
Setelah berdebat dengan pikirannya. Syma akhirnya memejamkan matanya, berusaha untuk tidur. Dia sempat merasa bahwa dia hanya kelelahan.
Namun sayangnya rasa kantuk tidak juga dia rasakan. malah rasa mual yang semakin menjadi-jadi.
Karena sudah tidak tahan lagi, Syma akhirnya setengah berlari kearah kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
'Ya Robb apa yang terjadi padaku? apa mungkin aku hamil? tapi waktu aku mengandung Zea, rasanya tidak seperti ini... '
Syma akhirnya menghubungi Aina dan memintanya untuk membelikan sebuah alat, untuk mengecek kehamilan. Untuk memastikan dugaannya, sebelum dia meminum obat-obatan yang dia pikir itu adalah penyakit magh.
*****
Aina yang diperintahkan untuk membeli alat yang disuruh Syma, merasa bingung pada pegawai apotik itu. Pasalnya orang itu menatap Aina dengan pandangan aneh. Apa yang salah dengan dirinya?
Setelah Aina berhasil mendapatkannya. Nampak pegawai itu saling berbisik dengan temannya.
Aina yang tidak begitu mendengar ucapan mereka, hanya menaikan bahu seolah tak perduli. Dia melanjutkan perjalannya untuk menemui Syma di rumahnya setelah pulang sekolah nanti.
"Aina? apa kau sakit? obat apa yang kau beli... " ucap Vio. Satu-satunya pria yang mau berteman dengan Aina. Vio mengambil paksa bungkusan Aina dan membukannya.
Karena Aina siswi pindahan, apalagi berasal dari panti asuhan. Membuatnya menjadi bulan-bulanan pembulyan. Namun Aina bukanlah anak yang mudah ditaklukkan. Aina seringkali melawan dan membalas siapa saja yang mengganggunya. Meski pada akhirnya dia tetap akan disalahkan oleh para guru. Dan mendapat hukuman.
"Apasih kau ini! bikin kaget saja. Kembalikan bungkusanku... "
"Astaga Aina....
Kenapa kau beli alat ini? bukankah ini tespeck? alat untuk memeriksa kehamilan. Kenapa kau bisa hamil secepat ini... aku benar-benar kecewa padamu,"
PLETAK
Aina memukul keras kepala Vio yang berbicara semaunya tanpa henti.
"Kau ini bicara apa, Bodoh !! bagaimana aku bisa hamil? lagi pula itu bukan untukku, tapi untuk Kakakku," ucap Aina mengambil paksa kembali alat itu dan memasukkannya kedalam tas.
"Oh heheh... maaf, aku pikir kau hamil." Vio menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena merasa tidak enak.
"Dasar otak dangkal. Biarpun aku ini nakal, tapi aku masih tahu batasan."
"Ya ya... aku tahu. Lagi pula siapa yang mau menghamili gadis bar-bar seperimu? bahkan ingin mendekat saja, orang sudah takut duluan."
"Dasar kau ya.... "
"Hey, lihatlah... anak panti sedang pacaran dengan siculun itu! Hahah.... lihatlah, mereka sangat serasi... " teriak salah satu murid yang seringkali membuly Aina dan Vio.
__ADS_1
Terdengar suara riuh tawa dari anak-anak murid yang sedang menertawakan mereka.
Aina terlalu malas untuk menanggapinya. Dia lebih memilih pergi dan masuk menuju kelasnya. Namun karena sipembuly tidak puas jika tidak melihat Aina marah. Dia pun kembali mendekati Aina dan mengganggunya.
Aina tetap diam, meski beberapa anak menghina dan mengejeknya. Sementara Vio menatap mereka penuh amarah. Nasib Vio hampir sama dengan Aina. Meski Vio bukanlah berasal dari panti asuhan, namun Vio terkenal akan Keculuanan nya, sehingga menjadi bahan bully an disekolah.
Kesabaran Aina hampir habis saat mereka mengambil paksa tas Aina dan mengeluarkan isinya. Sontak saja isi tas Aina berserakan dimana-mana.
Mereka semua tertawa puas, melihat wajah Aina yang merah padam. Baru saja Aina ingin maju, salah seorang dari mereka menemukan sebuah bungkusan. Bungkusan itu segera dibuka, dan alangkah terkejutnya mereka ketika melihat isinya.
"Astaga.
lihatlah... Aina membeli alat ini. Bukankah ini tespeck? Hahahaa.... rupanya anak panti ini seorang ja*ang."
"Wah... ini berita besar." salah satu dari mereka ada yang mengambil gambar dan video. Untuk membuat Aina viral.
