Terpaksa Menikah Diusia Belia

Terpaksa Menikah Diusia Belia
Bab 55 ( Yogyakarta )


__ADS_3

"Bawa juga bajumu!" perintah Arsha.


Ziva sedikit terkejut karena suaminya itu tiba-tiba muncul karena saat dirinya masuk ke kamar suaminya itu tengah duduk di sofa ruang tamu.


Suaminya itu kini berdiri menatapnya menunggu responnya.


"Kak Arsha ingin aku ikut, apa aku tidak menganggu pekerjaan Kakak?" tanya Ziva.


"Tentu saja tidak.kamu buka anak kecil lagi kan yang bisa merusak jadwalku!" tegas Arsha yakin.


Ziva mengangguk menuruti permintaan Arsha.Dalam hatinya senang akhirnya ada sedikit waktu untuknya bersantai dari rutinitas kuliahnya juga kesempatan ini akan digunakannya untuk membenahi sedikit perasaannya yang masih bimbang.Pergi bersama suaminya adalah satu-satunya obat yang akan menghilangkan kegundahannya hingga membuatnya yakin suaminya lah yang satu-satunya ada dalam hatinya.Beberapa hari tidak bertemu Rendy akan membuat perasaan lalunya menghilang karena Ziva berpikir ia hanya terbawa perasaan.


Setelah berkemas dan berganti pakaian Ziva dan Arsha beranjak turun ke lantai bawah.Arsha dan Ziva menuju depan apartemen disana ada mobil yang telah menunggunya.Erick asisten sekaligus sopirnya akan membawa mereka menuju Yogyakarta.Mobil melaju setelah keduanya masuk.


Dalam perjalanan Ziva fokus melihat jalanan dari balik jendela mobil sementara Arsha yang duduk di samping kursi kemudi berbincang dengan Erick perihal pekerjaan.


"Kak Arsha tidak ingin memperkenalkan aku dengan sopir Kakak yang ganteng ini?" sela Ziva.Matanya melirik sekilas Erick yang menurutnya sama gantengnya dengan suaminya bisa dibilang sebelas dua belas.


"Sopir." Erick berdecak lirih karena dirinya dikira sopir.


"Dia bukan sopir Va, tapi asisten Kakak," terang Arsha.


Erick tersenyum puas karena penjelasan Erick membuatnya sedikit membanggakan pekerjaannya.


"Hai Kak, aku Ziva.Boleh aku panggil Kakak kan?" Ziva bertanya dengan ramah.


"Tentu boleh,panggil Kak Erick ya." Erick melirik wajah Ziva dari balik kaca spionnya.


Arsha lebih dulu menjelaskan statusnya dengan Ziva sebelumnya karena Arsha tidak ingin Erick berpikir yang tidak-tidak.Erick tidak keberatan Arsha membawa Ziva pergi bersamanya.


Setelah menempuh 7 jam perjalanan mobil terhenti disebuah hotel yang cukup mewah. Arsha, Ziva dan Erick memasuki lobby hotel.


Seorang pegawai hotel pria menarik koper Arsha berjalan lebih dulu memasuki lift.Lift berhenti di lantai paling atas gedung itu.


"Silahkan Tuan." Pegawai hotel mempersilahkan setelah kamar terbuka.


"Terima kasih." Arsha mengambil selembar uang lalu memberikannya kepada pegawai itu sebagai uang tip.


Pegawai hotel itu menunduk sebagai rasa hormat dan terima kasihnya lalu berlalu pergi.Kamar Erick berada tepat di sebelah kamar Arsha.Ketiganya beranjak masuk kamar karena selain lelah dalam perjalanan mereka juga di kejar waktu untuk istirahat.


***


Keesokan Pagi.


Arsha beranjak dari tempat tidur setelah bunyi alarm berdering dari ponselnya. Arsha bangun perlahan agar tidak menganggu tidur Ziva.


Cup.


Kecupannya mendarat di kening Ziva. "Maafkan Kakak, karena kesibukan Kakak akhir-akhir ini Kakak sedikit mengabaikanmu," lirih Arsha.

__ADS_1


Beberapa hari terakhir Arsha memang sangat sibuk karena jabatan barunya lalu harus meninggalkannya juga karena urusan pekerjaan di Yogyakarta membuatnya terpikir untuk membawa Ziva pergi bersamanya.


Langkahnya mengayun menuju kamar mandi beberapa menit kemudian keluar dari kamar mandi lalu bergegas berganti pakaian kerja.Ziva yang sudah terbangun menatapnya.Saat ingin memakai dasi Ziva segera melompat dari ranjangnya.


"Aku akan memakainya untuk Kakak." Ziva tersenyum mengambil alih dasi Arsha lalu memasangkannya dengan rapi.


Ziva memeluk tubuh Arsha. "Maafkan Ziva, Kak." Mendekap tubuh suaminya dengan erat.


Ziva maupun Arsha menyadari akhir-akhir ini karena kesibukan keduanya serta kurangnya komunikasi membuat hubungan mereka sedikit renggang.Arsha sengaja mengajak Ziva untuk ikut bersamanya karena tidak ingin kesalahan pahaman kemarin semakin berlarut-larut.Setidaknya setelah bekerja Arsha bisa menikmati waktu santainya di kota istimewa itu bersama istri kecilnya itu.


