
Selat Bosphorus merupakan selat yang ada di Istanbul, Turki. Selat Bosphorus menjadi bagian dari 2 benua yaitu Asia dan Eropa. Tidak hanya itu, saat menikmati Selat Bosphorus, kalian bisa menikmati perbedaan arsitektur di 2 benua dalam 1 pandangan mata.
Di sekitar selat Bosphorus terdapat bangunan tua yang dijadikan benteng untuk musuh musuh ratusan tahun lalu.
Syma dan Ersad memilih Boat Tour agar bisa menikmati keindahan selat Bosphorus dan menyaksikan bangunan megah yang ada disana. Mereka juga bisa menikmati Istanbul yang ada di Benua Asia dan Istanbul yang ada di Benua Eropa. Arsitektur yang berbeda dari 2 benua juga bisa mereka rasakan dengan kental.
Tentunya satu kota yang terpisah menjadi 2 wilayah ini memiliki pemandangan yang berbeda pula. Di sisi Istanbul Eropa, arsitekturnya sangat khas ala Eropa. Sedangkan di wilayah Asia sangat khas dengan arsitektur etnik ala Asia. Benar-benar perbedaan yang indah. Dan Syma sangat menikmati keindahan disana.
"Pakai jaketmu sayang, anginnya sangat kencang. Udaranya juga sangat dingin." Ersad menyampirkan jaket tebal, padahal Syma sudah memakai baju yang menurutnya sudah cukup menghangatkan.
Tapi Syma tidak menolaknya, karena dia sangat menghargai suaminya.
"Terimakasih... "
"Apa kau menyukainya?" Ersad menyelipkan tangannya disaku jaket Syma dan memeluk istrinya dari belakang.
"Sangat. Terimakasih telah membawaku kesini."
"Ini bukan apa-apa Syma. Rasanya apapun yang aku lakukan belum cukup untuk membahagiakanmu."
Syma berbalik dan menatap suaminya. Mata mereka saling terpaut satu sama lain. Syma mengangkat kedua tangannya untuk menyentuh wajah suaminya.
"Apapun yang kau lakukan, aku sangat bersyukur Mas. Hal yang menurutmu kecil seperti ini, akan sangat berarti bagi seorang istri. Dan membuat kami bahagia."
"Kau yang terbaik Sayang... "
"Tentu saja. Karena aku Istrimu."
Ersad tertawa kecil mendengarnya. Mereka berdua menikmati keindahan tempat itu sembari memeluk satu sama lain. Dinginnya angin yang berhembus, tidak menjadi masalah bagi keduanya. Malah seakan menambah kesan romantis diantara mereka. Dengan begitu, Orang-orang akan mengira mereka hanya mencoba menghangatkan diri. Bukan bermesraan di tempat umum.
*****
"Tempat ini kelihatannya mewah sekali." Syma berucap sembari mengagumi restauran megah yang mereka tempati saat ini.
"Kau suka?" Ersad berucap setelah selesai dengan makanannya.
"Tentu saja."
"Wah wah, ternyata Pak Ersad liburan kesini juga?" suara seorang wanita membuat keduanya menoleh.
__ADS_1
Ersad dan Syma mendapati Winda dan seorang pria disebelahnya. Terlihat tangan Winda bergelayut manja dilengan pria itu. Syma yakin, bahwa pria itu adalah suaminya.
"Winda? Aritama?"
"Kita bertemu lagi. Aku dengar, kalian akan berlibur ke Swiss?" Pria bernama Aritama itu menyapa Ersad dan Syma dengan ramah.
"Tidak jadi."
"Begitu?" Pandangan Aritama kini beralih kearah Syma. Ersad segera memperkenalkan mereka berdua.
"Syma, ini temanku Aritama." Syma tersenyum dan mengatup kedua tangannya pada Aritama. Pria itupun membalasnya.
Terlihat keakraban kedua pria itu begitu kental. Ersad sesekali tertawa kecil saat berbincang dengannya. Sementara Syma dan Winda dibuat bosan.
"Ersad ayo, akan aku tunjukkan sesuatu padamu." Aritama mengajak Ersad kesuatu tempat. Namun sebelum itu, dia meminta ijin dulu dengan Syma.
"Syma, aku kesana sebentar ya. Kalian berdua tunggu disini saja."
Syma mengangguk patuh. Dan akhirnya tinggalah Syma berdua dengan Winda.
"Mereka terlihat sangat akrab!" Winda memecah keheningan diantara mereka berdua.
