Terpaksa Menikah Diusia Belia

Terpaksa Menikah Diusia Belia
Bab 26 ( Ponsel Baru )


__ADS_3

"Ayo Kak," seru Ziva.


Arsha menatap Ziva dari ujung kaki sampai ujung kepala fokusnya pada lipstik Ziva yang berwarna merah bold begitu sexy memoles bibirnya.


"Kamu bisa menghapus lipstikmu, ganti lipstik yang biasa kau pakai," pinta Arsha.


Pria itu tidak menjelaskan lebih jauh kenapa harus menghapusnya cuma memperlihatkan raut wajah tidak suka.


"Kalau aku ...."


Belum juga menyelesaikan kata-katanya Arsha sudah ******* bibirnya dengan rakus membuat lipstiknya kini berantakan.


"Kakak!" Ziva terlihat kesal saat melihat tampilan dirinya di cermin lipstiknya terlihat berantakan.


"Aku tidak ingin bibir indahmu itu dinikmati pria lain, hanya aku."


Arsha merasa kesal karena Ziva tidak menuruti keinginan hingga harus melakukan sesuatu agar wanitanya itu menurut.Arsha pun tersenyum senang saat Ziva kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Puas sekarang!" Memperlihatkan bibirnya yang telah di poles lipstik berwarna nude pink.


"Mau aku kecup lagi atau apa nih?"Arsha malah menggoda membuatnya semakin kesal lalu menarik paksa tangan Arsha pergi.


.


.


Setelah berjibaku dengan kemacetan akhirnya Ziva dan Arsha sampai di sebuah mall.


Ziva menunggu Arsha yang ke ATM dengan duduk santai di sebuah bangku panjang dengan fokus memainkan gawainya.


Tiba-tiba seorang laki-laki duduk disampingnya."Hai,Va," sapanya.


Seketika membuat fokus Ziva berpindah.Terlihat pria itu menatapnya dengan senyuman yang menghias bibirnya.


"Kak Rendy."


Ziva terbelalak melihat sosok tampan di sampingnya.Sosok yang pernah ada dalam hatinya.


"Kamu sendirian?" Rendy tidak melihat siapapun bersama dengan Ziva hingga dia berpikir Ziva seorang diri.


"Aku dengan kak Arsha.Dia sedang ke ATM," ucap Ziva.


Seorang pria tiba-tiba muncul yang tak lain Miko sahabat Rendy. "Wahh kebetulan banget bisa ketemu Ziva disini."


Melihat keduanya begitu akrab membuat Miko salah sangka dan berharap keduanya bisa bersatu

__ADS_1


"Sstt." Rendy menyuruh Miko diam dengan meletakkan jarinya di depan bibirnya.


"Va, maaf ya kejadian 2 Minggu yang lalu. Aku nggak menyangka Siska akan senekat itu." Rendy merasa bersalah dengan kejadian antara gadis disampingnya itu dengan Siska


Belum juga menjawab permintaan maaf Rendy sepasang mata menatap tajam kearah keduanya.Seketika Ziva langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Arsha.


"Kak Arsha sudah kembali." Ziva terlihat salah tingkah hingga mengalihkan fokus Arsha ke hal lain tapi bukannya teralihkan fokusnya masih tertuju pada pria yang tadi bersama dengan istrinya itu.


"Kenalkan, Rendy." Rendy mengulurkan tangan memperkenalkan diri.


"Arshaka." Arsha menjabat tangan Rendy.


"Kita pergi dulu ya, Va." Rendy menarik tangan Miko pergi meninggalkan Ziva dan Arsha.


Arsha terus menatap pria itu dengan tatapan yang masih sama hingga akhirnya menghilang dari pandangannya.


Keduanya melangkah pergi menuju sebuah toko ponsel yang cukup besar.


Setelah membeli ponsel yang dinginkan Ziva mereka menuju tempat lain.


.


.


Sesampainya di rumah, Ziva langsung membuka ponsel barunya.Senyumnya terus mengembang memainkan ponselnya barunya.