"Aku rasa ini hal yang wajar bagi wanita sepertinya. Diakan tidak jelas asal-usulnya, pasti dia mengikuti jejak orang tuanya. Hahahah..... "
PLAKKKKK
BRAKKK
Karena kesabarannya sudah habis. Aina akhirnya memukul dan menendang anak itu dengan sekuat tenaganya. Mereka yang tadinya bersorak mengejek Aina, tidak ada satupun yang berani maju untuk melawan Aina.
"Kenapa tidak berani? aku bahkan berani merobek mulut busukmu itu!" bentak Aina dengan amarahnya.
Sementara anak-anak lainnya sudah melaporkan kepada guru.
Tidak menunggu waktu lama, salah satu guru datang dan melihat sendiri bagaimana Aina kembali menarik rambut anak itu dengan kasar.
"AINA... HENTIKAN! TIDAK BISAKAH SEKALI SAJA KAU BERSIKAP BAIK? APA KAU INI PREMAN, HAH!!"
".... "
Keterdiaman Aina membuat sang guru semakin yakin, bahwa Aina bersalah.
"Katakan padaku, apa yang terjadi?" ucap guru itu menatapnya tajam.
"Untuk apa aku jelaskan? Ibu juga tidak akan percaya pada anak panti asuhan sepertiku. Dengarkan saja ucapan dari anak orang kaya seperti mereka!"
"Dasar anak kurang ajar. Ikut aku kekantor sekarang!"
Aina mengikutinya dengan malas. 'Jika boleh kujadikan tumbal, maka aku akan menumbalkan guru menyebalkan ini. Dasar pilih kasih ! dia selalu saja marah padaku. Padahal jelas-jelas yang salah itu mereka,' gumam Aina yang masih bisa didengar oleh Vio.
__ADS_1
"Ssttt.... jaga bicaramu Aina. Kau akan membuat masalah semakin rumit jika ibu itu mendengarnya," bisik Vio yang mendapat tanggapan cibiran dari Aina.
"Kau saja yang penakut!"
*****
'Kenapa lama sekali? Apa Aina tidak berhasil mendapatkannya?'
"Sedang apa disini?" tanya Ersad memelankan suaranya.
"Tidak ada. Aku hanya menunggu Aina,"
"Zea bilang kau sakit?" matanya menatap teduh dan menyentuh dahi Syma.
"Aku hanya lelah," meski semua tanda mengarah kesana, namun Syma belum berani mengatakannya. Dia tidak ingin memberi angan yang tidak pasti pada suaminya. Biarlah Ersad mengetahuinya saat hal itu sudah benar-benar pasti.
"Apa perlu kedokter?"
"Tidak perlu Mas. Aku baik-baik saja,"
Ersad menghela nafas beratnya dan memeluk Syma. Mendaratkan kepalanya dipundak sang istri. Syma merasa tidak nyaman. Karena takut Nora akan melihatnya, maka semua rencana Ersad akan hancur.
"Jangan seperti ini. Bagaimana jika Nora lihat?"
"Dia tidak ada. Wanita gila itu sedang pergi entah kemana. Aku berdoa agar dia tidak akan pernah kembali lagi... " bisiknya ditelinga Syma. Syma tahu bahwa Ersad terlalu lelah dengan masalah ini.
"Jangan berdoa untuk keburukan seseorang Mas. Tapi berdoalah untuk kebaikannya. Do'akan semoga hidayah segera menjemputnya."
"Untuk apa? jika aku punya satu permintaan dan akan segera dikabulkan, maka aku akan meminta kematiannya. Sehingga semua masalah selesai. Tidak ada lagi pengganggu yang mengerikan sepertinya... " Ersad memperlihatkan raut sebalnya.
"Lalu, apa Mas pikir setelah itu terjadi tidak akan ada masalah lagi?
Masalah dan ujian akan tetap ada. Bukan hanya kita, tapi siapapun pasti mengalaminya. Dengan mendoakan kebaikan baginya, maka para malaikat juga akan mendoakan hal yang sama untuk kita. Dan Aku percaya bahwa Doa malaikat akan dikabulkan oleh Allah. Bukankah itu menguntungkan?"
"Aku menyerah jika sudah mendengar kotbahmu." Ersad mengangkat tangannya tanda benar-benar menyerah.
Syma tertawa geli melihatnya.
Sayangnya kebersamaan mereka berhasil diketahui oleh Nora. Wanita itu kini sedang menatap mereka dari kejauhan dengan penuh amarah. Begitu bencinya Nora melihat Syma yang sesekali memeluk mesra Ersad. Membuat Nora seperi cacing kepanasan. Tidak tahan dengan kedekatan mereka berdua.
TBC
AFF REAL.
__ADS_1
HAYUKK JEMPOLNYA BUN GRATIS KOK ☺☺