
Puas tertawa karena ulah Ziva membuat Arsha lapar.Saat di kantor pun Arsha melewatkan jam makan siangnya demi untuk menyelesaikan pekerjaan lalu menyusul Ziva.
"Apa kalian mau makan, Kak Arsha traktir?" tawarnya menatap Ziva dan ketiga sahabatnya.
Tanpa menunggu lama keempat mengangguk bersamaan.
Medina mengedipkan mata ke Keyla memberi kode untuk melaksanakan aksi balas dendam yang telah mereka susun dalam diam.
Keyla dan Nara langsung menggandeng tangan Arsha melangkah lebih dulu."Ayo Kak, Keyla tunjukkin restoran yang makanannya paling lezat."
Sementara Ziva yang berjalan di belakangnya tampak mengumpat kesal membuat Medina meringis menahan tawa.Ziva terus mengumpat dan akhirnya menghadang langkah ketiga orang yang berada di depannya itu karena sudah tidak tahan.
"Woi, jangan kurang ajar ya kalian!" sentak Ziva.
Melepas paksa tangan suaminya dari kedua ular penggoda.Arsha nampak tersenyum senang, akhirnya dia melihat istrinya begitu cemburu dengan sahabatnya sendiri.
"Kamu cemburu sayang?" tanya Arsha saat tangannya sudah di gandeng Ziva.
"Siapa cemburu,aku hanya-"
"Cie ... cie Ziva kasian kena prank," sergah Keyla senang karena berhasil membalas dendamnya kepada sahabatnya itu.
Arsha terkekeh dengan Ziva yang tidak mau mengakui kalau dirinya begitu posesif.
.
.
Selesai makan mereka bergegas pergi karena hari sudah sore.Arsha akan mengantar ketiganya sampai ke rumah masing-masing.
Saat di perjalanan.
"Ahh kenyang sekali." Keyla memegangi perutnya yang tidak nyaman karena kekenyangan.
"Gimana nggak kenyang, Loe makan yang paling banyak," sahut Ziva.
"Mana ada, loe kali Va." Keyla mengelak.
"Stop stop!kalian ini ribut aja,puyeng aku," protes Nara.Sebenarnya Nara juga tidak nyaman karena kekenyangan.
Pria itu mentraktir semua makanan yang mereka inginkan hingga membuatnya perut mereka kekenyangan.
Satu persatu teman Ziva turun dari mobil. "Bye Ziva,bye Oppa ganteng." Keyla melambaikan tangannya dan memberikan ciuman selamat tinggal pad Arsha yang langsung ditatap tajam Ziva. "Oppa pala loe peyang," umpatnya.
Keyla menjulurkan lidahnya saat mobil kembali melaju.
__ADS_1
"Dasar Loe," umpat Ziva semakin kesel.
Saat diperjalanan Ziva terus saja mengumpat kali ini dia begitu kesal karena sikap sahabat-sahabatnya.
"Sudah Va, mereka hanya menggodamu." Arsha berusaha menghentikan kemarahan istrinya tapi bukannya berhenti dari amarahnya kini dirinya kena semprot wanita disampingnya itu.
"Harusnya tadi Kakak nggak usah jemput aku, gara-gara Kakak tebar pesona.Lihat itu Keyla, mata juga mulutnya jelalatan!" sentaknya semakin menjadi-jadi.
"Keyla hanya menggodamu sayang,abaikan saja."
Ziva mencebikkan bibirnya kesal."Jangan-jangan diluaran sana, Kakak juga seperti itu tebar pesona dengan wanita lain," tukas Ziva.
Saat itu menatap tajam pria yang masih fokus mengendarai itu.
"Lama-lama ucapanmu ngelantur kemana-mana, sudah jangan bicara lagi biarkan Kakak fokus menyetir."
Ziva semakin kesal lalu mengalihkan pandangannya ke jendela.Arsha menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.Biasanya berpikir dewasa tapi entah hari ini begitu posesif dan pemarah.
Sesampainya diparkiran Ziva langsung turun dari mobil kemudian pergi lebih dulu meninggalkan Arsha.Arsha berlari mengejar Ziva lalu keduanya naik lift menuju rumah mereka.
Ziva langsung menuju kamarnya begitu masuk rumah kemudian menuju kamar mandi sementara Arsha duduk di sofa.
