
Arsha langsung melempar tubuh Ziva keatas ranjang setelah sampai dirumah. Arsha benar-benar sangat emosi melihat istrinya bertingkah genit dengan pria lain di depan matanya sendiri.
"Apa yang kau lakukan, kenapa malah membawaku pulang acaranya kan belum selesai!" kesal Ziva.
Ziva kembali bangkit dari ranjang hendak pergi tapi saat itu pria itu menahan pergelangan tangannya, menariknya kembali jatuh keatas ranjang.Pria itu mengunci tubuhnya hingga tak ada sedikitpun cela baginya untuk lepas darinya.
"Apa kau lupa kau milik siapa?"Pria itu menatap penuh wanita dibawahnya dengan seringainya.
"Kau mau apa?"pekik Ziva saat tangan nakal suaminya mulai traveling meremas sesuatu yang begitu kenyal miliknya.Arsha benar-benar sudah dipuncak hasratnya hampir seminggu lebih dirinya menahan.Kali ini hasratnya akan segera dituntaskannya.
"Kak!" Ziva terus memberontak dan berteriak membuat Arsha langsung ******* bibirnya serta mengunci tubuhnya hingga membuat Ziva hanya bisa menerima tanpa bisa melawan lagi.
"Kau akan melayaniku atau aku buat kau mau dengan paksaan?" Arsha memberikan sebuah pilihan yang menurut Ziva bukan sebuah pilihan karena dua pilihan itu sama saja.
"Aku tidak mau!" tolak Ziva.
Jangankan untuk berhubungan badan melihatnya saja muak apalagi saat mengingat pria itu mencumbu wanita lain di depan matanya sendiri.
"Kau!"
__ADS_1
Arsha yang semakin kesal akan penolakan istrinya ditambah rasa cemburunya yang terbakar semakin menambah keinginannya untuk memberitahu milik siapa wanita di bawahnya itu.
"Rasakan Akibatnya!" Arsha tersenyum puas saat wanita itu terus memberontak saat dengan paksa melepas gaun Ziva dengan paksa hingga gaun kesayangan itu robek.Bagi Arsha tidak ada kata mundur lagi karena cacing absurdnya terus menuntut sebelum keinginan terpenuhi.
"Kak!
Ziva terus memukul tubuh yang kini terus menghentak inti tubuhnya tanpa ampun.Saat itu bukan hanya tubuhnya merasakan sakit karena dipaksa tapi batinnya juga tersiksa karena suaminya itu sudah sangat keterlaluan memperlakukannya.
Arsha terus memacu tubuhnya bertolak belakang dengan batinnya yang sebenarnya tidak ingin ini terjadi tapi baginya tidak ada kata mundur dalam berperang.
Arsha ******* bibir Ziva sambil mencengkram tubuh wanita itu saat sesuatu meledak dibawah sana.
Pria itu langsung terkapar tak berdaya setelah melampiaskan hasratnya sementara Ziva masih terisak dalam kesedihannya.
***
Pagi-pagi sekali Ziva pergi ke rumah kakaknya karena semalam Zacky mengirim pesan singkat padanya kalau besok pagi-pagi kerabatnya akan kembali ke Bandung.
Ziva berhenti tepat di halaman rumah kakaknya dengan menggunakan taxi online yang sejak semalam dipesannya.
__ADS_1
"Dimana suamimu?" tanya bibirnya yang melihatnya kedatangannya seorang diri.
"Dia tidak enak badan Bi,makanya semalam kami pulang sebelum acaranya selesai." Bohong Ziva tidak ingin Bibinya itu bertanya panjang lebar membuatnya tidak bisa berkata-kata lebih sementara kerabatnya yang lain hanya menyimak pembicaraan dua orang itu.
Setelah memasukkan barang-barang ke mobil mereka kembali berpamitan.
"Dek Kakak masih sangat merindukanmu tapi kamu udah balik aja tinggal aja sama Kakak," seloroh Ziva.
"Setiap hari Ziva akan jadi obat nyamuk untuk Kakak dan kak Arsha juga Kak Zacky." Lugu Zahra menatap wajah Ziva lalu beralih ke Zacky yang berdiri di belakang Ziva.Seketika jawaban lugu Zahra membuat orang-orang diruang itu tertawa geli.
Sementara Arsha yang baru terjaga dari tidurnya mencari keberadaan Ziva.Arsha mencari keseluruhan ruangan apartemennya tapi istrinya itu tidak ada.
"Kemana dia pergi sepagi ini?Jangan, jangan...." Arsha menyadari sesuatu segera berlari kembali ke kamar untuk memastikan kebenarannya.
Arsha menatap lega saat pikirannya ternyata salah.Sempat terpikir dalam benaknya istrinya itu meninggalkannya. Perbuatannya semalam yang memaksa tanpa ampun hingga air mata yang terus ia tunjukkan dari awal permainan hingga akhir.
Arsha merasa sangat menyesal telah menyakiti hati istri yang begitu ia cintai.Baru kali ini ia begitu tega membuat istrinya menangis tanpa sedikitpun rasa kasian karena yang ada saat itu hanya hasrat yang harus segera dituntaskannya.
"Kenapa kamu berubah Arsha kau bukan seperti yang dulu.Dulu kau bisa meredam semua keinginanmu karena kau sangat mencintainya tapi apa ini kau malah membuatnya menangis?" gumam Arsha dalam hati.
__ADS_1