Terpaksa Menikah Diusia Belia

Terpaksa Menikah Diusia Belia
Bab 75 ( Menjalankan Rencana)


__ADS_3

Satu malam terlewat menggagalkan rencana Arsha hingga menyisakan satu malam.Ketiganya kini tengah sarapan bersama.Tiba-tiba ponsel Merry bergetar. Merry pun segera menjawab panggilan yang masuk dan meninggalkan meja makan itu sesaat.


Arsha berdehem beberapa kali memberi Ziva isyarat tapi entah tak memahami atau apa Ziva malah salah paham beranjak dari duduk menuangkan air ke gelas Arsha yang masih kosong.


"Pelan-pelan makannya," ujarnya menyodorkan gelas berisi air ke tangan Arsha.


Arsha mengambil gelas itu dengan cepat dengan sekali teguk karena merasa kesal istrinya itu sama sekali tak memahami keinginannya dan malah menahan sahabatnya itu untuk tetap tinggal tanpa memikirkan perasaannya.


Ziva ingin kembali duduk di kursinya tapi dengan sigap Arsha menarik tangannya hingga membuatnya kini jatuh dipangkuan Arsha.


"Kakak,apa yang Kakak lakukan?" tanyanya sambil meronta dari dekapan suaminya itu.


Dari kejauhan nampak Merry menatap keduanya dengan senyum gelinya menatap kemesraan pasangan pengantin baru itu. Yah walaupun mereka sudah menikah lama tapi sepengetahuan orang lain mereka baru saja menikah.


Merry kembali ke kursinya tanpa disadari pasangan pengantin baru itu. Merry pun berdehem untuk memberi tahu keberadaannya. Keduanya langsung salah tingkah tapi dengan cepat Merry berkata, " Sudah lanjutin aja gue cuma mau ngambil tas. Nyokap gue nyuruh gue pulang karena ada acara di tempat saudara gue.Dah Ziva." Merry melangkah pergi sambil melambaikan tangannya.


"Pelan-pelan aja dah nggak ada yang gangguin," teriak Merry sebelum akhirnya menghilang dari balik pintu.


Ziva dan Arsha nampak masih salah tingkah hingga keduanya masih mematung tanpa menyahut Merry.

__ADS_1


Ziva bangkit dari pangkuan Arsha sambil memperlihatkan wajah kesalnya karena dirinya begitu malu akan tingkah ke kanak-kanak suaminya itu.


"Maafin Kakak." Arsha membujuk Ziva agar tidak marah lagi tapi Ziva malah semakin kesal mengalihkan pandangannya.


"Nanti kakak beliin kamu es krim deh. Ups." Arsha menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya karena keceplosan tapi seketika Ziva tertawa lebar mendengar kekonyolan suaminya itu.


"Kakak pikir aku anak TK?"Ziva bertanya sambil menunjuk wajahnya dengan ekspresi yang masih tersenyum.


Tawaran itulah yang sering terlontar dari mulut Arsha saat istrinya itu merajuk karena sedari kecil saat Ziva menangis hanya dengan es krim Arsha berusaha membujuk agar berhenti menangis.


Arsha mengacak kasar rambut Ziva menyadari kini gadis kecil itu sudah dewasa dan kini malah menjadi pendamping hidupnya.


"Dengarkan Kakak!besok kita harus kembali ke Jakarta jadi kakak berharap malam ini kita bisa berduaan tanpa ada yang menganggu,apa kamu mengerti?" tegas Arsha memberi peringatan, seakan tidak ingin malam ini terganggu dengan keluguan istrinya itu yang tidak memahami keinginannya dan malah mengajak sahabat untuk datang.


Ziva mengangguk sambil menjewer kedua telinganya karena sebenarnya dia tahu tindakannya itu membuat suaminya kesal.Arsha menarik tubuh Ziva mendekati tubuhnya hingga keduanya kini berpelukan.


***


Waktu yang dinanti akhirnya tiba.Saat Ziva tengah berada di kamar mandi Arsha mempersiapkan ranjang yang akan digunakannya untuk beradu panjang malam ini.

__ADS_1


"Oh."


Arsha mengingat sesuatu yang diberikan ibunya beberapa tablet obat yang harus diminumnya juga Ziva. Arsha sendiri tidak mengetahui lebih jauh mengenai pemberian ibunya itu karena ibunya tidak menjelaskan lebih panjang hanya ibunya menegaskan itu akan membantu menjalankan rencananya. Ibunya juga menegaskan agar tidak memberi tahu Ziva, dia hanya perlu memasukkan obat itu ke dalam susu.


Arsha pergi ke dapur untuk membuat susu sebelum Ziva kembali agar saat Ziva selesai langsung bisa meminum susu buatannya.


Ziva tengah duduk di depan meja riasnya beberapa produk skincarenya telah menempel di wajahnya. Terdengar derap langkah mendekatinya.


"Minum susumu!" Arsha menaruh satu gelas penuh berisi susu.


Ziva menatap susu itu dengan perasaan aneh karena tidak biasanya suaminya itu membuatkannya susu ditambah dia tidak pernah mengkonsumsi susu sebelum tidur.


"Aku tidak ingin meminumnya nanti aku gendut," tolaknya.


Arsha langsung berpikir cepat agar Ziva mau meminum susu itu kalau sampai Ziva tidak meminum semua akan kacau ditambah tadi dia sudah meminumnya. Sebelum meminum obat tadi karena saking penasarannya Arsha mencari informasi obat itu di internet dari sana dia mengetahui obat apa itu.


"Itu akan membuatmu nyenyak tidur. Kakak sudah membuatnya khusus untukmu jadi Kakak mohon minum." Arsha memohon dengan sangat hingga membuat Ziva tidak enak.


"Baiklah." Ziva langsung meneguk susu itu tanpa sisa membuat Arsha tersenyum.

__ADS_1


'Kali ini rencananya pasti akan berhasil,' batinnya tersenyum senang.


__ADS_2