TERPAKSA MENJADI SIMPANAN

TERPAKSA MENJADI SIMPANAN
EPS 18: INGAT SATU KEBURUKAN LUPA RIBUAN KEBAIKAN


__ADS_3

Langkah kaki seorang wanita yang berjalan tergesa-gesa membuat Alma merasa terganggu. "Siapa yang datang kepanti selarut ini?" pikir Alma memicingkan matanya. Menatap sosok wanita yang pernah dia lihat waktu itu.


"Bukankah wanita itu Mia? teman Syma. Apa yang ingin dia lakukan disini."


Alma mendekati wanita itu dengan langkahnya yang tersaruk-saruk. Mencoba menanyai apa tujuan wanita itu kesini.


"Mia? apa yang membuatmu datang kemari?"


"Katakan padaku dimana Syma tinggal sekarang!" tukas Mia tanpa adanya rasa hormat sedikitpun pada orang yang lebih tua. Ucapannya begitu ketus dan terkesan kurang ajar.


"Kenapa kau bertanya padaku? sudah jelas dia pasti berada bersama suaminya, Revan."


Mendengar hal itu, membuat Mia mendengus. "Apa Syma belum memberitahumu sesuatu? wanita itu telah bercerai. Dan mas Revan sekarang sudah menjadi suamiku. Aku ingin menemuinya, karena aku harus membuat perhitungan padanya. Gara-gara dia, mas Revan meneduhkan hal yang bukan-bukan terhadapku," ucap Mia dengan angkuhnya. Membuat dada Alma terasa sesak karena begitu kaget.


"Omong kosong apa yang kau bicarakan ini, Mia. Hubungan Syma selama ini baik-baik saja dengan Revan. Mereka bahkan tidak pernah bertengkar sekalipun. Bagaimana bisa mereka bercerai... "


Mia tertawa hambar mendengarnya. Tangannya bertepuk seakan itu adalah sesuatu yang menakjubkan.


"Luar biasa sekali wanita itu. Bisa-bisanya dia menutupi kehancuran rumah tangganya semulus ini. Bahkan orang tua yang telah membesarkannya dari kecil, tidak tahu tentang masalahnya.


Itu artinya kau tidak dianggapnya penting, Nenek tua !! tukas Mia kembali mengeluarkan kata kasarnya. Membuat Alma merasa geram dengan wanita satu ini.


"Jaga sikapmu disini, Mia! ingat.... kau juga berasal dari tempat seperti ini,"


"Itu dulu...


Sekarang aku benar-benar jijik dan muak. Aku bahkan benci harus menginjakkan kaki ketempat ini lagi," saut Mia dengan angkuhnya.


"Dasar sombong! kau pikir sudah sebaik apa kehidupanmu, sampai merendahkan tempat ini."


"Sudahlah Nenek tua. Aku tidak punya waktu untuk berurusan dengan mu. Aku hanya ingin memberitahukan berita ini padamu, karena anak asuh kesayanganmu itu tidak memberitahumu.


Syma telah bercerai dengan Revan. Karena terlibat skandal dengan teman Revan sendiri," ucap Mia tersenyum sinis, sementara Alma langsung syok dan memegangi dadanya. Tubuhnya menegang, bawah sadarnya tidak percaya bahwa Syma tega melakukan hal seperti itu. Dia sangat yakin, bahwa dia tidak pernah salah dalam mendidiknya.


"Tidak mungkin. Aku tidak percaya dengan ucapanmu. Pasti ada orang yang telah sengaja menjebaknya, kan?


Syma ku, tidak mungkin berbuat seperti itu. Dia wanita sholeha. Aku telah mendidiknya dengan baik. Kau lah wanita busuk itu, kan?" Alma menunjuk-nunjuk Mia karena tidak percaya dengan ucapannya.

__ADS_1


Sementara Mia sudah tertawa seperti sedang kerasukan setan. "Hahahah..... kau benar sekali, Nenek tua. Akulah pelakunya!


Akulah penyebab kehancuran Syma,"


Alma tersentak mendengarnya. Matanya menatap murka pada wanita itu. "Astaghfirullah.....


Apa yang telah kau lakukan, Mia? kenapa kau melakukan ini pada Syma. Apa kesalahannya padamu? kenapa kau begitu membencinya... "


"Jelas aku membencinya.... aku sangat membencinya !!


Dia adalah anak haram yang selalu memiliki keberuntungan. Aku benci, setiap kali dia bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan, sementara aku tidak!


