TERPAKSA MENJADI SIMPANAN

TERPAKSA MENJADI SIMPANAN
TMS EPS 53 : KEIKHLASAN HATI


__ADS_3

Sakit akibat tamparan dari suaminya seakan menjalar keseluruh tubuh Syma. Jelas pipi Syma sudah merah, akibat sebuah tanda dari tangan suaminya sendiri.


Lama, Syma terdiam sembari memegangi pipinya yang masih terasa panas. Rasa sesak dan sakit seakan bercampur aduk menjadi satu. Air matanya jelas sudah menggenang membasahi pipi.


"Aku kecewa padamu, Syma. Kau membuka kembali luka yang sempat menganga dihatiku dengan menghadirkan wanita itu," ucap Ersad pahit. "Kenapa Syma? KENAPA KAU TIDAK MAU MENDENGARKAN AKU! PADAHAL AKU SUDAH SERING MEMPERINGATIMU UNTUK MELUPAKAN WANITA ITU.


TAPI APA YANG KAU LAKUKAN SEKARANG!!


Kau membawanya....


WANITA ITU ADALAH SUMBER TRAUMA BAGIKU, SYMA.... "


"Mau seburuk apapun dia, dia tetap ibumu Mas.... SurgaMu masih ada padanya. Kita wajib mencintainya,


Tidak ada manusia yang lahir tanpa orang tua kecuali Nabi ADAM dan HAWA. Bagaimana kita bisa bahagia jika kita menelantarkan orang tua kita sendiri.


Belajarlah untuk tidak mengingat hal-hal yang menyakiti kita. karena seburuk apapun orang tua, kita tidak boleh membencinya. Walaupun mereka sering menyakiti."


"DIAM!


Kau tidak mengerti perasaanku, karena kau tidak pernah merasakannya... "


BRAKKK


Ersad melempar semua benda yang ada dihadapannya. Membuat Syma memekik kaget begitu pula dengan Zea yang mulai ketakutan melihat mereka.


"Kau membuat Zea ketakutan, Mas... " lirih Syma ingin meraih putrinya yang tersungut dipojok ruangan.


Ersad yang mulai menyadari perbuatannya, kini menarik kasar rambutnya. Ada sedikit penyesalan didalam dirinya saat melihat Zea ketakutan. Padahal anak itu baru saja pulih dari traumanya.


Ersad tiba-tiba pergi dari sana. Meninggalkan Syma yang masih terisak dan Zea yang ketakutan.


Syma hanya memperhatikan kepergian suaminya dengan rasa sesak didadanya. Kemudian dia mendekati Zea dan memeluk anaknya dengan erat.


"Jangan takut Ze..."


"Kenapa Papa marah?"


"Papa tidak marah. Dia hanya kesal. Sebentar lagi marahnya akan hilang. Sekarang Ze tidur ya... "


******


Tidak ada yang bisa Syma lakukan, selain mengadu kepada Sang Ilahi. Di pertengahan malam. Mencurahkan segala isi hati dan segala kesusahan dan kesedihan yang melandanya.


Dimalam yang sunyi ini...


Syma mencurahkan segala sesuatu yang mengganggu di benaknya dengan bercucuran air mata. Berharap Sang Ilahi akan menjawab doa nya dan memberikan jalan terbaik dalam urusannya. Memberikan petunjuk pada suaminya dan melembutkan hatinya agar mudah dalam memaafkan.

__ADS_1


Ketika kegiatannya itu telah selesai. Syma menatap kearah tempat tidur yang mana masih nampak kosong, tidak ada suaminya disana.


Syma menghembuskan nafas beratnya. Dengan langkah gontai dia menuju ketempat tidur. Pikirannya melayang entah kemana. Memikirkan Ceyda yang sendirian dan pastinya kesepian. Sementara disini suaminya tidak menginginkan kehadiran Ibunya sendiri.


Ting


Perhatian Syma teralihkan, ketika mendengar dentingan suara ponselnya. Dia segera membukanya.


Seseorang mengiriminya sebuah poto Ersad sedang duduk bersama seorang wanita. Tentu hal itu membuat hati Syma semakin sakit. Namun dia tidak ingin terprovokasi oleh poto tersebut.


Entah siapa yang mengiriminya gambar tersebut. Yang pastinya orang itu tidak menyukai hubungan mereka.


Syma tidak ingin menanggapi pesan itu. Dia kembali meletakkan ponselnya. Pikiran buruk tentu saja berputar dikepalanya. Wanita mana yang tidak cemburu melihat suaminya dekat dengan wanita lain.


'Astaghfirullahalazim....


******


"Berhenti mengganggu rumah tangga mereka, Mas. Ini keterlaluan!" Mia menggeram marah saat mengetahui ulah Revan yang mengirimi Syma poto Ersad bersama seorang wanita.


"Berhenti mencampuri urusanku! Kau tidak punya hak!"


"Jelas aku punya hak, karena aku istrimu. Dan Syma adalah temanku."


"Cih, teman? Teman macam apa yang tega menghancurkan rumah tangganya? Teman macam apa yang merebut suami temannya sendiri. Apa itu yang kau sebut sebagai teman, Hah!"


