
Ersad terperangah melihat pemandangan didepan matanya. Bukan karena takjub atau terpesona. Melainkan heran sembari menahan tawanya.
Bagaimana tidak.
Dia melihat Syma berpenampilan sexy dengan lingerie yang dia kenakan. Padahal baru saja dia menyuruh wanita itu untuk bersiap mengerjakan sunnah dimalam jum'at.
"Kenapa kau memakai lingerie, Syma?"
"Apa Mas lupa? Mas tadi menyuruhku bersiap-siap. Sunnah Rosul dimalam jum'at!"
Ersad mengulum senyumnya. Dan sekarang Ersad sadar, bahwa Syma salah menduga sunnahnya. Meski sebenarnya tidak begitu salah. Karena memang mereka akan tetap melakukan sunnah yang satu itu.
"Kau salah kostum Syma. Kita memang akan melakukan sunnah yang satu itu, tapi sebelum itu. Kita mengerjakan sunnah yang lainnya dulu.
Al-Kahfi... "
Syma terdiam ditempatnya. Sekeras apapun dia menutupi, pada akhirnya Ersad bisa melihat dengan jelas wajahnya yang memerah karena menahan malu. Dia sangat ingin sekali menghilang saat itu juga.
Untungnya Ersad berusaha menahan tawanya, agar Syma tidak semakin malu. Dan saat Syma dengan kikuk mengganti kostumnya. Ersad segera keluar dan melepaskan tawanya disana.
'Rupanya istriku mulai agresif sekarang,'
*****
Hari jum'at bagi umat Islam merupakan hari paling istimewa dan banyak keberkahan di dalamnya. Karena itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah. Salah satunya membaca Surat Al-Kahfi tiap Jumat.
Membaca Surat Al Kahfi bisa dilakukan pada malam atau Hari Jumat.
Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka'bah.
(HR. Ad-Darimi 3470 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami ', 6471)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda:
Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.
(HR Hakim 6169, Baihaqi 635, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami ', no. 6470).
Selain itu, juga bisa terhindar dari fitnah Da'jjal.
Dan masih banyak lagi keutamaan yang lainnya.
Saat ini, Ersad mengajak sang istri membacanya dimalam jum'at. Karena memiliki waktu luang. Karena besok mereka akan melakukan perjalanan dan takut tidak sempat mengerjakannya.
Sadakallahhul azim....
"Jangan menatapku seperti itu!" Syma memalingkan wajahnya, tatapan Ersad seakan sedang menggodanya. Hal itu mengingatkan dia kembali tentang kejadian tadi.
"Kenapa tidak boleh memandang istri sendiri. Jika seorang Suami dan istri memandang dengan kasih sayang, maka Allah juga akan memandangi dengan pandangan kasih sayang," ucapnya sembari menaikan dagu Syma menggunakan jarinya.
__ADS_1
"Kau menggodaku, Mas. Dan aku malu!"
"Malu? Pada suami sendiri?
Yang benar saja. Aku suka melihatmu mengenakan pakaian tadi. Dan karena kesukaanku itulah kau selalu mengenakannya.
Jadi, aku memerintahkanmu untuk mengenakannya kembali."
Syma menatap kedalam manik mata suaminya. Terlihat jelas kilatan nafsu yang membuat Syma tidak bisa menolak.
Syma melepaskan mukenanya. Dan mencoba mengambil kembali lingerie yang teronggok menyedihkan dilantai. Namun belum sempat itu terjadi, Ersad sudah menariknya dan membuat Syma menempel pada tubuhnya.
"Tidak jadi. Sepertinya akan memakan waktu, sementara aku sudah tidak sabar... " Ersad berucap dengan parau. Pria itu tidak bisa menahan lagi, hingga akhirnya dia melepaskan kain yang melekat di tubuh Syma secara perlahan.
Dan memulainya dengan penuh kelembutan.
Syma tidak pernah bisa menolaknya. Malah dengan sangat senang hati menerima dan mengikuti permainan suaminya.
*******
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam...
PAPA!!" Teriakan Zea membuat suasana kembali ramai.
Gokhan juga berlari menghampiri kedua orang tuanya dengan penuh keceriaan. Tentunya Gokhan mendekati Syma dan tidak memperdulikan Papanya.
