TERPAKSA MENJADI SIMPANAN

TERPAKSA MENJADI SIMPANAN
TMS EPS 35: AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU


__ADS_3

"Bibi Deriya, apa tidak apa-apa aku menitipkan Zea padamu? Apa Bibi benar-benar tidak keberatan?"


"Tentu saja Tidak, Syma. Jangan khawatir, Zea akan aman bersamaku. Pergilah... Bukankah Kau sudah sangat terlambat," ujar Deriya dengan lembutnya.


Syma tidak menolak, meski dia merasa tidak enak hati, karena lagi-lagi menyusahkan Deriya. Padahal sudah sejak lama, dia ingin mencari pengasuh untuk Zea, namun Deriya tidak setuju, karena dia merasa masih sangat sanggup.


Syma akhirnya pergi dengan menaiki taksi. Dia juga sudah meminta izin dengan Ersad. Meski sang Suami menanggapinya dengan acuh seakan tak perduli. Tapi tetap saja, sebagai seorang istri, Syma menghormatinya.


******


"Kau membuatku kesal, karena telah menunggu lama."


"Maaf."


Hariz menaikan Alisnya. 'Hanya kata maaf? Tidak ada alasan kah, macet? Atau apa? biasanya wanita selalu seperti itu,' batin Haris.


"Ayo cepat masuk. Kenapa berdiri saja disini," ucap Syma yang membuat Hariz semakin jengkel. Pasalnya, Syma lah yang membuatnya menunggu lama. Dan seharusnya Syma yang dia marahi.


'Wanita memang menyebalkan,'


Hariz masuk kedalam mengikuti langkah kaki Syma. Tadinya dia berniat ingin menjadikan Syma sebagai pembuka acara. Namun karena Syma terlambat, bukan hanya pembukaan acara yang selesai. Tapi acara intinya pun juga sudah selesai.


"Tidak ada lagi yang harus dilakukan. Acaranya sudah selesai. Dan ini berkat dirimu. Selamat... " ucap Hariz dengan sinisnya.


"Ouh. Benarkah? Kalau begitu aku akan mendekati Anak-anak itu saja," ucap Syma menunjuk segerombolan Anak-anak yang berkumpul dan mendekatinya dengan penuh keceriaan.


Hariz hanya menatapnya dari kejauhan. Memperhatikan Syma yang sedang asyik bercengkrama dengan anak-anak. Begitu hangat dan menyenangkan.


Tidak bisa dipungkiri hatinya tersentuh melihat pemandangan itu.


Jika saja Syma dulunya tidak membuat masalah dengannya. Mungkin sudah sejak dulu dia menyukai wanita itu.


Meski saat ini dia mulai menyukainya, namun rasanya sangat tidak mungkin. Karena bagaimana pun juga Ersad adalah suaminya. Yang mana adalah saudara tirinya sendiri. Dia tidak begitu membenci Ersad. Namun dia juga tidak terlalu menyukainya.


'Tapi jika Syma menyukaiku, maka tidak ada salahnya jika aku merebutnya dari saudara tiriku sendiri. Bukankah ini menyenangkan?' batinnya.


*****


"Aku sudah memenuhi permintaanmu. Aku harap, kau juga menepati janjimu. Biarkan Aina bersekolah disana.


Aku akan pulang sekarang."

__ADS_1


"Biar Aku antar," entah mengapa tawaran itu meluncur begitu saja dari mulut Hariz.


Syma berkerut heran. "Tidak perlu. Aku tidak ingin terjadi fitnah nantinya,"


"Fitnah? Bukankah hidupmu sudah dipenuhi dengan fitnah? Aku pikir kau sudah terbiasa akan hal itu."


Syma sedikit mendengus mendengarnya. Meski hal itu benar, namun Hariz tidak perlu mengungkitnya.


"Ya. Aku memang sudah terbiasa. Tapi akan lebih baik, jika aku lebih pintar dalam menghindarinya."


"Kenapa Kau masih bertahan Syma?"


"Maksudmu?"


Hariz berjalan perlahan sampai akhirnya berdiri dihadapanya. "Aku yakin Ersad memperlakukanmu dengan buruk. Dan lagi... Bagaimana bisa kau bertahan tinggal satu atap dengan mereka."


"Untuk apa Kau bertanya soal itu? Masalah rumah tanggaku, biarlah kami yang menyelesaikan. Tidak akan ada solusinya berbagi masalah rumah tangga dengan orang lain. Apa lagi, dengan non muhrim. Yang ada, hanya akan menambah masalah itu sendiri."


Hariz terkekeh mendengarnya. Sungguh diluar dugaannya, bahwa masih ada wanita yang berpikiran seperti itu.


"Aku tidak tahu betul, siapa itu Ersad. Tapi sejak aku masuk kedalam keluar Enggar Wijaya. Aku menelusuri semua garis keturunannya dan latar belakang keluarga itu.