Sejak kecil dia selalu merebut sesuatu yang aku sukai. Tapi aku selalu sabar menerimanya. Sampai akhirnya aku menyukai seseorang. Dan dengan teganya, Syma merebutnya juga dariku!!


Seseorang yang sudah menjadi bagian dari separuh jiwaku. Aku begitu mencintainya. Sejak pertama kali aku melihatnya.


Revan....


Pria itu adalah Revan. Aku tidak bisa bersabar lagi. Sejak saat itu aku akan berusaha mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Tidak peduli meski hal itu sudah dimiliki oleh orang lain, aku harus kembali merebutnya.


Aku muak....


Pada dasarnya memang tidak ada yang memperhatikan Mia. Semua orang lebih tertarik pada Syma karena dia begitu cantik dan lucu. Apalagi pintar dalam mengaji dan menghapal Al-Quran.


Dan hal itu membuat Mia cemburu. Iri hati rupanya sudah timbul didalam dirinya sejak kecil.


"Dasar wanita tidak tahu terimakasih. Kau hanya mengingat satu keburukan orang lain, tapi melupakan seribu kebaikannya.


Apa kau lupa, siapa orang yang selalu ada disaat kau sedang sakit?


Syma....


Dengan tulusnya dia merawatmu dan menjagamu. Dia bahkan rela membawa pulang makanannya ketika sedang berpergian. Itu semua karena dia ingat padamu, Mia. Dia begitu menyayangimu seperti saudaranya sendiri. tapi kau...... "


"Ah... aku tidak mau mendengar semua itu," Mia menyela langsung ucapan Alma sehingga wanita itu tidak lagi melanjutkan ucapannya.


"Aku tidak peduli dengan semua itu. Yang jelas sekarang aku sudah merebut Revan darinya. Pria yang sangat aku cintai sudah berada di genggamanku.

__ADS_1


Tugasku sekarang tinggal menjauhkan mereka berdua sejauh-jauhnya. Apalagi dengan setan kecil yang selalu dia jadikan alat untuk merebut Revan kembali. Aku harus pergi...


Sampai jumpa dineraka Nenek tua," ucap Mia dengan seringai liciknya sebelum pergi dari tempat itu.


Alma hanya menatap kepergian Mia dari kejauhan. Meski dia lega, karena Syma tidak melakukan hal itu. Tapi tetap saja dia khawatir dengan anak asuhnya itu. Alma begitu khawatir sampai tiba-tiba dadanya terasa sakit. Alma langsung tersungkur sembari memegangi dadanya.


Aina yang merasa terganggu, ketika mendengar suara tawa seorang wanita segera keluar dan mendapati Mia. Lalu matanya melihat Alma dari kejauhan. Matanya membulat ketika melihat Alma sedang memegangi dadanya dan menahan rasa sakitnya.


Aina yakin bahwa Alma seperti itu pasti karena ulah Mia. Aina yang tadinya ingin melabrak Mia, langsung dia urungkan. Aina merasa Alma sangat membutuhkan pertolongan secepatnya. Tanpa berpikir lagi, Aina langsung mendekati wanita tua yang sedang kesakitan itu.


JIDAH...


"Jidah... apa yang terjadi? Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan," Aina terus berusaha untuk membuat Alma tetap sadar. Namun usahanya gagal. Dalam waktu sepersekian detik, Alma sudah tidak sadarkan diri.


Sontak Aina langsung berteriak.


JIDAH.....


TOLONG....


JIDAH PINGSAN!


Teriakan Aina cukup menggema, membuat semua penghuni panti bergegas mendekatinya dan membawa Alma kerumah sakit untuk segera ditangani.


Sementara itu.....


Mia yang tadinya ingin segera pergi, membalikan tubuhnya. Menatap Alma dari balik pohon dengan seringai liciknya.


'Lagi-lagi rencanaku berhasil... sebentar lagi aku akan melihat bagaimana Syma akan semakin hancur dengan kematian nenek tua itu'


Rupanya Mia sengaja melakukan hal itu. Mengingat kondisi Alma yang buruk, sengaja dia jadikan sasaran, untuk membuat Syma kembali semakin terpuruk.


Dengan cara menyingkirkan orang yang paling dia cintai.


*****


TBC

__ADS_1


JIKA SUKA TINGGALKAN JEJAK YA


AFF REAL


__ADS_2