"Lama apanya... cuma beberapa hari sudah di bilang lama. Jika saja Bundamu tidak merengek meminta pulang, Papa masih ingin mengajaknya ketempat lain. Semua ini gara-gara Gokhan!"
"Itu kalna Bunda sayang Okhan."
Kedua orang itu kini sedang beradu tatapan tajam. Seakan bertemu lagi dengan musuh bebuyutannya. Tidak heran, jika Syma sudah terbiasa. Karena dia yakin, bahwa sikap Gokhan adalah cerminan Ersad waktu kecil. Sebab itulah mereka sering bertengkar dan beda pendapat.
"Gokhan...
Tidak boleh marah pada Papa. Itu dosa!
Ini, ambilah... " Syma memberikan sebuah bingkisan pada putra kecilnya itu. Tentu saja Gokhan sangat senang menerimanya.
Apalagi melihat isinya, yang merupakan mainan kesukaan Gokhan. "Makasih Bunda."
"No. Bukan Bunda yang belikan, tapi Papa. Bilang terimakasihnya pada Papa ya."
Gokhan menatap Ersad dengan cengiran diwajahnya. Seketika marahnya hilang, ketika menerima hadiah itu.
"Makasih."
"Hanya itu?" Ersad menaikan alisnya.
__ADS_1
"Makasih Papa jelek!"
"Apa katamu? Kau bilang Papa jelek! Awas kau ya.... " Ersad berusaha menangkap Gokhan, namun karena kelincahan bocah itu. Dia jadi kesulitan. Mereka akhirnya terlibat kejar-kejaran dengan suara tawa menggema.
Begitu pula dengan Zea yang terkikik geli melihat tingkah mereka berdua.
"Ze, ini untukmu."
"Ze juga dibawakan hadiah?" Zea menerimanya dengan berbinar.
"Tentu saja. Ze juga kesayangan Papa dan Bunda. Mana mungkin tidak dibelikan."
"Terimakasih Bunda," ucap Zea sembari memeluk Syma.
Ceyda memperhatikan kehangatan yang menyelimuti keluarganya. Sesuatu yang dia sendiri tidak menyangka akan merasakan kebahagiaan seperti ini. Dimana semua anak dan cucunya berkumpul menemaninya di masa tua.
Tetesan air mata haru, kini terjatuh begitu saja. Betapa bahagia dan lapangnya hati wanita tua itu, melihat anak dan menantunya akur dan selalu damai.
'Kebaikan apa yang telah aku lakukan, sehingga kau mengabulkan semua Doaku, Ya Robb... '
"Aku ikut senang Nyonya Ceyda. Akhirnya kalian berkumpul lagi dan merasakan kehangatan keluarga dengan penuh keceriaan." Mina yang sempat mendengar gumaman Ceyda, seketika menyahuti tanpa rasa canggung sedikitpun.
"Terimakasih Mina. Semoga keberkahan juga selalu menyertaimu."
"Aamiin."
*****
"Kak Aina akan menikah?"
"Benar sayang. Kita harus datang lebih awal, untuk mendampinginya."
Zea mengangguk senang. Saat ini gadis kecil itu sedang duduk manis sembari dihias oleh Mina. Dengan rambut yang dibalut hijab simple dan pita merah dibawahnya. Serta sedikit lipcream berwarna pink menghiasi bibirnya. Zea selalu merengek meminta polesan itu, meski Ersad menolaknya berkali-kali.
Tapi meski begitu Ersad juga tidak tega, sebab itulah dia membelikan produk yang aman untuk dipakai oleh anak seusianya.
Saat Ersad masuk bersama Gokhan, kening Syma berkerut.
"Kenapa jaketnya tebal sekali, jasnya jadi tidak terlihat?"
Ersad menahan matanya yang sangat ingin memutar. Dia hanya menghela nafas sembari berucap. "Sayang, diluar sangat dingin. Gokhan masih sangat kecil. Untuk apa membuatnya berpenampilan menarik, tetapi membuatnya sakit."
Sadar bahwa suaminya sedang menahan kesal. Syma hanya mengangguk.
"Baiklah."
TBC
TERIMAKASIH SUDAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK.
__ADS_1
TERIMAKASIH JUGA ATAS DUKUNGAN DAN SEMANGAT DARI KALIAN.
SE YOU NEXT CAPT 🥰🥰🥰