Aku cukup penasaran kenapa istri pertama Tuan Enggar kabur dan tidak pernah kembali lagi. Bahkan Tuan Enggar sendiri tidak tahu, jika dia punya seorang putra kandung.


"Kau tidak membencinya," ucapan Syma membuat Hariz menatapnya.


"Itu bukan benci. Kau hanya kesepian. Kau melakukan semua hal yang terlihat jahat di mata Mas Ersad, semata-mata karena menginginkan perhatian darinya," ucap Syma sebelum melambaikan tangan pada taxi yang tiba-tiba saja lewat. Dia langsung masuk kedalam mobil, tanpa menoleh lagi kearah Hariz yang masih bergeming ditempatnya.


*****


"Aku pikir wanita alim sepertimu bisa menjaga akhlaknya ketika keluar dari rumah. Tapi ternyata aku salah. Hal penting apa yang Kau lakukan diluar sana? Hah!"


"Aku tidak tahu arah pembicaraanmu ini kemana? Entah bertanya, atau mengintimidasi. Yang harus Kamu tahu, bahwa aku sudah meminta ijin sebelumnya. Dan Kamu sendiri yang bilang, terserah.


Lalu dimana letak kesalahanku?" Syma menaikan dagunya.


"Kesalahanmu adalah keluar dengan pria lain. Bersenang-senang dan pastinya... Kau berkeluh kesah tentang masalah rumah tanggamu padanya. Benar bukan?" ucap Ersad pelan, namun tajam.


Syma yang mendengarnya begitu sesak. Dia hanya terdiam merenung.


"Kenapa diam! Yang aku katakan, benar kan?" Kali ini Ersad mengguncang tubuhnya. Menyulutkan api amarah didalam diri Syma, yang sudah sekeras mungkin dia tahan.

__ADS_1


Dan sekarang runtuh sudah pertahanannya. Kesabarannya pun sudah habis.


Syma menatap penuh kebencian terhadap suaminya itu. Lalu meletakkan kedua telapak tangannya didada Ersad, untuk mendorong pria itu dengan sekuat tenaganya.


Sontak hal itu membuat Ersad terhuyung kebelakang, namun tubuhnya yang kuat membuatnya tetap berdiri tegak.


Syma mendorongnya, seakan sisi iblisnya mulai muncul ke permukaan.


"Cukup! Sudah cukup, aku harus menahan sabar. Pada akhirnya aku harus mengatakan bahwa aku ingin menyerah. Aku ingin menyerah dari keadaan ini.


Aku terlalu lelah untuk membela diriku. Aku terlalu lelah menghadapi setiap tuduhan demi tuduhan yang selalu ditujukan padaku. Aku lelah, harus menangisi sesuatu yang tidak ada gunanya.


Pada awalnya aku bangga dengan pilihanku. Namun setelah semua yang terjadi, pada akhirnya aku kecewa dengan keputusanku itu.


Karena yang tersulit bagiku bukan tentang menghapus cintamu dalam hatiku.


Tetapi bertahan dalam pilihan yang salah dalam mencintaimu," lirih Syma menatap kosong. Terlihat jelas kehampaan disana. Matanya menyiratkan kecewa dan amarah yang teramat dalam.


"Jadi Kau mau mengatakan ingin berpisah dariku, begitu?"


"Ya," Syma mengangkat wajahnya dengan penuh keyakinan.


"Ceraikan aku. Lepaskan aku. Dengan cara seperti itu, kebencianmu padaku sudah pasti terbalaskan. Karena sebelum aku memutuskan untuk berpisah, aku telah mematahkan hatiku sepatah-patahnya.


Kamu mencintai Nora, bukan? Kalau begitu miliki dia seutuhnya tanpa ada aku diantara kalian."


Setelah mengatakan hal itu. Syma berbalik untuk mengemasi barangnya. Namun karena Ersad tidak Terima, pria itu malah menahannya.


Syma memberontak. "Lepaskan aku! Kenapa Kamu menahanku?"


"Jangan pernah bermimpi untuk lepas dariku, Syma. Aku tidak akan pernah menceraikanmu. Demi apapun aku bersumpah tidak akan melepaskanmu."


TBC


BUAT KAMU SEORANG ISTRI YANG SAAT INI SEDANG BERADA DI FASE, DISERANG SECARA BRUTAL OLEH KEADAAN.


DIBANTAI HABIS-HABISAN OLEH PIKIRAN DAN PERASAAN.


MENGHARUSKANMU UNTUK TETAP TERUS TEGAR, DALAM MENJALANI HARI-HARIMU.


TERUS SEMANGAT YA !! INGAT ADA ANAK-ANAKMU YANG MEMBUTUHKANMU. DAN PERCAYALAH. RENCANA ALLAH ITU SUNGGUH INDAH.

__ADS_1


AFF REAL 💕


__ADS_2