"Kamu senang sekarang?" tanya Arsha.


Pria itu kini jauh lebih baik ekspresinya tidak seperti saat di mall tadi.


"Seneng banget,terima kasih suamiku." Mengecup pipi Arsha sekilas.


Eemmmuuaccchh.


Arsha malah balik mencium pipi Ziva dan lebih menekankan bibirnya.


"Akhirnya aku punya ponsel secanggih punya Kakak." Seru Ziva tidak mau kalah dari Arsha.


"Kamu itu tahu aja cara menghabiskan uangku," gerutu Arsha.


Saat itu Ziva hanya tersenyum nyengir menanggapi kekesalan suaminya yang memang benar dirinya meminta sesuatu yang menghabiskan uang suaminya.


"Siapa laki-laki di mall tadi?" tanya Arsha mulai menelisik.


"Teman Kak,dia kakak kelasku," jelas Ziva.

__ADS_1


Karena tidak ingin suaminya kembali marah Ziva langsung melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan.Mendudukkan tubuhnya di pangkuan suaminya dengan tangannya melingkar di leher Arsha hingga keduanya begitu dekat.Nafas dan wajah mereka saling beradu pandang


Deg


Arsha yang menerima perlakuan Ziva tidak bisa mengelak membuat juniornya langsung on.


"Ziva kamu selalu menggoda Kakak, jangan harap Kakak akan melepaskan mu malam ini!" Arsha tersenyum menyeringai, jiwa liciknya mulai memenuhi kepalanya


"Siap." balas Ziva enteng membuat Arsha semakin menggebu.


Tanpa aba-aba Arsha mengangkat tubuh Ziva menuju kamarnya.


Pergulatan sengit pun terjadi malam itu.


***


Arsha langsung mematikan alarm diponselnya begitu berderit menganggu tidurnya.Dilihatnya Ziva masih pulas tidur disampingnya entah sampai berapa kali dia melakukan pergulatan panas dengan Ziva membuat tubuhnya kini begitu lelah dan rasa kantuk masih menyelimuti.Pekerjaan di kantor pasti menunggunya hingga mengharuskannya tetap bekerja demi kelangsungan hidupnya juga Ziva yang kini menjadi tanggung jawabnya.


Arsha mengangkat tangannya perlahan dari tindihan kepala Ziva kemudian menaikkan selimut ke tubuh polos Ziva.


Perlahan Arsha beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.Arsha sengaja tidak membangunkan Ziva karena tahu 2 Minggu ke depan ziva libur sekolah.


Setelah mandi Arsha merasa lebih segar lalu berganti pakaian ke kamar.Setelah rapi dengan setelan jasnya Arsha menyeruput kopi untuk membuatnya lebih segar seraya memeriksa laptopnya.


Pukul 7.30 Arsha meninggalkan rumahnya bergegas menuju kantornya.


Sementara Ziva menggeliat seraya menutup mulutnya yang menguap.Sorot matahari dari balik jendelanya menyilaukan matanya dan menganggu tidurnya.


Ziva kemudian meraih ponselnya diatas nakas dan melihat jam menunjuk pukul 9 pagi.Ziva kembali mengembangkan senyumnya menatap ponsel barunya.


"Ihh ini keren banget." Ziva berdecak senang dengan ponsel baru di tangannya.


Tiba-tiba ponsel itu berdering membuatnya sedikit terkejut.


"Ibu." Ziva menatap layar ponselnya sekilas lalu menjawab telepon itu.


"Ziva,gimana kabarmu nak." suara lembut nan nyaring menyapanya.


"Baik Bu,tumben ibu nelpon Ziva?" tanya Ziva.


"Kamu sedang liburan kan,kamu nggak pulang?"


"Iya Bu Ziva mau pulang paling besok atau nggak lusa Ziva pulang." ucap Ziva.


"Iya Ibu tunggu ya." ucap ibunya lalu menutup teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2