
Ziva terjaga dari tidurnya.Fokusnya saat itu tertuju pada buket mawar merah dan boneka Teddy bear yang terletak di meja kerja suaminya.
Ziva langsung bangkit mendekati bunga dan Teddy bear itu.Senyumnya merekah mencium bunga yang begitu memanjangkan mata dan hidungnya juga memeluk boneka itu.Terlihat jelas betapa bahagianya saat itu.
Pria yang terus mengamatinya itu juga ikut tersenyum melihat wanitanya tampak bahagia.
"Apa kau senang?" sergah Arsha. Mengejutkannya dengan memeluk tubuhnya dari belakang.
"Kak!" Ziva ingin melepaskan tubuhnya dari dekapan pria di belakangnya itu tapi usahanya sia-sia karena pria itu mengeratkan di dekapannya hingga tak bisa berbuat apa-apa.
"Biarkan seperti ini untuk sesaat, Kak Arsha sangat menginginkanmu menjadi milik Kakak hanya milik Kakak," bisiknya di telinga Ziva.
"Kau akan terlambat Kak dan aku juga akan terlambat sekolah." Ziva mengingatkan karena saat itu jam menunjukkan pukul 6 lebih 30 menit.
Arsha langsung berlari ke kamar mandi dan segera bersiap-siap
.
.
Sepulang sekolah Ziva memutuskan untuk belajar kelompok bersama sahabat-sahabatnya.Mulai hari ini mereka berencana belajar giat mengingat ujian sekolah tinggal beberapa bulan lagi.
"Pokoknya kita harus lulus dengan nilai terbaik." Ziva menyemangati sahabatnya.Ziva memang menjadi seseorang yang begitu bersemangat sejak menikah dengan Arsha itu yang disadari sahabat-sahabatnya.
Keempat sahabat itu menyatukan tangan mereka menyatukan kekuatan untuk maju bersama-sama.Selesai belajar mereka membereskan buku-buku dan memasukkan kembali ke tas masing-masing.
"Aku balik dulu ya, Abang gue dah jemput." Pamit Medina cipika-cipiki bergantian dengan ketiga sahabatnya.
"Bye." Medina melambaikan tangan lalu melangkah pergi.
Drt ... drt ... drt ....
Ponsel Ziva bergetar diatas meja.
"Kak Arsha." Seru Ziva mengambil ponselnya yang bergetar di meja.
"Iya Kak."~Ziva.
"Kakak sudah di depan rumah Nara!"~Arsha.
"Iya ini Ziva udah selesai.Ziva keluar sekarang."~Ziva.
Ziva memutus sambungan teleponnya.
"Va, Gue bareng ya?" pinta Keyla.
Ziva mengangguk.Keduanya berpamitan dengan Nara lalu segera keluar menuju mobil Arsha yang sudah menunggunya di depan.
Keyla mengetuk kaca jendela mobil Arsha.Pria di dalam mobil yang tadinya fokus di gawainya langsung membuka kaca mobilnya."Kak Arsha, Keyla bareng ya?" pinta Keyla sedikit memohon.
"Masuk!"
Ziva dan Keyla masuk ke dalam mobil.Ziva duduk di samping kursi kemudi sementara Keyla duduk di kursi belakang.
Mobil pun melaju meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Apa kalian mau makan sesuatu?" Arsha melirik Ziva sekilas.
"Gimana kalau kita jajan cilok, di depan perempatan situ," sahut Keyla.
"Iya boleh,kesitu aja Kak," tambah Ziva.
Mobil pun terhenti di pinggir jalan.Ziva dan Keyla langsung keluar dari mobil begitu mobil berhenti.Beberapa menit kemudian keduanya kembali dengan 1 cup cilok di tangan masing-masing.
"Loh kalian beli buat kalian sendiri, punya Kak Arsha mana?" Arsha menatap Ziva dan Keyla bergantian.
"Hihihi." Keyla hanya meringis menanggapi ucapan Arsha.
"Punya Kak Arsha yang dibawa Ziva," jelas Keyla.
"Iya ini buat kita berdua Kak,jalan yuk?"
Mobil pun kembali melaju menuju rumah Keyla.
"Terima kasih Kak Arsha." Keyla keluar dari mobil.
"Bye Keyla." Ziva melambaikan tangannya saat mobil kembali melaju membelah jalanan padat di sore menjelang gelap itu.
"Va bagi dong ciloknya." Arsha melirik cilok yang ada di tangan Ziva saat mobil sudah berada di besment.
"Oh." Ziva langsung menyuapkan setusuk cilok ke mulut Arsha lalu ke mulutnya.
"Nyam ... Nyam." Arsha berdecak nikmat.
"Lagi Sayang."
"Wah baru kali ini Kak Arsha makan cilok seenak ini." Arsha menarik tisu lalu mengelap mulutnya juga mulut Ziva.Keduanya begitu menikmati cilok itu.Sesampainya di apartemen keduanya sibuk dengan aktivitas masing-masing Arsha dengan pekerjaannya sementara Ziva terus belajar giat demi mendapatkan nilai terbaik.
