
"Tapi Bu bukannya ini tidak adil bagi Kak Arsha.Kak Arsha sudah menyekolahkan ku di SMA dan sekarang harus menguliahkan aku.Bukankah itu sangat tidak adil!" Ziva melirik ke arah Arsha.
"Kak Arsha hanya perlu menungguku sampai saatnya,benar kan Kak perkataanku?" timpalnya.
"Tidak Va, Kak Arsha tidak keberatan bahkan Kak Arsha bangga jika menjadi bagian dari kesuksesanmu kelak."
"Arsha benar Va,lagian gaji Kakak yang kecil dibagi harus membiayai sekolah Zahra."
"Maafin Ibu, Ky.Kamu harus menjadi tulang punggung keluarga kita.Ibu hanya seorang buruh kebun upah Ibu hanya bisa untuk makan sehari-hari." Ayu merasa bersalah selama ini semua biaya sekolah kedua adiknya di bebankan kepadanya.
"Bukan Zacky ingin menyalahkan Ibu tapi Zacky ingin Ziva mengerti!" Zacky menatap Ziva berharap Ziva akan mengerti.
"Baiklah,aku tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi.Aku akan membicarakannya dengan Kak Arsha dan mencari jalan terbaik." Ziva beranjak menuju kamarnya karena tidak ingin berdebat lebih panjang.Saat ini dia begitu lelah dan ingin beristirahat.
Zacky memberi isyarat kepada Arsha untuk mengikuti Ziva yang masuk ke kamarnya.
Saat Arsha masuk terlihat Ziva berbaring menatap langit-langit kamarnya.
"Apa ada sesuatu yang menarik diatas sana?" Arsha berbaring di sebelahnya dan ikut menatap apa yang ditatap Ziva.
"Tidak ada," singkatnya.
"Lalu kenapa terus menatapnya?apa bisa ceritakan pada Kak Arsha apa yang sedang kamu pikirkan?" Arsha memiringkan badannya menatap Ziva yang masih menatap langit-langit kamarnya.Terlihat kemurungan masih menyelimuti wajah cantiknya.
"Ziva merasa sangat egois selama ini memanfaatkan Kak Arsha.Kenapa Kak Arsha mencintai gadis bodoh ini?" Ziva mengumpat dirinya sendiri membuat Arsha mengulum senyumnya.
"Siapa yang bodoh?kamu adalah permata Kak Arsha.Kehadiranmu sangat berarti bagi Kakak.Disini di kota ini Kak Arsha selalu sendiri bahkan Kak Arsha tidak punya tujuan hidup tapi semenjak kamu datang perlahan hidup Kakak berubah.Kamu adalah semangat Kakak dan juga hidup Kakak.Jangan lagi berpikir untuk meninggalkan Kakak,mengerti!" Keduanya saling bertatapan lalu berpelukan.
"Aku mau kita berjalan bersama mencapai tujuan kita,Jangan lagi ada kata pisah diantara kita." Arsha mengecup puncak kepala Ziva sementara Ziva memeluk erat dada bidang Arsha.
***
Beberapa hari kemudian.
"Maaf Kak Arsha tidak bisa menghadiri acara wisudamu." Arsha fokus mengendarai mobilnya.Saat itu keduanya sedang dalam perjalanan menuju salon.Tentu saja Ziva harus tampil cantik di acara spesial hari ini.
"Nggak apa Kak, Ziva ngerti kok.Ada ibu juga Zahra." Ziva tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
Tiba-tiba ponsel Ziva berdering dan langsung mengangkat panggilan telepon dari sahabatnya itu.
"Cepat Kak, nanti keburu nenek sihir marah-marah." Ziva tidak ingin Keyla kembali mengumpatnya karena saat di telepon tadi Keyla sudah mengumpatnya habis-habisan karena terlambat datang.
__ADS_1
Arsha mempercepat laju mobilnya.Sekitar 10 menit akhirnya mobil terhenti di depan salon yang cukup terkenal di kota itu.
"Makasih ya Kak." Ziva mengecup sekilas pipi Arsha lalu keluar dari mobil.
"Kalau Kak Arsha ada waktu Kakak usahakan datang ke acara wisudamu."
Ziva hanya mengangguk lalu melambaikan tangannya saat mobil Arsha melaju pergi.
Sepeninggalan Arsha, Ziva langsung masuk ke dalam salon itu untuk mempercantik diri untuk acara pentingnya nanti.
.
.
.
Seorang wanita berkebaya warna salem dipadu dengan sanggul modern keluar dari mobil.
"Cantik sekali Va." Puji seorang pria dengan setelan jas hitam membatu Ziva turun dari mobil.
"Makasih Arka." Ziva berusaha melepas tangan Arka saat sudah turun dari mobil tapi pria itu mencari kesempatan dalam kesempitan tiba-tiba saja mencium tangan Ziva.
