Terpaksa Menikah Diusia Belia

Terpaksa Menikah Diusia Belia
Bab 32 ( Pasangan Absurd )


__ADS_3

Kantor Arshaka


Arsha tengah fokus mengerjakan laporan di depan komputernya.


Tok tok tok


"Masuk." Arsha mempersilahkan masuk.


Seorang wanita masuk ke ruangannya tanpa Arsha sadari."Selamat pagi tuan Arshaka Attharazka," sapa wanita itu duduk di kursi.


Seketika Arsha langsung mengarahkan pandangannya begitu nama lengkapnya disebut oleh wanita yang suaranya belum pernah ia dengar sebelumnya.


"Maaf siapa anda?" Arsha menatap wanita itu seksama karena tidak mengenal wanita di depannya itu tapi wanita itu tahu namanya bahkan nama lengkapnya.


Wanita itu tersenyum mendengar ucapan Arsha. "Ini, kamu memberiku kartu namamu seminggu yang lalu." Wanita itu menyodorkan kartu nama di mejanya.


Arsha kembali mengingat kejadian seminggu lalu."Oh kamu wanita yang aku tabrak mobilnya?" ingatnya. "Aku sampai melupakannya karena Anda tidak menghubungiku," timpalnya.


"Mm ..., mobilku sudah selesai diperbaiki dan ini biayanya." Wanita itu menyodorkan nota rincian biaya perbaikan mobilnya.


Arsha membaca nota yang di berikan kepadanya.


"Dari mana kamu tahu, aku bekerja disini, kenapa tidak menghubungiku malah datang ke kantorku?"Arsha memberondong beberapa pertanyaan sekaligus kepada wanita yang terus tersenyum menatapnya.


"Dari kartu namamu, itu jelas dimana kamu bekerja.Kebetulan aku punya teman disini jadi sekalian aku kesini menemuimu." Wanita itu kembali tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.


"Perkenalkan,Kanaya." Wanita itu mengulurkan tangannya ke hadapan Arsha sebagai tanda perkenalan.


"Kita sudah bicara panjang lebar tapi belum berkenalan, Arshaka panggil saja Arsha."Arsha menjabat tangan Kanaya.


"Biaya perbaikan mobilmu, aku akan transfer ke rekeningmu."


"Tidak perlu, aku sudah memperbaiki dan membayarnya.Kalau aku mau sejak seminggu lalu aku sudah meneleponmu meminta ganti rugi," pungkas Kanaya.


Sesaat Arsha merasa aneh wanita itu menolak biaya perbaikan mobilnya padahal nominalnya tidak sedikit dan mereka juga baru berkenalan tapi menolak begitu saja.


"Sudah lupakan saja, jangan merasa tidak nyaman, aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu.Aku harap kita bisa berteman karena aku tidak memiliki teman, aku baru pulang dari Australia." Kanaya sedikit memohon.

__ADS_1


"Ok, teman." Arsha menjabat tangan Kanaya sebagai tanda pertemanan.


"Ngomong-ngomong kamu tinggal di Australia atau gimana?" tanya Arsha penasaran.


"Aku kuliah disana jurusan management bisnis," jelas Kanaya.


"Wah keren sekali,pasti kamu anak orang kaya," tukas Arsha.


"Aku dapat beasiswa kok dan mobil yang kamu tabrak itu mobil pamanku tapi tenang saja pamanku orang kaya jadi biar uangnya yang banyak ke pakai," seloroh Kanaya seketika membuat keduanya tertawa.


Tiba-tiba telepon kantornya berbunyi.


"Segera ke ruanganku!" ucap laki-laki dari seberang teleponnya lalu telepon terputus.


"Maaf ya Kanaya, sepertinya kamu harus pergi, pimpinanku memintaku ke ruangannya sekarang." Arsha mengusir secara halus.


"Iya aku juga mau pergi tadinya aku pengen mengajakmu makan siang tapi sepertinya kamu sibuk.Lain kali kita makan siang bersama ya?"


Keduanya melangkah keluar ruangan itu.


"Pasti, kamu bisa hubungi aku kalau ada waktu," tawar Arsha.


"Maaf Pa, Nay sibuk jadi Nay nggak jadi mampir ke kantor Daddy." Bohong Kanaya di telepon saat Daddynya menanyakan kapan tiba di kantornya.


Kanaya tidak ingin Arsha terkejut akan siapa dirinya jika terlalu cepat mengetahui semua.


Arsha begitu senang sekembalinya dari ruang pimpinannya karena tadi Arsha mendapat pujian dari Dirut langkahnya akan semakin mudah untuk naik kursi manager jika kinerjanya semakin memuaskan atasannya itu.


Arsha kembali duduk di kursinya lalu memeriksa ponselnya di atas meja yang sengaja ditinggalkannya karena tidak ingin saat menghadap pimpinannya ponselnya mengganggu fokusnya .


Terlihat di layar ponselnya beberapa panggilan tidak terjawab dari Ziva kemudian menghubungi balik Ziva.


"Ada apa sayang?tadi kamu meneleponku,bukannya kamu sedang sekolah?"~Arsha.


"Aku pulang lebih awal Kak,karena baru hari pertama sekolah jadi kelas kosong."~Ziva.


"Jadi Kamu dirumah, Kakak akan selesaikan pekerjaan Kakak dan langsung pulang ya?"~Arsha.

__ADS_1


"Maaf Kak, Ziva pergi ke mall sama temen-temen Ziva.Tadi aku nelpon Kakak pengen izin tapi Kakak nggak jawab."~Ziva.


"Ya sudah nggak pa pa,nanti Kakak akan menyusulmu."~Arsha.


"Makasih ya Kakak."~Ziva.


"Ya sudah Kakak akan selesaikan pekerjaan Kakak lalu menyusulmu.Daa Sayang emuaachh."~Arsha.


Ziva langsung memutus sambungan teleponnya membuat Arsha gemas.


"Dicium malah dimatiin teleponnya,


dasar Ziva...Ziva!"umpatnya.


***


Sekitar pukul 2 siang Arsha tiba di Mall.Arsha menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat hingga pulang lebih awal.


Ziva melambaikan tangannya melihat kedatangan Arsha dari kejauhan.Keempatnya tengah menikmati es krim di kursi panjang mall itu.


"Mmm enaknya, mau dong?" Arsha menatap keempatnya yang begitu menikmati es krim di tangan mereka.


"Mau Keyla beliin, Kak." Keyla beranjak dari duduknya lalu menggandeng tangan Arsha.


Saat itu tatapan tajam langsung mengarah pada Keyla membuat Keyla mau tidak mau melepaskan tangan Arsha.


Nara dan Medina terkekeh melihat sikap Ziva yang begitu posesif sementara Keyla mencebikkan bibirnya.


"Laki orang loe embat juga," umpat Ziva.


Saat itu Ziva merapikan dasi suaminya yang sedikit berantakan membuat suaminya langsung mendaratkan kecupannya di keningnya.


Pemandangan itu seketika membuat ketiga sahabatnya menelan salivanya sendiri.


"Bisa nggak begituannya dirumah aja," sergah Keyla dengan wajah sinisnya.Seketika Ziva menjulurkan lidahnya senang karena telah membuat sahabatnya itu tambah jealous.


"Haduh nggak kuat aku, jiwa jombloku meronta-ronta melihat kemesraan kalian." Ziva sengaja membuat parodi Keyla yang kesal seketika membuat Arsha,medina dan Nara tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Ziva!" Keyla memeluk sahabat konyolnya itu dengan erat.


__ADS_2