"Suamimu terlihat tampan dan berwibawa. Tidak bisa dipungkiri banyak wanita yang menyukainya....
Termasuk aku!" Winda menatap sinis pada Syma. Tentu saja hal itu membuat Syma menatapnya sedikit geram. Namun dengan sekuat tenaga dia berusaha menguasai dirinya.
"Saya harap Anda hanya sebatas suka. Tidak ada niat menggoda, apalagi merusak hubunganya dengan saya, istri sahnya.
Dengan merebutnya dariku juga belum tentu membuatmu bahagia. Kalau pun bahagia, tidak akan pernah bertahan lama. Takutlah dengan doa orang yang terdzolimi.
Karena istri yang tersakiti oleh suaminya, akibat perbuatan Anda. Do'anya dapat membuka pintu-pintu langit yang bisa mendatangkan bencana untuk Anda!" Ketegasan dari Syma, mampu membuat Winda tergelak.
"Wow... santai saja! Aku hanya menggodamu Honey.
Aku tidak munafik. Aku akui aku memang suka pada pria sepertinya. Tapi aku bukan wanita bodoh yang akan melepaskan suamiku begitu saja, demi pria tampan dan mapan sepertinya.
Aku hanya penasaran dengan wanita alim sepertimu yang bisa mengubah Pak Ersad menjadi pria lembut saat berhadapan dengan istrinya. Tapi jadi pria dingin, saat berhadapan dengan orang lain.
Ternyata gosip itu benar.
__ADS_1
Kau hebat! Aku pikir strategimu merebut hatinya, hanya menggunakan pakaian syar'i yang terkesan sangat alim. Tapi ternyata aku salah. Wajar saja banyak wanita iri padamu, meski mereka telah mengenakan pakaian sama sepertimu, tapi mereka masih belum bisa merebut hati Pak Ersad.
Ternyata Akhlakmu lah yang membuat Pak Ersad tidak akan pernah bisa berpaling pada wanita manapun. Aku salut padamu... " Winda mengubah ekspresinya kali ini. Matanya menatap Syma penuh kekaguman.
Aura persahabatan menyeruak dengan kental dari wajahnya. Dan Syma dibuat heran karenanya.
"Kau memujiku?"
"Ya. Kau senang bukan?"
"Tidak juga. Bagiku pujian orang lain tidak begitu penting. Tapi jika pujian itu keluar dari mulut sang suami, rasanya berbeda. Ada rasa bahagia yang teramat sangat." Syma berucap sembari tersenyum dan menatap lurus. Mengingat bagaimana Ersad sering kali memberinya pujian, bahkan hal kecil sekalipun.
"Jangan tersenyum seperti orang idiot dihadapanku! Aku tahu suamimu menyenangkan.
Tapi bagiku, suamiku tetap yang terbaik. Apalagi saat diranjang, Wow... "
Syma tertawa kecil mendengar penuturan Winda. Ternyata wanita ini tidak seburuk ucapannya. Meski terkadang ucapannya pedas, namun masih ada sisi baik didalam dirinya. Pemikirannya sebagai seorang wanita pun masih sangat waras.
Mereka berdua akhirnya berbincang dengan sesekali tertawa lepas. Winda begitu menyenangkan saat sudah mengenalnya. Dan itu tidak luput pandangan Ersad yang menatap mereka dari kejauhan. Saat hendak mendekati mereka.
"Sepertinya seru sekali. Apa yang sedang kalian bicarakan?"
"Para suami tidak perlu tahu. Ini rahasia kami para istri." Winda menyahuti dengan wajah nampak menyebalkan.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa. Karena malam nanti kau sendiri yang akan menceritakannya!" Aritama memberikan senyuman misterius kearah Ersad. Pria itu hanya terkekeh sebelum akhirnya kembali ke hotel karena sudah sangat larut.
******
"Ini malam jum'at bukan?" Tanya Ersad sebelum masuk kedalam kamar mandi.
"Iya Mas."
"Bersiaplah untuk sunnah dimalam ini. Aku tidak mau menunggu lama, karena sudah sangat larut. Besok kita akan pulang.
Bukankah sangat rugi, jika tidak dikerjakan!" Pria itu segera masuk kekamar mandi. Meninggalkan Syma yang bersemu dengan wajah merona.
Dia tahu maksud dari ucapan suaminya.
Untungnya dia membawa beberapa lingerie yang disukai Ersad saat dia mengenakannya. Ersad seringkali memujinya mulai dari kata sexy, Hot dan sebagainya.
__ADS_1