri menatapnya.Tatapan matanya tajam membuat nyali Arsha menciut.
"Bukankah ini masih jam kantor lalu kenapa Anda berada di luar kantor?" Kanaya melirik jam di tangannya sesaat lalu kembali menatap pria di depannya.
"Maafkan saya, Bu Kanaya.Saya melupakan jam istirahat hingga saya tidak sempat makan siang tadi," jelas Arsha.
"Seorang Supervisor itu punya tanggung jawab yang besar termasuk memberi contoh yang baik untuk bawahannya dan saya rasa anda tidak memiliki suri tauladan yang baik untuk bawahan anda!" tegas Kanaya.
"Maafkan saya,Bu.Saya janji tidak akan mengulanginya lagi." Arsha menundukkan kepalanya beberapa kali.
Arsha segera melangkah pergi meninggalkan Kanaya yang masih berdiri ditempatnya.
"Sepertinya wanita itu punya dendam padaku,selama bertahun-tahun aku bekerja disini baru kali ini aku direndahkan atasanku.Ayahnya saja tidak masalah aku keluar masuk perusahan tapi dia ....Ah sudah lah masa bodoh dengannya," gumam Arsha.Pria itu kembali fokus ke jalannya.Naik lift menuju ruangannya.
***
Ziva melempar tasnya ke sofa begitu sampai dirumahnya.
Drt ... drt ... drt ... ponsel Ziva bergetar.Ziva langsung mengambil ponselnya yang berada di tasnya lalu mengangkat telepon dari Keyla.
__ADS_1
"Mm".~Ziva.
"Napa Loe,gabut banget?"~Keyla.
"Gue baru aja nyampe rumah."~Ziva.
"Loe jadi ke kantor Kak Arsha, gimana loe jadi minta maaf lalu gimana reaksi wanita itu marah-marah langsung pecat Kak Arsha atau gimana?"~Keyla.
"Gue jadi ke kantor Kak Arsha tapi kak Arsha melarangku meminta maaf, kalau tidak ingin Kak Arsha akan semakin mendapat masalah."~Ziva.
"Oh ... tapi gue setuju juga kata Kak Arsha jabatan wanita itu terlalu tinggi di kantornya kalau sampai berurusan lagi bisa out laki loe."~Keyla.
"Dasar loe tadi pas di sekolah loe bilang setuju sama Medina, agar gue minta maaf.Sekarang loe bilang setuju kak Arsha, kayak bunglon loe yang berubah-ubah semau loe."~Ziva.
"Hihihi, gue kan cuma ngikut apa kata-kata orang yang lebih berpengalaman.Lebih baik loe ngikut aja apa kata kak Arsha kan kak Arsha yang lebih tahu masalah kantornya."~Keyla.
"Lah iya gue ngikut makanya gue langsung pulang, sotoy loe!"~Ziva.
"Peace bestie."~ Keyla.
Tut ... tut ... tut ....
Telepon terputus.
"Cih kebiasaan ni bocah!" Ziva mendelik ke ponselnya, kesal akan tingkah sahabat absurdnya itu.
__ADS_1
Ziva lalu beranjak dari duduknya karena mengingat sesuatu yang harus di kerjakannya.Setelah berganti pakaian Ziva langsung menuju supermarket.Kali ini dia ingin berbelanja lebih banyak untuk mengisi kekosongan lemari pendingin di apartemennya.Ziva berjalan santai dengan langkah cerianya di sore itu karena jarak supermarket tidak begitu jauh dari apartemennya.