"Coba saja jika kau bisa. Aku tidak akan pernah berhenti mengganggu mereka. Tidak akan aku biarkan mereka bersama. Walau sampai kapanpun, Syma akan menjadi istriku lagi. Dan kau...


Kau hanya sampah tidak berguna. Jika Syma kembali lagi kerumah ini, maka saat itu juga kau harus enyah dari hadapanku!"


"Dan aku tidak akan pernah membiarkan Syma kembali lagi padamu. Kau tidak cukup layak untuk bersanding dengan wanita baik seperti Syma."


Bugh


Revan memukul wajah Mia dan menarik kasar rambutnya. Sesekali Revan membenturkan kepala Mia didinding hingga dahinya berdarah. Rasa pening dan sakit bercampur aduk menjadi satu. Namun sekuat tenaga Mia menahannya.


"Ini akibatnya jika berani melawanku!"


*******


Syma merasakan tangan hangat tiba-tiba memeluknya dari belakang. Dia tahu siapa pemiliknya meski tanpa harus menoleh kebelakang. Ersad juga menenggelamkan wajahnya dibelakang tubuh Syma. Pelukan itu begitu erat. Syma bahkan bisa merasakan hembusan nafas dari suaminya.


Syma membalikan tubuhnya. Menghadap kearah suaminya dengan jarak mereka yang sangat dekat.


Syma terkejut melihat wajah suaminya yang sudah basah. Syma menghapus jejak-jejak air mata suaminya dengan lembut.


"Maaf.... " lirih Ersad sembari menarik Syma agar masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Aku tahu tujuanmu baik Syma. Aku tahu kau tidak bermaksud menyakitiku. Maafkan aku karena telah membentakmu. Aku bahkan bicara kasar padamu, dan tanganku sempat memukulmu.


Maafkan aku Syma.... "


"Sssttt....


Aku tahu Mas sedang marah. Setan telah mengalahkanmu, tabiatmu juga tengah mendidih. Akalmu sedang tertutupi.


Maka tidak seharusnya aku menganggap atas apa yang telah Mas ucapkan maupun lakukan. Karena Mas sendiri juga tidak sadar, apa yang telah Mas lakukan."


"Sejujurnya aku sangat ingin memaafkan perbuatannya. Tapi setiap kali aku ingin, maka semakin besar pula rasa benci didalam diriku. Dan sekarang aku sadar bahwa aku tidak akan pernah bisa memaafkannya."


"Itu karena hatimu belum ikhlas, Mas. Belajarlah untuk ikhlas terlebih dulu. Memaafkan orang yang sudah mendzalimi dan menyakiti kita ialah menolong diri kita sendiri biar kita bisa melepaskan diri dari rasa marah, kecewa, benci, dan dendam."


Lama, Ersad menatap wajah sendu istrinya. Sebelum menghadiahinya kecupan-kecupan ringan namun penuh dengan perasaan. Memeluk kembali istrinya sembari memejamkan mata untuk mengistirahatkan hati dan pikiran.


******


Syma menggenggam erat tangan suaminya. Mencoba menguatkan pria itu sebelum bertemu kembali dengan Ibunya.


Ceyda terkejut melihat siapa yang datang. Dia menatap tidak percaya bahwa Ersad mau datang menemuinya.


Kini mereka bertiga duduk dalam keadaan canggung.


"Ibu tahu maaf saja tidak cukup untuk mengobati rasa sakit dihatimu. Tidak ada yang bisa Ibu lakukan untuk menyembuhkan luka yang telah Ibu buat. Tapi Ibu tetap akan meminta maaf padamu, Nak.


Maaf atas kebodohan yang telah Ibu lakukan padamu. Maaf karena..... "


"Cukup." Ersad mengangkat tangannya agar Ceyda berhenti bicara.


"Aku datang kesini bukan untuk membahas masalalu kita. Apapun alasan Ibu akupun tidak perduli. Yang aku tahu, Ibu telah meninggalkanku.


Sialnya tugasku sebagai seorang anak tidak boleh membalas kejahatanmu. Aku justru dituntut untuk merawatmu dan berbakti padamu. Jadi... Aku telah memaafkanmu. Aku sudah ikhlas dan berdamai pada hatiku sendiri untuk melupakan semua yang telah terjadi." Ersad berucap tanpa ekspresi sedikitpun.


"Bu... Bergabunglah bersama kami. Kami akan merawat Ibu. Izinkan kami membuka pintu syurga kami sendiri dengan merawat dan berbakti padamu." Syma berucap lembut padanya.


"Tidak Syma. Dengan Ersad memaafkan Ibu, itu saja sudah cukup. Ibu tidak ingin yang lainnya lagi. Kalian akan lebih bahagia dan nyaman jika tanpa Ibu."


Ceyda terus saja menolak dengan berbagai macam alasan. Namun Syma sangat gencar membujuknya, sampai akhirnya Ceyda bersedia untuk tinggal bersama mereka.


*****


TBC


KELAMAAN NIH UP NYA. SORY YA READERS BODY OTHOR KURANG FIT


JANGAN LUPA JEJAKNYA YA SIAPA TAHU OTHOR LANGSUNG SEGER BUGERR 😘

__ADS_1


__ADS_2