Terpaksa Menikah Diusia Belia

Terpaksa Menikah Diusia Belia
Bab 82 ( Hari Bahagia Zacky )


__ADS_3

Ziva tengah merapikan alat make up karena telah selesai merias.Wajah yang telah selesai dirias nampak begitu sempurna ditambah gaun berbahan brokat berwarna nude pink menambah penampilan semakin memukau.Ziva selalu menerapkan riasan yang flawless di setiap dandanannya hingga terkesan kecantikannya itu sangat natural tanpa dilebih-lebihkan.


Ya kecantikannya yang memang sudah diwarisinya dari sang ibu ditambah sedikit make up membuat kecantikannya semakin paripurna membuat sosok yang berdiri di pintu menatapnya penuh puja. Ziva yang menyadarinya langsung berdiri dari tempatnya karena tidak ingin pria itu membohongi dirinya sendiri. Bagaimanapun pria itu sudah sangat mengecewakannya.


Beberapa hari sebelumnya Ziva menata diri karena tidak ingin sedikit pun terpengaruh dengan perbuatan suaminya itu.Dimomen penting kakaknya, dia tidak ingin terlihat menyedihkan hingga ibu juga kerabatnya yang datang berpikir kalau hidupnya tidak bahagia padahal itulah kenyataannya.Biar semua disimpannya sendiri sampai semua momen penting itu berlalu setelah itu ia akan memikirkan langkah selanjutnya. Memastikan siapa yang akan di pilih suaminya nanti,dia atau Kanaya.


"Sayang jangan bersikap seperti itu padaku,aku sangat mencintaimu," keluh Arsha.


Sikap Ziva yang begitu cuek dan dingin membuat pria itu seperti mati kutu terlebih semenjak saat itu Ziva tidak pernah mau disentuh olehnya.


"Aku harap Kakak tidak berbuat ulah hari ini,ini momen penting jadi lupakan sejenak wanita ****** itu!"tegas Ziva dengan tatapan mata mendelik ke arah pria dengan setelan jas hitam itu.


Ziva yang telah siap mengambil tas yang tergeletak di ranjang lalu melangkah lebih dulu masuk kedalam mobil diikuti Arsha yang mengekor dibelakangnya.


Kedatangan Ziva disambut beberapa kerabatnya yang ternyata sudah tiba diantaranya adiknya Zahra.Gadis kecil itu langsung memeluknya dengan erat meluapkan kerinduan beberapa bulan tidak bertemu.


Saat di pernikahan Ziva, Zahra tidak ikut karena ujian sekolah sementara saat pulang kampung Minggu lalu Zahra sedang liburan di tempat Bibinya yang lumayan jauh sehingga mereka baru bertemu setelah sekian lama.

__ADS_1


"Kak Ziva, aku sangat merindukan Kakak," urai Zahra sesudah melepas pelukannya.


"Kak Ziva juga kangen kamu, Dek," balas Ziva mencubit kedua pipi Zahra. Adiknya yang mulai beranjak remaja itu terlihat sangat cantik dengan riasannya.Gadis remaja itu meminta MUA yang merias calon kakak iparnya meriasnya juga.


Fokus Zahra beralih pria tampan di samping kakaknya yang tak lain kakak iparnya.Zahra langsung mencium punggung tangan Arsha.


Ziva kemudian menyapa kerabatnya yang lain yang berada disana.


Waktu menunjukkan pukul 7 menandakan acara inti akan segera berlangsung.


"Ayo Kak, acaranya akan segera di mulai." Ziva memanggil Annisa yang telah siap.


"Tenang Kak semua akan baik-baik saja.Coba Kakak tarik nafas lalu keluarkan, hah." Ziva mencoba membatu calon Kakak iparnya itu agar lebih rilex sampai mempraktekkannya sendiri.Beberapa kali Annisa melakukan apa yang disarankan Ziva hingga membuatnya sedikit rilex.


Keduanya melangkah perlahan menuju tempat ijab qobul karena saat itu seorang penghulu juga mempelai laki-laki sudah menunggunya.


Acara itu berlangsung khidmat hingga ucapan "Sah" dari kedua saksi membuat semua undangan juga kerabat bersorak gembira.

__ADS_1


Diantara seluruh undangan itu ada satu orang yang ternyata bukan undangan hingga membuat Zacky menatapnya penuh tanya tanpa berpikir panjang Zacky menarik tangan pria itu pergi.


Ziva yang melihat itu langsung berlari mendekati kakak juga pria yang tak lain Alvin.


"Dia teman kuliahku Kak,aku yang mengundangnya," jawab Ziva dengan cepat.


Zacky langsung melepas tangan Alvin sembari meminta maaf karena kebodohannya.


"Kakak mengira dia gelandang yang biasa merusak acara karena akhir-akhir ini banyak diberitakan di tivi," bantah Zacky menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sembari menyembunyikan rasa malunya.


"Mana ada gelandang setampan ini Kak,lihat bajunya juga bau parfumnya." Ziva menunjuk penampilan Alvin membuat Zacky menatapnya dari kaki hingga ujung rambut.


"Hahaha, iya aku yang salah.Maaf ya." Zacky kembali meminta maaf sembari menepuk bahu Alvin. "Nikmati pesta sederhana ini ya." Zacky melangkah pergi meninggalkan Alvin juga Ziva dan seorang lagi yang terus menatapnya penuh curiga.


"Kau,ngapain kesini?" bisik Ziva mendekat ke telinga Alvin Ziva bersiasat ingin m membuat pria bernama Arsha itu kesal, itung-itung membalas sakit hatinya karena telah dikecewakan. Ziva benar saat itu Arsha mengepal tangannya menahan kemarahannya membuat batin Ziva bertepuk tangan karena berhasil membuat kesal pria itu.


"Apa benar aku tampan?" Alvin malah mengalihkan pertanyaan Ziva karena pujian Ziva membuatnya kini tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya hingga ingin wanita itu memuji lagi. Pria itu terus tersenyum membuat Arsha semakin jealous tanpa berpikir panjang Arsha langsung menarik tangan Ziva menjauh dari kerumunan tamu.Alvin yang merasa Ziva akan mendapat masalah mengikutinya hingga membuat Arsha marah.

__ADS_1


"Kau jangan ikut campur urusan rumah tanggaku!" tegas Arsha menunjuk pria itu dengan tatapan mendeliknya.


__ADS_2