"Kak," teriak Ziva dari dalam kamar mandi.
"Iya."
Pria itu melepas kemejanya. "Buka pintunya." Arsha menggedor pintu yang terkunci dari dalam.
Ziva membuka sejengkal pintu itu.Arsha mendorong pintu itu agar bisa masuk.
"Mau apa?" Ziva mengernyitkan alisnya dengan ulah suaminya yang mendorong ingin masuk.
"Masuklah, bukannya kau ingin mandi denganku," jelasnya.
"Kapan aku mengajak Kakak mandi bersama?tolong ambillin pembalut Ziva di kamar." Ziva memohon.
"Apa pembalut, kamu datang bulan?"tanyanya.
Ziva menganggukkan kepalanya.
"Pantas mau makan orang tadi." Arsha melangkah pergi mengambil permintaan Ziva.
Arsha kembali duduk di sofa setelah menyelesaikan misinya.Dipakainya kembali kemeja yang tadi dilepasnya.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi ada notifikasi masuk kemudian langsung memeriksa ponselnya.
__ADS_1
'Hai Arsha ini aku Kanaya,kalau ada waktu besok aku pengen makan siang denganmu,please jangan menolakku.Aku anggap sebagai ganti rugi biaya perbaikan mobilku.' Pesan singkat yang dikirim Kanaya di ponselnya.
'Siap, kamu bilang dimana tempatnya aku akan datang.' Arsha membalas pesan singkat Kanaya.
Ziva keluar dari kamar mandi melirik suaminya asyik memainkan ponselnya sampai tidak melihatnya keluar dari kamar mandi.Ziva lalu masuk ke kamarnya dan menutup pintunya kasar membuat Arsha menyadari Ziva telah keluar dari sana.
Setelah berganti pakaian dan rapi Ziva duduk santai di sofa melihat televisi.
"Uhh, ganteng banget kamu Oppa Song Kang."Ziva berdecak kagum akan ketampanan karakter pria dalam Drakor yang ditontonnya di tivi.
Arsha yang keluar dari kamar mandi mengernyit dahinya melihat tingkah konyol istrinya."Tampan juga Gue," celetuk Arsha masuk ke kamarnya.
"Iya juga sih tampan seperti Kak Arsha sebelas dua belas lah sama Kakak tapi jangan tebar pesona juga kali, aku nggak mau Kakak terlewat baik sama perempuan bisa-bisa mereka salah paham sama sikap Kakak yang begitu baik sama siapapun," tutur Ziva dengan nada ketus.
"Iya istriku cerewet."Arsha menyambar bibir Ziva menghentikan ocehannya yang terus nyerocos sedari tadi.Ziva pasrah akan ******* bibir Arsha yang begitu menuntut.
"Kak Arsha merindukanmu, Sayang," ucap Arsha lirih.Sesuatu dibawah sana mulai on.Arsha memeluk Ziva erat kemudian menginci setiap lekuk tubuh Ziva membuatnya semakin bergejolak dan tak mampu menahannya lagi lalu berlari menuju kamar mandi.
"Aahhhhh."
Ziva mengikuti Arsha lalu menguping di pintu.Ziva terkekeh mendengar lenguhan suaminya lalu segera berlari kembali ke sofa sebelum suaminya menyadarinya menguping.
Arsha kembali dengan langkah gontai lalu duduk lemas di sofa.
"Kakak sering melakukannya saat aku di bandung?" Ziva melirik ke Arsha.
"Tidak sekalipun, Kakak hanya menginginkannya saat berada di dekatmu," jelasnya.
"Berarti penuh banget dong," celetuk Ziva.
"Sudah jangan menggoda Kakak lagi,Kakak lelah."Pria itu nampak kelelahan.
"Mau Ziva bikinin kopi Kak?" Tawar Ziva.
"Boleh,cepat bikin sana."
Ziva berjalan menuju dapur.
Kembali ponsel Arsha berbunyi tanda notifikasi masuk.
'Besok kita ketemu di restoran xxx saat jam makan siang ya,Jangan lupa aku tunggu!' Pesan dari Kanaya.
'Ok,pasti aku datang.' balas Arsha di ponselnya.
Ziva kembali dengan kopi ditangannya.
__ADS_1
"Ini kopi Kakak." Ziva meletakkan kopi di meja.Arsha meletakkan ponselnya begitu Ziva kembali.