TERPAKSA MENJADI SIMPANAN

TERPAKSA MENJADI SIMPANAN
TMS EPS 58: BANGKRUT


__ADS_3

"Kita bangkrut Syma... " Ersad berucap lirih. Syma diam saja mendengarnya, karena dia sendiri bingung harus merespon bagaimana.


"Bangkrut?"


"Perusahaan telah diambil alih. Rumah ini juga akan disita, begitu pula dengan mobil dan semua aset lainnya. Kita hancur Syma. Tidak ada lagi yang tersisa. Kita tidak punya apapun lagi sekarang.


Maaf


Maafkan aku yang tidak becus ini. Aku telah gagal.... "


Sekarang Syma paham, kenapa semua kartu tidak ada yang bisa digunakan.


"Ssstttt....


Jangan bicara seperti itu Mas. Jika memang itu sudah terjadi, maka biarlah terjadi. Kita hanya kehilangan harta, tetapi raga kita masih utuh. Semua ini hanya titipan Allah, tentu saja akan kembali padanya." Syma mencoba menenangkan suaminya itu.


"Kau akan segera melahirkan. Bagaimana caraku membayar semua biayanya? Belum lagi kebutuhan bayi kita.


Arghhh.... " Ersad menarik kasar rambutnya.


"Tenanglah Mas. Serahkan semuanya hanya kepada Allah. Pasti akan ada jalan dalam setiap cobaan."


"Tidak semudah itu Syma. Kau tidak mengerti. Aku tidak bisa membiayai semua kebutuhanmu. Zea, dan calon anak kita.


"Aku memang tidak mengerti Mas. Tapi apapun yang terjadi, kita harus menghadapinya bersama."


Ersad menatap keluar jendela dengan pandangan kosong. "Syma.... jika kau ingin kembali pada Revan. Maka aku tidak akan menghalangimu. Dia lebih mampu menghidupimu dari pada aku! Pergilah jika kau ingin meninggalkanku bersama pria yang jauh lebih baik dariku Syma. Aku ikhlas demi kebaikan kalian."


Meski ucapannnya begitu lembut. Namun Syma tahu bahwa Ersad menahan sakit saat mengatakannya. Syma tahu apa yang sedang dirasakan suaminya saat ini.


Perlahan. Syma mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang. Meski pelukan itu tidak bisa erat, karena perut Syma yang semakin membesar. Namun pelukan itu menyiratkan cinta dan kasih sayang seorang istri pada suaminya.


"Jangan asal bicara, Mas. Mana mungkin aku tega meninggalkanmu disaat keadaanmu terpuruk seperti ini. Aku akan tetap disampingmu. Bersama-sama berjuang lagi bersamamu. Percayalah kita pasti bisa melewati semua ini. Jangan jadi pengecut seperti itu Mas. Rejeki tidak pernah salah alamat.


Rejeki akan datang jika kita kembali berusaha dan berdoa. Kita mulai lagi semuanya dari awal. Kita bisa membuka usaha kecil-kecilan."


"Membuka usaha kecil juga butuh uang, Syma."


"Mas ingat cincin ini. Kita bisa menjualnya untuk modal usaha." Syma menunjukkan cincin berlian yang pernah diberikan Ersad padanya. Tentu saja batin Ersad semakin teriris. Barang pemberian darinya harus dijual.


"Tidak Syma. Itu milikmu... Kau harus menyimpannya. Hanya itu yang kau milikki saat ini." Ersad menolaknya mentah-mentah.

__ADS_1


"Barang bisa dibeli Mas. Jika kita berhasil, mungkin Mas akan membelikan aku dengan yang lebih bagus dari ini. Untuk sementara, kita gunakan saja dulu."


"Sudahlah, kita pikirkan besok saja. Sekarang tidurlah. Ibu hamil tidak boleh tidur terlalu larut." Ersad mengajak Syma membaringkan tubuhnya dikasur.


Dengan manjanya Syma masuk kedalam pelukan suaminya. Bukan tanpa alasan, hanya saja Syma ingin menunjukkan bahwa dia begitu mencintai suaminya, meski keadaan mereka telah berubah.


Sementara Ersad sendiri, tentu saja tidak bisa memejamkan matanya. Segala macam pikiran buruk berkecamuk dikepalanya. Dia menjadi takut menghadapi hari esok. Dimana dia harus berjuang untuk anak dan istrinya. Apalagi mereka harus kehilangan rumah ini besok.


Kemana mereka akan tinggal?


Faktanya saat ini, Ersad tidak bisa tenang. Dia begitu gelisah. Matanya menatap Syma yang telah hanyut dalam mimpinya dengan damai.


'Maafkan aku Syma...


Aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu. Kau terlalu sempurna untukku. Aku akan berusaha lagi untuk kalian. Tidak akan aku biarkan kalian kelaparan,'


******


Disisi lain. Seseorang sedang merayakan pesta kemenangannya. Berbahagia diatas penderitaan orang lain.


Siapa lagi kalau bukan Revan.


"Kali ini Syma tidak punya pilihan lain, selain kembali padaku. Aku tinggal menunggu, kedatangannya untuk memohon padaku. Hahahah..... "


"Aku tidak menyangka, menikahi manusia Iblis sepertimu!"


Suara Mia tiba-tiba mengubah mood Revan menjadi buruk.


"Sudah aku katakan jangan mengganggu rumah tangga Syma. Jangan merenggut kebahagiaan mereka Mas. Kenapa kau kejam sekali!" Mia berteriak histeris.


"Apa pedulimu jal*ng sialan! Aku hanya sedang berusaha mengambil kembali apa yang pernah menjadi milikku. Aku rasa itu tidak salah. Dan kau... Berhentilah berada diantara kami. Jangan ikut campur!" saut Revan dengan santainya.


"Jika aku boleh meminta, aku juga tidak ingin berada diantara kalian! Karena aku ini istrimu, aku berhak atas dirimu dari pada wanita lain. Aku hanya mengikuti bagaimana alur cerita hidupku.


Dan ternyata peranku hanyalah kau anggap sebagai benalu. Tidak ada artinya sama sekali."


"Bagus jika kau sadar. Seharusnya sejak dulu kau tahu diri. Kau tidak lagi aku inginkan sejak aku mengetahui semuanya. Dan sekarang... bersikaplah lebih berguna sedikit untukku. Dengan tidak mencampuri urusanku!"


"Tidak perlu aku mencampuri urusanmu, karena aku yakin Syma juga tidak akan kembali lagi padamu. Dia sangat mencintai suaminya. Syma tidak akan meninggalkan suaminya begitu saja. Dia wanita pintar... Semua yang kau lakukan hanyalah sia-sia Mas.


Syma tidak akan pernah mau kembali lagi padamu." Mia berucap tajam. Dan hal itu tentu saja menyulut api amarah didalam diri Revan.

__ADS_1


"Wanita sialan!"


Bugh


"Enyah dari hadapanku sekarang juga!"


Mia segera pergi, setelah mendapat kembali pukulan dari Revan. Meski begitu, dia tidak menyesal dengan semua yang dia katakan. Dia berpikir bahwa Revan memang perlu disadarkan dari perbuatan jahatnya.


Revan sendiri berubah gusar. Dia menarik kasar rambutnya memikirkan semua yang dikatakan Mia. Tidak bisa dipungkiri bahwa semua yang dikatakan Mia itu benar. Bahkan saat dia mengirim poto Ersad bersama seorang wanita. Tidak ada pertengkaran yang terjadi diantara Syma dan suaminya.


Dan saat ini. Dia jadi ragu dengan hasil perbuatannya. Dia khawatir, jika hubungan mereka masih baik-baik saja.


Sebab itulah dia bertekat untuk melihat sendiri bagaimana keadaan Syma dan suaminya.


*****


"Syma apa yang terjadi?"


"Bu... Kita harus keluar dari rumah ini. Rumah ini akan disita Bank. Maaf.... Kita harus pindah ditempat yang lebih kecil."


Sontak hal itu membuat Ceyda terkejut sekaligus prihatin dengan keadaan anaknya.


"Kalau begitu kita tinggal di rumah Ibu saja. Untuk apa menyewa tempat lain? Rumah Ibu cukup luas untuk kita tempati."


Syma dan Ersad saling menatap. Mata sendu suaminya tentu tidak ingin tinggal di rumah Ceyda.


"Tidak.


Kami akan tinggal dikontrakan kecil. Jika Ibu tidak bisa tinggal dilingkungan kumuh, sebaiknya Ibu kembali ke rumah Ibu aja." Ersad berucap dingin.


"Jangan bicara seperti itu Mas. Bagaimana pun juga, Ibu khawatir pada keadaan kita."


"Ersad. Ibu bukannya tidak ingin tinggal dikontrakkan. Hanya saja, uangnya bisa kita gunakan untuk yang lain dari pada membayar kontrakan perbulannya. Dengan tinggal dirumah Ibu kalian bisa lebih leluasa mencari uang," Ceyda kembali memberi pengertian dengan Ersad. Meski berkali-kali ditolak oleh berbagai alasan pula oleh anaknya itu.


TBC


JIKA SUKA JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK BERUPA LIKE KOMEN AND VOTE NYA YA


TERIMAKASIH ATAS DUKUANGAN KALIAN


AFF REAL

__ADS_1


__ADS_2