***
Hari H ujian.
Ziva dan Arsha tengah sarapan bersama.Arsha menyempatkan bangun pagi dan memasak nasi goreng untuk sarapan.Walaupun sangat lelah karena pulang larut malam Arsha menyempatkan bangun pagi agar Ziva bisa sarapan dan tenang saat mengerjakan ujiannya.
"Apa Kamu sudah siap bertempur hari ini?"
"Tentu Kak,Ziva sudah mempersiapkan jauh-jauh hari dan juga Ziva sudah telepon Ibu juga Kak Zacky meminta doa restu." Ziva meyakinkan dirinya mampu mengerjakan semua soal ulangannya.Kali ini dia harus membuktikan pada ibu, Kakak dan juga suaminya kalau dia mampu membuat mereka bangga.
"Doain Ziva ya Kak,supaya Ziva mengerjakan soal ujian dengan baik." Ziva mencium punggung tangan Arsha.
"Pasti Kak Arsha selalu mendoakanmu, sayang." Arsha mengelus pucuk kepala Ziva.
Cup.
Kecupan Arsha mendarat di kening Ziva.
"Ayo kita berangkat jangan sampai Kamu telat." Arsha menarik tangan Ziva mengajaknya segera berangkat.
Arsha benar-benar memberi privasi kepada Ziva selama ujian akhir sekolahnya.
Semua murid di ruang ujian itu berjuang menyelesaikan soal mereka.Mengerahkan segala kemampuan mereka berjuang di meja ujian berharap lulus dengan nilai yang terbaik.
__ADS_1
Hari demi hari berlalu hingga akhirnya berlaku seluruh rangkaian ujian baik ujian tulis dan praktek sudah mereka lalui.Perasaan lega juga bercampur cemas meliputi Mereka.
"Sudah Va,kita pasti lulus dengan nilai yang baik, kan kita sudah berusaha." Keyla menepuk bahu Ziva yang terlihat cemas semenjak keluar dari kelas tadi.
"Iya Va,Keyla benar," tambah Nara.
Keempat sahabat itu berpelukan saling menguatkan dan menyemangati.
"Gimana kalau nanti malam kita rayain dirumah gue, mumpung nyokap gue lagi pergi ke luar kota, sekalian kalian nginep di rumah gue," tawar Keyla setengah memohon.
"Gue izin dulu sama ortu gue," sahut Nara
"Gue juga," tambah Medina.
"Loe gimana, Va?" Keyla, Nara dan Medina ketiganya menatap Ziva bersamaan.Ketiganya antusias mendengar jawaban darinya.
"Gue izin ma laki gue, nanti gue kabarin," jelasnya.
Keempatnya kemudian berpisah pulang ke rumah masing-masing.Sesampainya dirumah Ziva tidak keluar dari kamar karena saat ini ia hanya ingin malas-malasan.Selama beberapa minggu bahkan bulan tidak tidur siang karena terus belajar.Akhirnya siang ini Ziva punya waktu untuk tidur dengan nyenyak.
Hoaam
Ziva menguap dan menggeliat.
"Enak tidur siangnya?" Suara berat membuat Ziva langsung membuka matanya.
"Kak Arsha udah balik, tumben biasanya tengah malam baru pulang." Ziva bangkit lalu duduk menatap Arsha yang duduk di tepi ranjang.
"Kakak sudah menyelesaikan proyek Kakak lebih cepat daripada waktu yang ditentukan, akhirnya malam ini Kak Arsha bisa tidur nyenyak dan juga selama seminggu ke depan Kak Arsha dapat reward cuti dari kantor," terang Arsha.Saat itu wajah senang dan leganya begitu ketara.
"Wah Kak Arsha hebat,si jenius."Ziva mengelus rambut Arsha penuh kasih sayang.
"Kamu juga, aku tahu kamu berusaha keras dengan ujianmu!" Arsha mengelus pipi Ziva.
Keduanya tersenyum bersama.
Mereka menjatuhkan tubuh mereka bersamaan di ranjang.
Ziva lalu mengendorkan dasi Arsha melepasnya lalu membuangnya ke sembarang.Jari jemarinya melepas satu persatu kancing baju Arsha menampakan badan atletis dan perut sixpack Arsha.
"Setelah selesai ujian kamu jadi semakin nakal," bisik Arsha.
Ziva tersipu malu mengigit bibir bawahnya membuat Arsha semakin bergelora.
Arsha langsung menyambar bibir Ziva tanpa ampun keduanya kini berpagutan melepas kerinduan masing-masing setelah berbulan-bulan menahannya.
Tangan nakal Arsha mulai bergerilya menginci setiap lekuk tubuh Ziva.
"Aahhhh ....
Desah keduanya melepas penuh nikmat.Entah sampai pelepasan beberapa kali mereka seperti tidak merasakan lelah hingga akhirnya keduanya tidur terkapar tak berdaya diatas ranjang.
Drt ... drt ... drt ....
Ponsel Ziva bergetar beberapa kali tapi karena sangking lelahnya keduanya tak bergerak dari posisinya.
__ADS_1