"Tunggu Kakak pulang nanti Kakak akan mengajakmu jalan-jalan."


Arsha mengusap lembut wajah Ziva yang masih menampakkan muka bantalnya namun tidak mengurangi kecantikannya karena istrinya itu sudah cantik dari sananya tanpa make up pun kecantikan alaminya sudah memancar.


Cup.


Arsha kembali mengecup kening Ziva lalu mengambil jasnya di atas ranjang bergegas pergi.


Sepeninggalan suaminya, Ziva segera menghubungi Kayla untuk meminta membuatkannya surat izin selama 3 hari.Setelah itu Ziva bergegas mandi dan berganti pakaian.


Ziva bersantai sejenak duduk di balkon menikmati pemandangan kota Jogjakarta. "Wah ini keren sekali." Ziva berdecak kagum.


Senyum bahagianya terus merekah.Tangannya mulai aktif menjepret sana sini mengabadikan momen itu dan mengunggahnya ke akun media sosialnya.Banyak sekali yang memberi like dan emoticon hati di unggahannya itu. Beberapa ada yang bertanya keberadaannya dan ingin berada di tempat yang sama.


Setelah cukup puas memotret, Ziva merasakan perutnya mulai keroncongan karena lapar.Ziva masuk ke dalam kamar untuk memesan layanan room service lewat telepon hotel.


"Terima kasih, Mas." Ziva mengambil nampan dari pelayanan itu.


"Sama-sama Bu, maksud saya Mbak." Pelayanan itu terlihat ragu memanggilnya Bu karena melihat Ziva yang masih muda.Pelayanan itu membungkuk sopan meninggalkannya.


Ziva segera menyantap makanannya karena perutnya sudah melilit karena lapar. Setelah selesai menyantap Ziva kembali santai di atas ranjang sembari menonton televisi serta sesekali fokus ke layar ponselnya.


Beberapa jam menghabiskan waktu hanya di dalam kamar membuatnya merasa bosan.Ziva beranjak dari duduknya menuju balkon kembali melihat kota itu dari tempatnya berdiri.


"Kak Arsha mana sih, nggak pulang-pulang." Ziva berdecak kesal melirik jam di tangannya.


"Sebaiknya aku jalan-jalan ke bawah," pikirnya.


Langkahnya mengayun masuk ke dalam kamar mengambil tasnya lalu beranjak pergi.


Kota Yogyakarta menawarkan kota seni kental dengan budaya Jawa yang begitu indah. Yogyakarta menjadi salah satu tujuan wisata, baik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berlibur. Kota yang tak pernah tidur menyuguhkan beragam jenis wisata baik wisata alam, wisata budaya, wisata belanja dan wisata kuliner.


Ziva menyusuri jalanan Yogyakarta di sore menjelang malam itu. Tiba-tiba seorang tukang becak berhenti dan menawarkan jasanya keliling Yogyakarta. Ziva langsung tersenyum mengiyakan.


Becak itu melaju dengan kecepatan rendah membuatnya leluasa mengamati jalanan di kota itu.


"Pak sudah lama jadi tukang becak?" tanya Ziva.


"Kurang lebih 20 tahunan,Non.Non dari mana?" tanya balik tukang becak itu.

__ADS_1


"Saya dari Jakarta Pak.Oh iya disini apa yang paling menarik?" sambung Ziva.


"Banyak Non tapi ada yang spesial,mau saya antar kesana?" tawar tukang becak.


"Iya boleh," sambung Ziva.


Sekitar 15 menit tukang becak berhenti di sebuah tempat yang cukup ramai kemudian meninggalkannya.


Hari yang sudah mulai gelap membuat suasana tempat itu begitu gemerlap lampu-lampu.Tempat itu menawarkan wisata malam yang romantis membuat setiap orang yang pernah kesana pasti ingin kembali lagi.


.


.


.


Setelah agenda yang cukup padat selesai, Erick dan Arsha kembali ke hotel.Keduanya naik ke kamar masing-masing.


"Erick apa kau mau ikut jalan-jalan malam?" tanya Arsha.


Keduanya saling menatap saat sama-sama berdiri di depan kamar masing-masing.


"Nggak.Aku mau istirahat saja!" tolak Erick memasuki kamarnya.


Arsha segera memasuki kamarnya.


"Ziva." Panggil Arsha mencari keberadaan Ziva tapi kamarnya kosong.


"Kemana Ziva?" lirih Arsha.


Arsha meraih ponselnya di saku baju menghubungi Ziva.


"Halo."~Ziva.


"Dimana kamu?" ~Arsha.


"Ziva nggak tahu dimana."~Ziva.


"Nggak tahu gimana, kamu kesitu naik apa tadi?"~Arsha.


"Naik becak.Disini ramai sekali Kak, oh iya bertuliskan Malioboro mungkin itu nama jalannya.~Ziva.


"Oh Kakak tahu, Kakak akan segera kesana."~Arsha.


Telepon terputus.


...----------------...


Mohon vote,like dan tinggalkan jejak, author sangat menghargai dukungan sekecil apapun dari kalian.Novel ini juga ikut lomba you are a writer season 7 ,mohon dukungan dan doanya 🙏.Saran dan kritik yang membangun di tunggu😊

__ADS_1


__ADS_2