Terpaksa Menikah Diusia Belia

Terpaksa Menikah Diusia Belia
Bab 31 ( Kelas Baru )


__ADS_3

"Sabar Kak." Ziva mengelus punggung Arsha.


Dituntunnya pria itu untuk duduk di sofa sembari dia berbicara.Ya, tentu saja Ziva tidak ingin semua berlarut-larut hingga memutuskan untuk menyelesaikan semua niatnya.


"Pulanglah Kak, minta maaflah.Aku yakin orang tuamu akan memahamimu begitu juga Kakak akan memahami mereka.Ziva yakin, Kakak bisa meyakinkan mereka dengan keputusan Kakak," tutur Ziva dengan kata-kata yang sangat lembut.


"Kamu tidak akan mengerti keinginan ayahku, kamu tahu ayahku orang yang keras kepala.Sudah lupakan orang tuaku, aku tidak butuh mereka karena aku sudah cukup bahagia disini," sentaknya.


Pria itu begitu marah seketika bangkit dari duduknya menuju kamarnya menutup pintu kasar.


Melihat itu Ziva hanya diam karena tidak ada lagi yang bisa ia lakukan. "Suatu saat kamu akan mengerti, Kak," lirihnya.


***


Sekitar pukul 7 malam Ziva mempersiapkan tas juga seragam sekolahnya karena besok akan kembali bersekolah di kelas yang baru kelas 12.


Ziva membayangkan saat dia pertama kali masuk bangku SMA.Begitu cepat hingga tinggal setahun lagi dia akan meninggalkan bangku SMA.


Tiba-tiba ponsel Ziva berdering.Ziva kemudian mengangkat teleponnya.


"Halo Key, ada apa?"~Ziva.


"Loe udah balik Va?"~Keyla.


"Udah tadi siang gue sampai rumah."~Ziva.


"Kirain Loe nggak balik kesini."~Keyla.


"Anjir, loe telepon gue cuma mau tanya itu!"~Ziva


Tut ... tut ... tut

__ADS_1


Sambungan teleponnya langsung di putus Keyla.


"Anjir ini anak main putusin teleponnya," umpat Ziva mendelik ponselnya.


Ziva keluar dari kamarnya saat itu waktu menunjukkan pukul 8 malam.Suasana begitu sepi karena semenjak tadi siang suaminya tidak keluar kamarnya.


"Kak Arsha pasti sangat marah," batin Ziva menatap pintu kamarnya cukup lama.Ziva mendekat ke pintu itu untuk mengetahui apa yang dilakukan suaminya di dalam sana dengan menempelkan telinganya ke pintu karena untuk bertanya langsung dia tidak cukup nyali, takut suaminya marah lagi seperti tadi siang.


Saat Ziva fokus mendengarkan tiba-tiba pintu terbuka membuat Ziva salah tingkah karena ketahuan menguping.Tatapan tajam langsung tertuju padanya.


"Maaf Kak , aku khawatir sama Kakak karena tidak keluar kamar.Ma-"


Belum selesai bicara pria itu pergi begitu saja tanpa mau mendengarkannya selesai bicara.


"Ish ngeselin banget sih tuh orang kalau marah ampun dah." Ziva mendelik ke pria yang masuk ke kamar mandi itu.Ziva kemudian memutuskan kembali kembali ke kamarnya karena tidak mau lagi memikirkan hal bodoh yang membuatnya terlihat bodoh.


.


.


Arsha kemudian masuk ke kamar Ziva.Ditatapnya wajah polos Ziva yang lelap dalam tidurnya. "Maafkan Kak Arsha bukan Kak Arsha bermaksud marah denganmu tapi itu caraku agar kamu tidak terluka dengan masalahku, aku tidak ingin kau terlibat lebih jauh," batinnya.


Tangannya melingkar di pinggang Ziva memeluknya hingga membuatnya larut dalam mimpinya.Istrinya itu selalu membuat pikirannya yang gundah menjadi tenang hingga saat bersamanya tidak ada kerisauan yang mengganggu pikirannya.


***


Ziva melangkah masuk ke dalam area sekolahnya yang nampak ramai dengan murid baru di sekolahnya.


"Ziva tunggu!" pekik seseorang menghentikan langkahnya.


Ziva menoleh kebelakang, nampak Keyla berlari ke arahnya.

__ADS_1


Keyla langsung memeluk tubuhnya lalu mencubit pipinya gemas."Kangen banget gue."


"Sama gue juga kangen."Ziva melakukan hal yang sama dengan Keyla tapi kali ini cubitannya lebih keras.


"Auu, sakit Va," pekik Keyla.


Ziva terkekeh melihat sahabatnya itu kesakitan.Keduanya melangkah bersama-sama.


"Mana oleh-oleh dari kampung?" tanya Keyla.


"Mau oleh-oleh?" Ziva berhenti sejenak menatap Keyla.


Saat itu Keyla mengangguk.


"Di rumah banyak," singkatnya.


Kembali melangkahkan meninggalkan Keyla yang masih tidak mengerti dengan sahabatnya itu yang selalu membuatnya naik darah.


"Ziva!!" pekik Keyla.


Saat itu Ziva langsung berlari karena tidak ingin kena amukan sahabatnya itu.


.


.


Sepulang sekolah Ziva mengajak ketiga sahabatnya untuk pergi ke mall sekedar membuat mereka senang karena dirinya tidak membawa oleh-oleh apapun dari kampung.


Saat mereka sudah sampai di mall.


"Beneran loe punya duit, laki loe ngasih saku banyak yah?" Keyla meragukan ucapan Ziva yang ingin mentraktir apapun yang mereka inginkan.

__ADS_1


"Nggak cuma banyak, nih." Ziva memperlihatkan kartu emasnya yang akan menyenangkannya juga sahabatnya.Semalam saat Ziva tertidur Arsha memasukkan kartu kredit itu ke dompet Ziva karena Arsha tidak ingin Ziva kekurangan hanya untuk membeli kebutuhannya sebagai wanita yang jelas tiap bulan butuh hal pokok dan kebutuhan lainnya yang mendesak.Pagi tadi Ziva memeriksa dompetnya dan melihat kartu itu sudah tersimpan rapi disana.


"Ziva." Ketiga terharu dan memeluk tubuhnya dengan erat.


__ADS_2