TERPAKSA MENJADI SIMPANAN

TERPAKSA MENJADI SIMPANAN
TMS EPS 39: GARA-GARA TESPECK


__ADS_3

"Katakan padaku kenapa alat ini bisa ada di tasmu?" tanya guru itu menunjukan alat periksa kehamilan.


"Karena aku membelinya," saut Aina enteng.


Guru itu nampak geram dengan jawaban Aina. "Bawa Walimu kesini besok. Jika kau tidak membawanya maka jangan masuk sekolah. Kau hanya boleh masuk, saat walimu sudah datang menghadapku. Kau mengerti!"


Aina menghembuskan nafas beratnya. Lagi-lagi dia dalam masalah. Namun Aina masih terlihat santai dan biasa saja. Sementara Vio sudah begitu cemas melihatnya.


"Apa yang akan kau lakukan Aina? Apa Kau benar-benar akan membawa Kakakmu itu kesini?"


"Bodoh! tentu saja tidak. Untuk apa aku membuat Kak Syma susah-susah datang ke sekolah hanya untuk kesalahan pahaman ini. Bu guru menyuruhku libur, yasudah... lebih baik aku libur saja," ujarnya enteng.


"Kali ini kau yang bodoh, Aina. Jika kau tidak masuk terus, kau bisa tidak lulus. Dan jika tidak lulus, kakakmu itu pasti akan sedih. Apa kau tega!"


"Ck, kau ini berisik sekali ! kepalaku semakin pusing mendengar ocehanmu. Sudah, masuk sana. Aku mau pulang... "


"Aina tunggu.... "


Aina tidak menanggapi teriakan Vio yang ingin mencegahnya. Aina terus melangkah sampai keluar gerbang sekolah dan mendapati Hariz yang sudah menatapnya dingin.


Aina membeku disana. Dia memang tidak takut dengan siapapun, termasuk semua guru disekolah itu. Tapi berbeda dengan Hariz yang hanya dengan menatapnya saja, sudah membuat nyali Aina ciut.


Uhh sial...


'Psstt.. Aina sebaiknya kau kabur,' bisik Vio yang sudah ada disebelahnya.


'Sudah terlambat bodoh! matilah aku,'


"Masalah apalagi yang kau buat?"


"Em, anu.... "


"Anu APA? Bicara yang benar."


"Aku membawa Tespeck kesekolah."


Hariz berkerut heran. Pikiran negatif tentu sudah melintas dikepalanya.


"Ikut aku,"


'Huhhh.... dosa apa yang telah aku lakukan? padahal aku ini anak baik,'


*****


"Kau tahu alat itu untuk apa?"


"..... "


Aina mengangguk.


"Apa kau pernah melakukan hubungan intim sebelumnya?" kali ini pertanyaan Hariz lebih vulgar.


Aina menggeleng. Mulutnya tertutup rapat.


"Lalu apa yang membuatmu ingin menggunakan alat itu?"

__ADS_1


"Sebenarnya itu bukan untukku. Tapi untuk Kak Syma,"


Sontak hal itu membuat Hariz terkejut. Syma? jadi dia hamil? batin Hariz yang merasa terhenyak. Pria itu nampak meredup dan hanyut dalam pikiranya sendiri.


"Pak?"


"Keluar," titahnya begitu dingin.


Aina segera keluar dari sana.


******


Dengan ditemani Vio, Aina akhirnya sudah sampai dikediaman Syma.


'Tutup mulutmu Vio. Jangan sampai Kak Aina tahu tentang masalahku. Jika kau sampai membuka mulutmu, maka aku akan memukulmu !'


'Baiklah... tidak akan.'


"Tidak akan apa? kenapa kalian cepat sekali pulangnya?" suara Syma yang sudah berdiri di hadapan mereka, membuat keduanya tersentak.


"Em, tidak ada Kak. Oh iya, ini pesanan yang Kakak minta," ucap Aina kikuk, dan segera memberikan bungkusan itu.


"Terimakasih Aina. Dan maaf sudah merepotkanmu."


"Tidak apa. Aina memang suka direpotkan, benar kan Aina," saut Vio menyikutnya.


"Bicara sekali lagi, aku akan memukulmu !"


"Heheh... baik, baik. Aku akan menutup mulutku. Kau puas, Nona?" ucap Vio menatapnya kesal.


Syma hanya menggeleng kepala melihat tingkah kekanak-kanakan mereka.


"Tidak perlu Kak. Kami ada pelajaran tambahan sebentar lagi. Jadi kami harus Buru-buru."


"Pelajaran tambahan? sejak kapan kita punya pelajaran tambahan?"


