Terpaksa Menikah Diusia Belia

Terpaksa Menikah Diusia Belia
Promo Novel Baru


__ADS_3

Hai Reader setiaku terima kasih yang sudah membaca karyaku "Terpaksa Menikah Diusia Belia" sampai bab terakhir. Semoga kalian tetap sehat selalu, di lancarkan rezekinya hingga selalu menemaninya author berkarya disini.


Disini author ingin memperkenalkan karya baru author berjudul "Alsava Love Destiny" yang tidak kalah menarik dari cerita sebelumnya.


Author tunggu ya kehadiran kalian tinggalkan jejak dan dukung author selalu dengan vote, like dan komen๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Berikut author lampirkan penggalan cerita tersebut.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Alsa semakin dibawa masuk ke dalam istana itu. Terlihat seorang pria yang duduk di sofa dengan angkuh.


Kevin Anggara CEO of Anggara Group. Pria tampan dengan sejuta pesona yang membuat gadis manapun pasti terpikat ditambah kesuksesan di usia muda membuatnya semua gadis bahkan rela bersujud untuk bisa dekat dengannya.


"Alsava Khairunnisa Lulusan terbaik." Kevin menatap sinis setelah membaca berkas yang berada di tangannya.


"Silahkan, Nona," tawar pria dengan sopan. Bastian Asisten pribadi Kevin yang sikapnya sangat manis berbanding terbalik dengan tuannya yang angkuh dan sombong. Bastian mengeluarkan beberapa lembar berkas lalu memberikannya kepada Alsa.


"Apa ini, Tuan?" Alsa menatap pria yang memberinya berkas itu.

__ADS_1


"Bacalah, Nona!" Perintah pria itu.


Alsa membaca berkas yang ada di tangannya dengan seksama yang menjelaskan semua yang terjadi padanya. Tertulis Ia memiliki hutang satu miliar hingga Alsa harus menyetujui bekerja selama setahun tanpa digaji.


"Bagaimana, Nona?" tanya Bastian.


"Apa ini, aku sama sekali tidak kenal dengan orang ini lalu kenapa saya bisa punya hutang." Alsa Menatap tidak terima pada Kevin.


"Kau bukannya gadis yang pintar, tapi membaca saja tidak bisa!" teriak Kevin. Ia tidak terima seorang gadis menatapnya dengan tatapan tidak suka terhadapnya karena dalam hidupnya tidak ada kata diremehkan bahkan jika seseorang meremehkannya Ia bisa membuat orang itu bosan hidup.


Alsa tertegun saat membaca berkas itu dengan perlahan. Air matanya tiba-tiba menitik dengan fakta yang tidak pernah Ia duga sebelumnya.


"Ayah menjaminkan aku." Air mata menitik.


"Aku tidak menyetujui semua ini. Aku akan membayar uang ini dengan caraku!" Alsa melempar kasar berkas itu ke wajah Kevin.


"Selangkah kau keluar dari rumah ini, aku pastikan kau akan menyesal!" ancam Kevin dengan tatapan kejamnya. Kevin pastikan gadis itu tidak bisa lepas dari jeratnya.


Alsa tidak mengindahkan hingga beberapa pengawal membawanya kembali ke tempatnya.

__ADS_1


Kevin mendekat, mencekal dagu Alsa hingga terlihat kecantikan gadis itu semakin sempurna saat di lihat dari dekat.


"Kau lumayan juga, kau hanya perlu menghangatkan ranjangku setelah aku bosan kau bisa pergi." Putus Kevin.


"Apa maksudnya menghangatkan ranjang?" polos Alsa.


"Apa perlu aku jelaskan bagaimana caranya?" Kevin tersenyum menyeringai.


"Tidak turunkan aku!" pekik Alsa saat sudah berada di bahu pria itu. Ia terus meronta membuat Kevin akhirnya menurunkannya.


"Aku tidak mau, aku mau bekerja bukan menjadi ****** seperti keinginan anda!" tolak Alsa.


Mendengar itu Kevin tersenyum sinis dengan penolakan gadis di depannya.


"Kau menolak menjadi penghangat tidurku, baiklah jika itu keinginanmu tapi aku pastikan kau akan memohon menjadi penghangat ranjangku nantinya!" Kevin berucap penuh keyakinan. Ia akan membuat gadis di depannya itu bahkan menjilat ludahnya sendiri dengan semua penolakannya.


"Daripada aku menjadi wanita ****** lebih baik aku menjadi pembantumu!" balas Alsa dengan ketus.


"Bas cepat kau selesaikan gadis ini!" teriak Kevin. Ia meninggalkan ruangan itu. Akhirnya Alsa menanda tangani kontrak bekerja selama setahun tanpa di gaji.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน



__ADS_2