TERPAKSA MENJADI SIMPANAN

TERPAKSA MENJADI SIMPANAN
TMS EPS 24: KEINGINAN ERIKA


__ADS_3

Aku?


Ada apa denganku?


"Erika.... keadaannya sudah menunjukan tanda-tanda baik. Dia akan pulih secara perlahan."


"Lalu? kenapa Mas tidak terlihat bahagia. Bukankah ini kabar baik?" saut Syma.


"Aku memang bahagia. Tapi... entah mengapa ada juga kegusaran dihatiku.


Harus aku akui, bahwa aku tidak bisa melepaskanmu. Tadinya aku pikir, aku hanya menginginkan tubuhmu Syma.


Tapi ternyata aku salah.


Aku.... aku terlalu bodoh untuk memahami perasaan apa ini. Tapi yang jelas, aku tidak ingin berpisah darimu," ucap Ersad menatap Syma dengan kesungguhan.


Syma sendiri mematung ditempatnya. "Bukankah ini sudah menjadi perjanjian kita sejak awal. Jika Erika sadar, kau akan menceraikan ku?"


"Aku tahu. Tapi kenyataanya sangat sulit sekali bagiku menepatinya. Ada tempat tersendiri bagimu dihatiku."


"Tapi tetap saja, Mas. Erika seorang wanita. Dia tidak akan mau menerima kehadiranku. Setidaknya berpikirlah dari sudut pandangnya.


Dia akan kecewa jika mengetahui semuanya.


Aku tidak ingin merebut suami orang. Aku juga tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang." Syma berucap sembari menahan sesak didadanya. Pada kenyataannya bukan hanya Ersad yang tersakiti akan perpisahan mereka, tapi juga Syma.


"Kenapa kau berucap seolah kau senang lepas dariku, Syma? aku pikir kau juga merasakan hal yang sama, setelah apa yang telah kita lalui selama ini.... " ucap Ersad menatapnya tidak percaya.


Syma berubah datar. Terlihat jelas bahwa dia sedang menekan perasaannya.


"Sikapku selama ini hanyalah sebuah bentuk bakti ku padamu. Karena Mas adalah suamiku. Aku wajib taat padamu... " ucapnya masih saja terlihat datar. Sementara Ersad nampak kecewa mendengarnya.


"Begitukah...." Ersad melangkah mendekat kearahnya dengan tatapan penuh arti. Lalu berhenti ketika jarak mereka hanya sekitar lima senti. Tatapan mereka terpaksa terpaut, karena Ersad sengaja membuat Syma tidak beralih kemanapun.


"Kau pikir aku ini anak kecil yang bisa dibohongi hanya karena sebuah ucapan, Syma? aku melihat dengan jelas bahwa kau menyukaiku... kau mencintaiku, Syma!"


Syma terenyuh mendengarnya. "Tapi Erika juga mencintaimu. Pikirkan itu Mas. Dia istri sah mu secara hukum maupun agama. Aku bisa saja menerima kehadirannya, tapi tidak dengan dirinya. Sudah cukup Mas menyakitinya dengan kehadiranku."

__ADS_1


"Tidak.


Aku akan mengatakan pada Erika bahwa aku juga mencintaimu. Aku tidak akan melepaskanmu Syma, tidak akan pernah. Pernah kehilangan sosok yang sangat aku cintai, membuatku trauma dan tidak ingin mimpi buruk itu datang lagi. Apapun alasanmu, jangan harap bisa lepas dariku.


Meski Erika tidak menerimanya, maka kau akan tetap menjadi simpananku secara diam-diam," ucap Ersad tegas.


"Kau egois... " lirih Syma sedikit kecewa


dengannya. "Memang benar aku menyukaimu, Mas. Aku juga akan terluka jika pisah darimu. Tapi aku akan lebih terluka lagi, jika bahagia denganmu diatas penderitaan wanita lain."


Ersad hanya diam. Sejenak, pria itu memejamkan matanya. Dan menghembuskan nafas beratnya. Tanda kegelisahan menyelimuti pikirannya. Lalu pergi begitu saja, tanpa berucap sepatah katapun.


Syma hanya menatap kepergian suaminya dengan air mata yang tak dapat dibendung lagi. Dia terisak dalam diam.


*****


"Dimana wanita yang bernama Syma?" tanya Erika dengan nada suaranya yang masih lemah. Ersad sendiri terkejut mendengarnya.