Sejak lama Arka menaruh rasa pada Ziva tapi Ziva tak pernah menanggapinya karena Ziva hanya menganggap Arka teman saja.
"Kenapa jadi loe yang sewot, Ziva aja yang gue cium tangannya diam aja!"Arka mencibirkan bibirnya kesal.
"Tau diri dong loe, dah ditolak Ziva berkali-kali masih aja ngotot!" Tak kalah dari Arka Keyla pun balas mengangkat sudut bibirnya
"Kalian ini cocok banget kayaknya soulmate nih," sahut Ziva.
"Cih amit-amit." Keyla kembali menarik sebelah sudut bibirnya.
"Sama Gue juga amit-amit sama nenek sihir bawel ini."Arka melangkah pergi meninggalkan keduanya karena tidak ingin berdebat lebih jauh dengan Keyla.
"Nenek sihir loe bilang!" Keyla langsung melepas sandalnya dan bersiap-siap melemparnya ke Arka.
"Key, jangan!" Ziva menahan tangan Keyla hingga menyurutkan niatnya.
"Kalian udah datang." Sahut Medina menepuk bahu kedua sahabatnya dari belakang.
"Cantiknya." Puji Medina menatap Ziva dan Keyla bergantian.
__ADS_1
"Kalian juga cantik." Ziva balik memuji Nara dan Medina.
Keempat sahabat itu tersenyum bersama kemudian berpelukan haru.
Hari ini hari yang membahagiakan bagi mereka tapi juga menyedihkan karena acara ini sebagai tanda perpisahan diantara mereka.Keyla juga nampak sedih karena orang tuanya akan mengirimkannya ke Amerika.Orang tua Keyla memutuskan untuk menguliahkannya di negeri Paman Sam itu
Keempatnya kembali mengeratkan pelukannya dan mengingat satu sama lain.Medina si dewasa,Keyla si bawel, Ziva si periang, Nara si tulalit.
"Ayo kita berjanji untuk menjadi orang sukses dan bertemu lagi disini,setuju." Medina menatap ketiga sahabatnya bergantian.
"Setuju." Teriak mereka serempak menumpuk tangan menjadi satu.
"Loe Va, awas kalau loe nggak nepati janji karena loe paling berpotensi hidup santai karena udah ada Kak Arsha." Keyla memperingatkan dengan ancamannya.
"Eits jangan salah, gue bakal buktiin sama loe!" Ziva menjewer telinga sendiri sebagai bukti akan menepati janjinya.
"Udah masuk yuk keburu di mulai acaranya." Nara menarik tangan ketiga sahabatnya mengajak masuk ke gedung tempat acara di gelar.
Nampak ruangan itu penuh sesak dengan wisudawan dan wisudawati serta wali murid yang sudah memenuhi aula itu.Zahra melambaikan tangannya melihat kedatangan Ziva.Ziva melemparkan ciuman jauh kepada Zahra dan ibunya.Ziva dan sahabat-sahabatnya duduk di kursi yang telah disediakan.
Acara pun dimulai mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan,hiburan kemudian penghargaan kepada siswa siswi berprestasi.
"Kepada siswi Zivana Aysilla Irene dipersilahkan naik ke panggung untuk mendapat penghargaan." Panggil MC menempatkan Ziva masuk 10 besar siswa berprestasi di sekolahnya.
Tepuk tangan juga riuh siswa siswi menyambut ucapan MC.
"Cepat sana naik!" Keyla mendorong tubuh Ziva untuk segera bangkit dan naik keatas panggung.
"Hebat loe Va." Puji teman sekelas Ziva yang duduknya tidak jauh dari Ziva.
"Cepat!" Keyla kembali mendorong sahabatnya itu karena Ziva sempat terdiam karena saat itu mencari keberadaan Arsha yang ternyata tidak hadir.
Ziva berdiri diantara 9 siswa berprestasi lainnya.Kepala sekolah memberikan buket bunga juga piala kepada 10 besar siswa-siswi berprestasi itu secara bergantian.
"Selamat Ziva bapak benar-benar bangga setahun ini kamu berusaha keras memperbaiki prestasimu.Kamu hebat Va." Puji Kepala Sekolah memberikan piala kepada Ziva.
"Terima kasih Pak."
Ziva mengangkat pialanya tinggi-tinggi tersenyum bangga memperlihat kepada ibunya.Ayu bangkit dari duduknya tersenyum sambil mengangkat jempolnya bangga akan prestasi putrinya.
Seorang pria yang berdiri paling belakang nampak mengangkat kedua jempolnya tersenyum bangga dengan prestasinya.Ziva yang tadi sempat kecewa karena prianya tidak datang langsung tersenyum bahagia.
__ADS_1