Aina langsung menginjak kaki Vio, hingga pria itu meringis kesakitan. Matanya melotot, seakan memberi isyarat agar Vio mengangguk saja, menyetujui ucapannya.


Di sela ringisannnya, Vio pun mengangguk.


"Baiklah Kak, kami pergi dulu. Assalamu'alaikum," ucap Aina sembari menarik Vio agar segera keluar.


Syma hanya menatap mereka bingung, sampai akhirnya punggung mereka tidak terlihat lagi dari balik pintu.


.


*****


Syma menatap penuh Syukur, ketika hasilnya benar-benar positif. Jika di ingat-ingat hasil dari tes ini tidak akan akurat jika kandungan baru satu minggu. Itu artinya, kandunganku sudah melebihi dua minggu. Aku harus segera memeriksanya, gumam Syma.


Namun saat Syma baru saja ingin keluar dari kamar mandinya. Tiba-tiba saja, seseorang menyergap nya.


Syma memberontak dari orang tersebut. Namun sayang, tenaganya kalah jauh sehingga Syma mau tidak mau, harus ikut orang tersebut membawanya.


Syma tidak bisa dengan jelas melihat wajah orang yang membawanya, karena ditutupi oleh masker hitam. Namun dari matanya, rasanya tidak begitu asing baginya. Namun tetap saja dia tidak bisa menebak.

__ADS_1


*****


"Aina, kau ini bodoh sekali. Padahal Kak Syma baru saja ingin mengeluarkan cemilan untuk kita," Vio menatapnya kesal karena tidak jadi makan cemilan.


"Dasar rakus. Sebaiknya kita segera pergi, sebelum Kak Syma bertanya lebih banyak hal pada kita. Dan yang aku takutkan, mulut tak berfiltermu ini akan berulah. Apalagi jika sudah dihadapkan dengan makanan."


Vio berdecak sebal mendengarnya. Meski semua yang dikatakan Aina benar. Namun tetap saja, jika mendengar makanan Vio akan berbinar.


"Tunggu dulu.... Sepertinya bukuku ketinggalan di dalam."


"Ck, kau ini memang bodoh sekali! padahal aku sudah bilang, buku itu jangan dipegang, tapi dimasukan kedalam tas." Aina memutar matanya malas.


"Kau lihat sendiri, tas ku sudah penuh seperti orang mau pindahan. Sudahlah... biar aku saja yang kembali. Bicara padamu tidak ada gunanya," ucap Vio berjalan mendahului Aina untuk kembali ke apartemen Syma. Namun Aina segera mengejarnya.


"Tunggu... Hey! aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri. Pasti kau akan mengambil kesempatan untuk makan cemilan nanti. Aku tahu otak rakusmu itu.... "


Aina menghentikan ucapannya, saat melihat pintu tidak tertutup. Mereka saling memandang dan segera masuk kedalam sana.


Aina dan Vio mengeraskan suaranya, memanggil Syma. Namun tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya mereka memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar Syma, dan untungnya tidak terkunci.


Kamar itu nampak berantakan. Bahkan Zea yang tadinya sedang tidur, tidak ada lagi ditempatnya.


"Dimana Kak Syma dan Ze?"


"AINA LIHAT..... "


Tiba-tiba teriakan Vio membuat Aina terlonjak dan langsung mendekatinya. Melihat kearah bawah yang ditunjuk oleh jari Vio.


Mereka melihat dengan jelas, Syma dibawa secara paksa oleh seseorang yang memakai masker hitam dan topi. Aina dan Vio berteriak untuk mengehentikan pria itu. Namun sepertinya orang itu tidak mendengarnya, dan malah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"ASTAGA....


APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SEKARANG?" Vio berteriak histeris. Mereka sangat bingung dan kalut.


"JANGAN BERTERIAK DITELINGAKU BODOH! CEPAT AMBIL FOTO PLAT MOBIL ITU... "


"Bagaimana ingin mengambil Foto? kita kan tidak punya ponsel.... "


Aina terdiam. Dia sadar yang dikatakan Vio benar.


Rasa cemas yang melanda mereka, membuat keduanya tidak bisa berpikir jernih.


"Tidak ada cara lain. Kita harus menemui Kak Ersad. Dia harus menyelamatkan Kak Syma secepatnya... "


Aina segera berlari sekuat tenaga dari sana.


"HEY... AINA!! TUNGGU..... "


Vio segera menyusul Aina yang melesat dengan cepat seperti pembalap profesional pada umumnya. Sampai Vio sendiri kewalahan mengimbanginya.


.


.


TBC

__ADS_1


TERIMAKASIH YANG SUDAH KASIH VOTE LIKE DAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN.


NIHHH OTHOR KASIH CRAZY UP 😘


__ADS_2