Kepergian Ersad dari apartemennya rupanya untuk menemui Erika. Apalagi saat Dokter menjelaskan bahwa istrinya itu telah siuman. Ersad terburu-buru menjenguknya meski malam sudah hampir larut.


"Dari mana kau tahu mengenainya?" tanya Ersad begitu bingung.


"Erika, aku...."


"Aku ingin bertemu dengannya, Mas. Bawalah dia kesini besok pagi."


Ersad tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, namun dia tetap mengangguk, tanda setuju dengan keinginan Erika.


Sementara itu....


Seseorang sedang menatap mereka dari ambang pintu dengan begitu tajam. Sorot matanya berkilat penuh amarah saat tidak sengaja mendengar Erika menyebutkan nama Syma. Nora yang kala itu baru saja ingin menemui Erika, langsung menghentikan langkahnya dan mendengar dengan seksama pembicaraan dua orang itu.


Mata Erika tidak sengaja menangkap sosok Nora yang berdiri kaku disana. Erika menyambutnya dengan tersenyum tipis. Sementara Ersad beranjak pulang karena sudah ada Nora disana.


Sebuah kecupan hangat didahi Ersad berikan sebelum keluar dari sana.


Ketika Ersad telah pergi. Barulah Nora mendekat dan menuntut jawaban padanya.

__ADS_1


"Kakak sudah tahu mengenai wanita itu?"


Erika mengangguk sebagai jawabannya.


"Tenanglah Kak, kita akan membalas wanita itu setelah Kakak keluar dari sini. Dia akan merasakan akibatnya karena telah mengganggu Kakak ipar," ucap Nora dengan kebencian yang terlihat jelas. Namun di luar dugaannya, Erika justru menggeleng lemah dan tersenyum padanya.


"Aku ingin bertemu dengannya, bukan untuk menuntut balas."


"Lalu? untuk apa?"


"Aku ingin agar Syma tetap menjadi istrinya mas Ersad. Mereka tidak perlu bercerai,"


Sontak hal itu membuat Nora melebarkan matanya. "Apa-apaan Kakak ini ! jangan konyol. Bagaimana bisa Kakak menerima wanita yang telah merusak kebahagiaan Kakak begitu saja.


Jangan bodoh!"


"Ini kehidupanku Nora. Berhentilah untuk ikut campur ! aku sudah tahu semuanya. Aku bahkan dengar, saat Dokter bilang bahwa kesembuhanku tidak akan bertahan lama. Umurku juga tidak akan lama lagi.


Mas Ersad pasti sangat terpuruk dengan kepergianku. Dan saat aku meninggal nanti, aku ingin Syma hadir sebagai penghibur suamiku. Aku sangat yakin, bahwa Syma wanita yang baik. Dia pasti bisa menjaga suamiku melebihi aku," ucap Erika menahan tangisnya.


Nora semakin menegang mendengarnya. 'Jadi... Kak Erika sudah tahu semuanya. Sial ! aku pikir dengan kepergian Kak Erika, akulah yang akan menjadi pengobat hati Mas Ersad. Bukan wanita itu ! aku tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi. Aku harus mencari cara..... ' batin Nora.


"Apa yang kau pikirkan Nora? jangan bertindak bodoh. Dan ingatlah pesanku untuk berhenti ikut campur dalam urusan Mas Ersad. Dia bersikap baik padamu, itu karena Kakakmu ini istrinya," ucap Erika yang paham betul dengan adiknya ini. Erika juga tahu bahwa Nora memiliki sifat obsesi yang berlebihan. Dia takut jika nanti Nora akan melakukan hal nekat, jika pemikirannya benar bahwa Nora menyukai suaminya.


"Lebih baik Kakak istirahat. Bukankah besok ingin menemui wanita itu," ujar Nora sembari menyelimuti tubuh Erika.


Nora menatap Kakaknya itu sampai tertidur pulas. Sementara dirinya tetap berjaga disana. Sembari memikirkan cara agar semuanya tidak terjadi.


'Jika Kak Erika mati. Maka wanita itu akan menang. Dia akan memiliki Mas Ersad seutuhnya.


Tidak.


Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.' Nora menggeleng keras seperti orang stress, ketika membayangkan Syma berhasil mendapatkan Ersad.


'Maafkan aku Kak. Sepertinya aku tidak punya cara lain.' gumam Nora sembari menatap Erika dengan penuh arti.


******

__ADS_1


To be continue.....


AFF REAL


__ADS_2